Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 32.


__ADS_3

Keberadaan Asher saat ini ada di sebuah dermaga yang sangat jauh dari kota C, sebuah contrainer di bawa naik oleh sebuah Crane raksasa lalu di letakan di sebuah kapal laut, ini adalah salah satu bisnis ilegal nya.


Di dalam nya adalah berbagai macam senjata, yang akan di impor ke luar negeri menggunakan jalur laut, Asher hanya memantau dari dalam mobil bagaimana para bawahan nya itu bekerja.


Sementara di bawah kaki nya ada seorang Wanita cantik, Dia adalah Monica yang terakhir kali menjadi korban kekesalan Asher.


"Keluar lah..". Asher langsung mengusir saat kenikmatan sudah ia dapat kan.


Monica pun keluar meninggalkan mobil Asher. "Tuan, dia Pria dingin, tak bisa kah kau memberi ku misi yang lain.." Keluh nya. Mulut Monica rasanya pegal sekali 2 jam ia menggunakan mulut nya untuk memuaskan clien satu-satu nya karna di negara nya ia bukan Wanita seperti itu, Dia adalah Wanita nya Melvin. Mungkin hanya Monica yang beranggapan seperti itu.


Pria adalah kaum yang ingin bebas memilih siapa Wanita yang berhak di sisinya atau sebatas teman ranjang, dan Monica termasuk Wanita seperti itu di sisi Melvin.


Kendaraan yang di tumpangi Asher telah berhenti di sebuah bangunan tinggi, itu adalah salah satu perusahaan Asher.


Pria itu kali ini, tak melampiaskan amarah nya melalui membunuh seperti yang terakhir kali, ada masalah di kantor, meskipun sebenarnya ia tak perlu turun tangan, ia hanya membuat sibuk diri sendiri dan berhenti memikirkan Alesya.


Sekumpulan Pria berjas berkumpul di satu tempat dan Asher duduk di kursi kebesaran nya dengan wajah yang datar, mendengar setiap laporan yang selalu di catat oleh Antonio.


"Kalian tahu akibat dari mengkhianati ku, Apa kalian sudah bosan hidup HA.." ke lima Pria berjas itu mengusap keringat dingin yang terus mengucur, di antara mereka tak ada tahu siapa yang mengkhianati Tuan nya.


Oh tidak jangan sampai Alesya lah yang menjadi penyebab, dan Pria ini menyalahkan para pekerja nya, Pria ini memang seenaknya. "Pengiriman ini tak boleh gagal, Atau kalian yang akan menanggung nya.." Aura membunuh nya langsung keluar para petinggi di perusahaan pun menelan saliva, mereka masih ingin hidup dan berfoya-foya.


"Tuan mobil yang di tumpangi Nona Alesya di serang...". Para petinggi itu akhirnya bisa bernafas lega saat Antonio memberi kabar yang membuat pokus atasan nya berpaling.


Pria itu langsung berdiri dan keluar dari ruangan, sudah sangat jelas metteng di bubarkan. " Siapa dalang-nya.."


"Melvin Frederick, Putra Rever Charlie Tuan.. Seperti nya Dia tak memakan umpan kita..". Jelas Antonio.


"Siapkan Helikopter Antonio, Alesya ku dalam bahaya.."


Sementara di tempat lain 2 mobil yang di belakang Alesya mendapat serangan, sebuah Mobil monster Zap menembaki mereka.


"Ingat jangan bunuh Wanita itu..". Itu perintah Melvin. Ia hanya ingin menakut-nakuti Alesya dan tujuan lain nya adalah ingin mengetahui seberapa penting Wanita ini bagi Asher, Dia lah rival sejati keluarga Charlie bahkan Ayah nya Rever telah di buat mati.


...BOOOOMMMM...


...DUAAAAARH...


"Aaaargh....". Alesya terus menjerit, serangan demi serangan terus menembaki mereka tampa henti. "Martha sebenarnya apa yang terjadi, kenapa mereka memburu kita...". Tubuh Alesya bergetar dan takut setengah mati.

__ADS_1


" Pete... cepat lah. kita harus ke titik lokasi.." Teriak Martha, ia terus melihat kebelakang mobil monster itu terus mengejar, bahkan 1 mobil dari rombongan mereka telah dibuat meledak.


Sementara Alesya terus berteriak, ia menjerit ketakutan. " Nona Tenanglah.." Martha sedikit pusing mendengar teriakan Alesya, dirinya saja yang seorang perempuan tidak seperti itu, ya meskipun untuk Martha sendiri dia sudah terbiasa di medan seperti ini, ia pun masih bisa tenang.


"Bagaimana Aku bisa tenang Martha, mereka mengincar nyawaku.." Mobil Monster zap itu sudah menembaki sisi mobil yang di gunakan Alesya.


Pete yang mengemudi terus berusaha menjauh, untungnya mobil yang di gunakan berkaca anti peluru, jika tidak mungkin semua penumpang sudah tertembak.


