Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 21.


__ADS_3

Dengan wajah datar nya, langkah Alesya menuruni anak tangga dan di ujung sana, ia melihat Asher Pria yang sangat ia benci tengah tersenyum ke arah nya.


Oh ayolah, ada apa dengan Asher, senyuman manis itu membuat ia bergidik dan andai kalian tahu, senyuman itu hanyalah untuk Alesya nya.


"Kau tahu, senyuman mu itu sangat mengerikan..". Ucapan itu bernada sangat ketus, ia melengos melewati Asher begitu saja, tak peduli jika sejak tadi sang Pria menunggunya.


"Apa Kau tahu juga, Aku hanya tersenyum ke arah mu Alesya..". Asher menarik lengan itu, untuk tidak menjauh.


"Lepas.." Alesya menghempas tangan itu sekuat tenaga. "Jangan sentuh Aku dengan tangan kotor mu itu Asher..!!" Wanita itu mengambil sapu tangan dan langsung mengelap tangan nya, seolah dirinya menyentuh sebuah kotoran.


Namun tak Alesya kira, dengan perbuatan nya barusan membuat Asher naik pitam, ia menarik pinggang ramping itu sampai menabrak da*da bidangnya. "Kamu tahu..! Aku sudah menahan lama, untuk tidak menyentuh mu Alesya, jangan memancingku.." Wajah nya seketika datar.


Jujur saja has-rat ingin ber-cinta nya hanya menggebu pada Alsya saja, bisa di bayangan-kan berapa lama Pria ini berpuasa.


Apa lagi, Melihat Alesya bersikap kurang ajar seperti ini, Entah kenapa, ia tak bisa lagi untuk menyakiti atau berkata kasar, yang ada Asher seakan tak sanggup jika harus jauh dari Alesya.


Anggap lah Dia memang egois.


Dulu ia selalu memperlakukan kasar Alesya, menghina bahkan tak hanya itu mungkin Asher telah menekan batin Wanita itu hingga masuk ke lubang ke bencian.


Lalu sekarang Alesya di perlakuan layak nya benda berharga, lalu di jaga bahkan sangat di sayang oleh nya, dan ini membuat ia hampir gila karna setiap saat wajah cantik itu selalu menari- nari dalam ingatan nya.


Bahkan Asher membiarkan Wanita itu, berbuat sesuka hati, meskipun kali ini Alesya tengah memakinya dengan mata yang menyalang.


"Kau tak berhak atas diriku Asher, lepas kan Aku.." dengan sekuat tenaga, Alesya mencoba untuk melepaskan diri dari dekapan Asher.


"Sampai kapan pun, Aku tak akan melepas mu, Kau hanya miliku Alesya, ingat itu..!!". Detik berikut nya, Asher dengan buas menikmati bibir Alesya, tak peduli Wanita itu terus berusaha melarikan diri, Pria itu melu-mat bibir yang saat ini sudah menjadi candu nya.


"Kau ingin membuat ku mati Ha.!!.". setelah berhasil mendorong, Alesya menampar Pria itu, lagi-lagi ia di lecehkan dan hampir saja mati karna kehabisan nafas.


" Kenapa..,! Kau ingin menghapus jejak bibir-ku.?." Melihat Alesya terus mengusap bibir-nya, Asher semakin gencar, mencium bibir itu dengan rakus.

__ADS_1


"Cobalah untuk menghampus nya, Alesya" Asher menyeringai.


"Jika kau melakukan nya lagi, Aku akan menarik mu ke atas ranjang, apa kamu tahu aku sudah menahan has-rat ku sangat lama.." Pria itu berbisik tepat di telinga Alesya, membuat tubuh Wanita itu meremang karna suara Asher begitu parau.


Alesya bergidik, apa-apaan Pria ini. "Jangan berharap Kau bisa menyentuh Ku lagi, Asher..!". Alesya melayang sebuah tamparan, namun tangan kekar itu menahan nya.


"Jangan menyakiti tangan mu, dengan menampar wajah ku Ale, Kau akan terluka.." Ya Tuhan, ada apa dengan Pria ini, Alesya muak.


"Hentikan omong kosong gila mu Asher, Aku muak dengan mu, tak bisa kah Kau melepas kan Aku ..!?.." Alesya ingin bebas dari kekangan, Dia merindukan kehidupan normal nya kembali.


Bagi Alesya, Asher bukan lah Pria yang normal, dimana saat orang yang sangat ia benci akan di perlakukan sedemikian kejam, berbanding balik jika seseorang itu sudah ada di dalam hati, akan di jaga dan selalu di sayangi, Anggap saja kedua hal itu Alesya yang mengalami meskipun dirinya tidak yakin ada nama nya di hatii Pria itu.


