
Alesya tidak paham, mengapa ia di dandani sedemikian rupa, rambut di curly, wajah di rias dengan make up tipis, meskipun pada dasar nya Alesya sudah cantik.
Gaun malam yang di rancang oleh desainer ternama pun, kini telah melekat membentuk lekukan tubuh idaman nya para Wanita, yang ia tidak suka belahan di bagian d**a terlalu rendah, namun apalah daya, ini perintah Asher, Alesya tidak bisa menolak.
"Anda begitu cantik Nona.." Entah berapa kali Wanita yang berprofesi sebagai Make up Artis (MUA). Itu memujinya, wajah oriental dengan dagu lancip sempurna, bahkan untuk meniru dengan hasil oprasi pun, sangat sulit.
Kecantikan yang berasal dari Tuhan, itulah anugrah yang di berikan pada Alesya, hanya Asher lah yang selalu mengatai nya jelek, Mungkin mata Pria itu memiliki kelainan saat melihat nya.
Atau sudah tertutup dengan kebencian nya pada Ibunya, Harus di garis bawahi yang di benci adalah Clara Florence. Ibu Alesya, dan karna hubungan darah jadi lah dirinya lah yang mendapat balasan. Padahal ia tidak tahu dosa apa yang di perbuat Ibunya, setelah meninggalkan Edmond Beatrice.
...----------------...
Ternyata Asher membawa nya ke acara pesta, Alesya mengetahui nya saat penutup kepala di lepas, ia seperti narapidana yang akan di hukum mati saja, namun saat keluar dari kendaran mewah itu, ia di gandeng layak nya kekasih, dan Alesya di tuntut untuk selalu tersenyum.
Menggelikan, haruskan ia berteriak untuk meminta tolong..?. Jelas itu tidak mungkin, Alesya tak memiliki nyali untuk melakukan itu.
"Apa Wanita cantik ini pasangan mu Asher.." Yang bertanya adalah Alan, salah satu rekan bisnis legal nya.
Tambang batu bara atas nama keluarga nya, Salah satu bisnis yang menutupi bisnis ilegal nya, dan Alan termasuk salah satu yang berinvestasi di tambang itu.
"Ya Dia, Wanitaku, Apa Kau tertarik Alan.." Ucapan nya selalu datar, meskipun di depan nya adalah rekan bisnis, yang pasti nya berpengaruh, Asher tak peduli.
"Aku tidak berani, Mungkin Akan kutunggu jika Kau sudah bosan..". Kelakarnya.
Melihat Asher dan para rekan bisnis nya mengobrol, Alesya mencari tempat duduk, ia terlalu malas mendengar keramah tamahan Alan, sangat terlihat jelas Pria itu mencari muka.
Alesya lebih tertarik dengan hidangan yang menggugah selera, sudah jelas ia memilih untuk mengisi perut. Dari pada menemani Tuan Muda kejam itu.
Apa lagi menyelinap untuk kabur, para bodyguard seolah tanpa berkedip mengawasinya.
.
__ADS_1
.
"Revan bukan kah itu kekasih mu..!?". Pria tampan yang menggunakan tuxedo berdasi kupu-kupu itu, melihat ke arah yang di tunjuk teman nya.
Dia adalah Revanus Archie, kekasih Alesya, sejak kuliah mereka telah bersama dan merencanakan untuk menikah.
" Alesya...". Revan melangkah begitu lebar, dan cepat, ia berusaha bergegas menemui Wanita nya, bahkan Pria itu menghiraukan kekesalan para tamu, yang terusik karna tersenggol olehnya.
Sementara Alesya, Wanita itu masih menikmati jamuan lezat, sudah lama ia tak menghadiri acara seperti ini, hingga sebuah lengan kekar kini tengah memeluk tubuh nya. Bahkan piring yang berisi makanan pun ikut terjatuh, ia terlalu terkejut mendapat pelukan itu.
Alesya sangat mengenal bau tubuh ini, ia sangat merindukan Pria yang kini memeluk nya dengan erat.
"Alesya kemana kamu selama ini..?". Selama satu bulan ia di buat kalang kabut, karna tak mendengar kabar dari Wanita kekasihnya
No ponsel tak pernah Aktif saat ia menghubungi Alesya, meskipun mereka di pisahkan dengan jarak, namun mereka tak pernah lepas untuk berkomunikasi, pagi, siang, malam. Saling memberi kabar.