"Tuan Asher dalam perjalanan, kita harus bisa mengulur Waktu., PETE CEPAT LAH..". teriak Martha lagi.


Dan lagi kendaraan yang di tumpangi Alesya terus mendapat serangan, kejar-kejaran terus berlanjut, hingga ada tembakan lain dari arah atas.


"Tuan Sudah datang.." Pete tersenyum saat bala bantuan datang, Asher berada dia di udara dengan terus menembaki.


Penembak jitu tampa henti menembaki mobil Alesya, kini mengenai ban hingga pecah, kendaraan langsung oleng dan terbalik.


Dari atas Asher melihat itu, namun tangan tak diam Ia terus menembaki mobil musuh hingga menjauh, meskipun ia sangat gelisah saat melihat mobil yang di tumpangi Wanita nya, terguling berkali-kali, ia takut Alesya nya tidak selamat.


"Cukup... kita pergi dari sini..". Melvin menyeringai, kelemahan Asher adalah Wanita cantik yang ia temui di pesta Celia. Mobil Monster Zap itu langsung menjauh dari lokasi, meningggalkan mobil Alesya yang sudah terbalik. "Ku harap kau jangan mati sayang, bertahan lah.." Melvin mengingin kan Alesya, Dia akan merebutnya dan membuat Asher hancur.


...HAHAHAHHAHA....


Helikopter yang di tumpangi Asher dan Antonio bersiap untuk mendarat, Asher langsung melompat tepat sebelum kaki pesawat berpijak ke tanah, ia melempar senjata itu sembarang seraya berlari.


...PRANGK...


...PRANGK...


Asher menggunakan kaki dan menendang kaca mobil hingga pecah, namun percuma itu adalah kaca anti peluru pertahannnya sangat kuat, Antonio pun datang, senapan yang ia pegang di arah kan ke handel mobil.


Dengan beberapa kali tembakan pintu itu berhasil di rusak, Asher adalah orang pertama yang langsung membuka pintu " Alesya..". Asher terus menepuk pipi Wanita cantik itu, namun Alesya nya sudah pingsan dengan darah yang ada di pelipis, Pria itu langsung menyeret nya keluar.


Percikan api mulai terlihat, dengan cepat membesar dan memakan body mobil. "Tuan Mobil akan meledak.." Sementara Alesya nya sudah berada dalam gendongan bersiap untuk dibawa lari.


Martha dan juga Pete yang masih sadar langsung berlari menyelamatkan diri bersamaan dengan meledak nya mobil.


...BOOOOMMMM...


...BOOOOOMMMM...

__ADS_1


Semua orang langsung tertunduk namun Asher yang berada di radius paling dekat terkena lemparan bagian body mobil, benda itu mengenai bagian punggung dengan tertatih ia terus membawa Alesya pergi menjauh.


"Tuan Anda terluka.." Antonio melihat darah yang merembes dari kemeja putih yang di kenakan Tuan nya, dan itu sangat banyak, Antonio tak pernah melihat Tuan nya berkorban seperti itu, bahkan saat Vivian terbakar, itu adalah pelayan pribadi kesayangan Tuan nya.


"Bawa Alesya ku rumah sakit sekarang.." Ia tak peduli dengan dirinya, prioritas nya adalah Alesya, namun setelah itu Asher kehilangan kesadaran, luka yang di derita tak mampu lagi ia tahan.


Alesya Kau harus selamat..


.......


.......


Sayup sayup telinga mendengar suara yang tidak asing, itu adalah bunyi monitor yang menampilkan kan diagram detak jantung.


Alesya tidak salah menebak, saat mata itu terbuka ia kembali berada di rumah sakit, ruangan yang serba putih dengan bau khas medis.


Ingatan kembali sebelum ia tak sadar kan diri, mobil yang ia tumpangi terguling hingga beberapa kali, namun di kepala terus terngiang seseorang yang terus memanggil nama nya.


Itu adalah suara Asher, Pria itu datang menyelamatkan nya, dan ia yakin itu bukan lah mimpi.


"Nona untung lah Anda sudah sadar.." Martha yang bejaga, Wanita itu tak mendapat perawatan seperti Alesya, luka nya tidak terlalu parah.


"Berapa lama Aku tidak sadar Martha..". Entah kenapa ia menanyakan itu, Alesya merasa ia sudah tak sadar sangat lama.


" Selama 3 hari Nona,. Dokter bilang Anda mendapatkan benturan keras di bagian kepala.." Jelas Martha. "Dokter sebentar lagi akan datang dan memeriksa Anda Nona..!." Lanjut nya kemudian.


Mendengar itu Alesya cukup terkejut, ternyata selama itu Dia tidak sadar, lalu kemana pergi nya Pria itu.


"Lalu di mana Asher, Apa Dia baik- baik saja...?".


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2