"Dalam mimpi mu, Seumur hidup mu, Kau hanya akan berada di sisi ku...!!.". Pria itu menarik tangan Alesya untuk mengikuti nya, hingga ke-dua nya memasuki kendaraan mewah.


Alesya diam, mau melawan pun percuma, tenaga tak tidak ada setengah dari Pria gila ini, dalam keterpaksaan akhirnya ia menikmati saja perjalanan yang entah membawa nya kemana.


Mobil mewah itu berhenti di salah satu Mall ternama di kota C, Asher mengandeng Alesya untuk memasuki kerumuan yang memadati tempat itu.


"Belanja-lah apa pun yang Kau mau.!." Ucap Asher, ia masih setia menggandeng tangan itu, di ikuti para bodyguard yang berjalan di belakang nya.


Namun sepanjang perjalanan, Alesya hanya diam tak satupun barang yang ia beli, ia hanya melihat-lihat tidak jelas, hanya bertanya harga tak berniat untuk membeli.


"Beli semua barang yang di katakan Alesya ku tadi.." Asher sudah kesal, mengikuti langkah kaki Alesya, bahkan ini kali pertama nya, ia memasuki tempat yang sangat ramai seperti ini, dan semua itu demi Alesya nya.


Tujuan nya untuk apa, Asher pun tidak tahu..!. Dia melakukan nya sesuai naluri, tak berani bertanya atau mencari tahu, padahal tujuan nya hanya ingin membuat Alesya nya senang.


Alesya melirik Asher dengan tatapan aneh, apa yang di kataka Pria gila ini. "Jangn membuang hartamu, untuk hal seperti itu..". Alesya mencibir padahal ia hanya iseng untuk mengerjain nya Pria itu saja.


"Kau pikir, Dengan membelikan barang murahan seperti itu, bisa membuat ku jatuh miskin, bahkan Aku sanggup membeli Mall ini untuk mu, jika itu yang kau mau, bahkan seisi dunia pun Akan ku beli kan untuk mu..". Ucap Asher dengan bangga,


Lihat lah Alesya Pria mu ini sangat kaya dan tampan. Aku bisa membeli-kan apapun yang kau mau, tampa cela. Lanjut Asher dengan percaya diri di dalam hati nya.

__ADS_1


"C'k.. Kau hanya membual.." Alesya melengos tak peduli dengan ucapan Asher.


"Antonio, segera beli Mall iini..!! dan jadikan Alesya pemilik nya.." Asher mengatakan itu dengan lantang, hingga langkah kaki Alesya berhenti dan langsung berbalik kembali.


"Antonio jangan dengar kan Pria gila ini.!.". Alesya langsung mencegah sebelum Antonio menjawab nya, bahkan Alesya tidak ragu untuk memaki orang nya langsung. Karna Asher memang Pria gila.


Antonio menatap Tuan nya, tak ada raut marah sama sekali, atau Pria itu menahan nya, saat Alesya terlalu berani mengatai Tuan nya Pria gila. "Lakukan perintah ku Antonio, Tuan mu hanya satu yaitu Aku..". Asher sebisa mungkin menekan intonasi, untuk tidak murka.


"Baik Tuan..". Pria itu mengambil ponsel nya, untuk melaksanakan tugas nya, namun sebelum itu terjadi, Alesya merebut nya.


"Antonio, sudah ku katakan jangan dengar-kan Pria gila ini__"


"Nona Anda, jangan Ke-teterlaluan..". Antonio tak bisa menahan lagi, jika bukan Wanita di depan nya memiliki arti di hati Tuan- nya, pastilah nyawa Alesya akan melayang di tangan nya.


"Antonio cukup, Kau tak ada hak untuk memarahi Wanita ku..". Asher melihat kemarahan dari Asisten nya itu, begitu pula dengan Alesya,


Dia mengerikan .


"Kau tahu segila apa Pria mu ini..". Asher langsung memangku Alesya ala bridal style, membawa gadis berani itu hingga area basment, Wanita itu terus meronta sepanjang jalan.


Jantung Alesya berdetak cepat, Asher sudah murka padanya, apa hari ini adalah hari kamatian nya,?. Wanita itu terus menelan Saliva saat tubuh nya di hempas saat masuk ke dalam mobil, meskipun itu tak kasar.


"Sudah ku bilang, Jangan memancing ku Ale!?".


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be Continued.


__ADS_2