Hingga hari ini, Dirinya dan keluarga kembali ke negara asal, untuk menghadiri undangan dari rekan bisnis yang begitu dekat, namun tak ia sangka, Revan bertemu dengan kekasih nya.
Tak ada yang berubah, tetap sangat cantik hanya saja sedikit agak kurus.
Revan mengangguk, ia sangat merindukan kekasihnya ini. "Orang Tua ku datang, mereka Akan segera melamarmu.." Tujuan asli Revan kembali ke tanah air, adalah untuk melamar Anak tertua dari seorang Jendral polisi ini.
Alesya diam ia tak menjawab, tenggorokan nya seakan tercekat untuk memberi tahu, jika ia akan mundur dari hubungan ini, dirinya telah kotor, tak ada kesucian yang akan ia berikan di malam pernikahan, Alesya merasa tak pantas untuk Revan.
Senyum sumringah terus terpancar di wajah Revan, ia sangat senang bisa bertemu di tempat ini, dengan kekasih nya. "Kenapa No ponsel mu tidak pernah Aktif Ale__".
"Boleh kah Aku mengambil kembali Wanita ku, Tuan Revan.." Tuan muda kejam itu datang, ia langsung memisahkan Alesya dari kekasihnya.
"Maaf, Apa Aku tidak salah dengar.." Revan sangat terkejut, ia melihat Alesya untuk memberi nya penjelasan, kenapa sang penguasa ini mengaku jika Alesya adalah Wanitanya.
"Ku kira, perkataan ku cukup jelas Tuan muda Archi.." Sorot mata itu begitu datar, Asher tidak cemburu saat Alesya di rangkul oleh Pria lain, hanya saja ia tak suka Wanita ini di sentuh, selain dirinya, tunggu lah, sampai dirinya bosan.
__ADS_1
Revan terus memandangi Kekasih nya, Alesya tak membuka mulut, saat Asher mengakui jika Alesya adalah miliknya, Apakah ia telah di Khianati.
Revan tersenyum getir, saat Wanita nya memilih diam, ia tak rela begitu saja. " Maaf Tuan Asher, Alesya adalah kekasih ku.." Revan menarik lengan Alesya untuk berdiri di samping nya.
Asher langsung naik pitam, berani nya Pria ini melawan nya, apa Dia tidak takut keluarga nya di buat hancur oleh-Nya. Tidak, lebih baik keluarga Archie kehilangan pewaris satu-satu nya ini, Asher menyeringai.
Alesya melihat seringai menyeram kan Itu, pastilah di balik seringai itu, tersimpan rencana yang sangat keji, ini tak bisa di biarkan. Membuat Asher murka bukan pilihan tepat.
"Tuan Asher..". Dengan ter gopoh-gopoh, seorang Pria paruh baya, mencoba menghentikan pertikaian itu.
Asher melirik sebentar ke arah Pria baya itu, orang tua Revan ternyata yang mendatangi nya. " Ku lihat , Putramu ingin merebut Wanita ku, Tuan Stev perlukan ku ladeni..?"
Oh tidak, Pria baya itu mengusap keringat dingin yang ada di dahi, kenapa Putranya harus berurusan dengan Pria penguasa ini. "Anda pasti keliru Tuan Asher, Putraku tak mungkin berani berebut Wanita dengan Anda..". Melihat Putranya masih memegang lengan Alesya, Stefanus melerai nya dengan paksa.
"Benarkah..?.". Asher tersenyum miring.
"Tuan, seperti nya yang keliru adalah Putraku, tolong maaf kan Revan__"
"Tidak Ayah, Dia memang Wanita ku, Dia adalah Alesya Beatrice Wanita yang akan ku nikahi..!" Revan langsung memotong ucapan Ayah nya, ia tak Terima jika harus kehilangan Alesya.
"DIAM KAMU.." Sentak Stefanus. Apakah Putranya tidak mengalah saja, hanya perkara seorang Wanita, bisa memicu akan kehancuran keluarga.
"Tuan Asher, sekali lagi Saya minta maaf, Saya Akan mendisiplinkan kan Revan Putraku, tolong jangan di ambil hati..". Stefanus sangat takut jika Asher akan murka pada nya, tak hanya perusahaan yang akan di buat bangkrut, tapi skenario terburuknya, ia akan kehilangan pewaris, Putranya sendiri.
"Hmm.." Asher mengibaskan tangan. Kali ini ia berbaik hati, tapi tunggulah kehancuran keluarga Archi, jika Revan mengusik nya kembali.
.
.
.
__ADS_1
.
To be Continued.