Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 46.


__ADS_3

Sementara itu pencarian terus berlanjut belanjut di mulai saat matahari mulai menyingising, sekumpulan pria berjas hitam terus menyisir kedalam hutan yang sangat luas itu, dengan masing-masing memegang senjata.


Harus di ingat ini adalah hutan liar, binatang buas berkeliaran dengan bebas, bisa saja mereka di terkam oleh srigala lapar.


Di sisi lain, Pria tampan itu kini berada di kota C di timur jauh, Pria itu terus mengamati sebuah hunian kediaman seorang jenderal polisi dimana Wanita itu pernah tinggal.


Bahkan setiap rute ke jalan perumahan itu sudah di pasang banyak nya CCTV di tempat itu, namun pencairan itu tak membuatkan hasil, dan sudah ia duga Alesya nya belum keluar dari hutan atau kembali pulang.


Yang ia takut nya Alesya nya sudah tewas dan di makan hewan buas, mengingat betapa liar nya hutan itu, atau pun ada orang jahat yang menculik nya, Alesya sangat lah cantik, lelaki mana yang tidak tertarik, bahkan ia pun ingin mengurung nya.


"Hubungi mereka, Apa Alesya ku sudah di temukan..." Asher begitu gusar, rasa nya kepalanya ingin meledak memikirkan dimana Wanita itu berada.


"Apa yang Wanita itu pikirkan, kenapa Dia lari dariku..". Tanya Asher saat di dalam mobil, ia meraup wajah dengan kasar rasanya ia ingin memakan dan membunuh seseorang lagi.


"Mungkin Nona Alesya berpikir jika diri nya akan menjaga korban selanjutnya.." Mana mungkin Dia bilang jika Wanita itu sudah muak tinggal di sisi Tuan nya, bisa berlubang kepalanya.


"Antonio kerahkan semua Bodyguard untuk mencari Alesya ku, Aku taku dia masih di hutan dan terluka...Aaaaarrrgh.." Mengingat Alesya nya terluka saat di hutan Asher mengacak-acak rambut nya.


Dan Tiga malam Asher tak melihat wajah Alesya, dan ia tak tahu Wanita itu dimana, bahkan CCTV yang berada di setiap penjuru pun tak ada yang menangkap nya, mungkin Asher sangat berlebihan hingga menurunkan semua Bodyguard nya terus menyisir kedalaman hutan, setidaknya nya ia bisa melihat mayatnya, jika pun Wanita itu sudah tewas.


"Tidak, Kau tidak boleh mati Alesya, Kau miliku, bahkan saat menjadi mayat pun Aku harus melihat mu.." Sudah berhari-hari ini, Ia tak bisa berpikir jernih, banyak botol wine yang ia habis kan untuk menghilangkan rasa pening di kepalanya.


"Tuan..." Suara merdu dan manja itu terdengar.


"Keluar lah, Aku tidak ingin di ganggu siapapun..". Usirnya. Dan yang di usir malah terus melangkah mendekati Tuan nya, yang sudah sangat mabuk.


"Vivian pergilah, sebelum Aku menyakiti mu.." Ia tak ingin di ganggu oleh siapapun, yang ia inginkan adalah bertemu dengan Alesya nya.

__ADS_1


"Apa wanita murahan itu, membuat Anda seperti ini.." Tangan nakal itu terus meraba dengan liar, namun yang tak pernah Wanita itu duga, Tuan nya melayang kan sebuah tamparan.


"Jangan pernah mengatai Alesya ku Wanita murahan.." Raung nya dengan marah.


Vivian yang baru saja di tampar, masih terdiam dengan keterkejutan nya, karna Wanita itu ia di tampar.


"ANTONIO..." Suaranya menggelegar hingga memekakkan telinga, Vivian sampai menutup gendang telinga nya karna begitu sakit saat ia mendengar nya.


Dan Antonio langsung datanya saat teriakan itu terdengar. "Kirim Vivian ketempat pelatihan, Aku tidak ingin melihat nya.." Setelah mengatakan itu ia kembali menengguk minuman nya.


"Kau ada di mana Alesya.." Saat ini Asher berada di kamar Alesya, seolah gila ia tersenyum saat melintas bayangan cantik itu di ingatan nya.


"Kau berani pergi dari ku Alesya, tahu kah Kau hutan itu sangat berbahaya apalagi untuk wanita se-cantik dirimu..". Asher menghempas lampu tidur dan gucci mahal nya, ia menggeram merasakan sesak di da-da nya, ia tak tahu jika kepergian Alesya akan berpengaruh sebesar ini.


Saat melamun ponsel Asher berdering, Antonio yang menelpon. "Tuan kami menemukan mantel yang di pakai Nona Alesya di dasar jurang, dan itu sudah terkoyak dengan banyak darah.." Jelas Antonio. Ia melaporkan apa yang di temukan anak buah nya yang sampai saat ini masih menyisir kedalaman hutan.


"Saya tidak menjamin akan hal itu Tuan.."


"Antonio Aku ingin Dia kembali, setidaknya nya jika Dia sudah tewas, Aku ingin melihat mayatnya.." Setidaknya jika dengan mata kepala nya sendiri melihat mayat nya, mungkin dirinya tak harus berpikir keras seperti ini.


"Baik Tuan.."


Sementara itu keadaan Wanita yang menyebabkan Asher menggila dan membuat seluruh Bodyguard yang di milik keluarga Kharkov masih menyusuri hutan tampa jeda, masih hidup dengan keadaan sehat.


Sebuah truk yang ia setop membawa nya pergi jauh dari kota C, dan sudah melewati perbatasan, di perkirakan ia sudah 4 hari di dalam sana, bahkan kendaraan itu melintasi lautan dengan menaiki sebuah kapal.


Beruntung supir itu sangat baik pada nya, memberi nya makan dan minum, kendaraan itu terus melaju dan berhenti di kota M. Dimana pemerintahan di sana adalah seorang Raja Williams Alexandria.

__ADS_1


"Nona kita sudah sampai..." Pria baya itu mengetuk pintu belakang mobil dan munculah Wanita cantik yang tengah memakan sebuah apel.


Ia menuntun Wanita itu untuk mengikutinya dari belakang dan jauh dari sana ia melihat Putrinya. "Ayah, Siapa Wanita cantik ini.." Tanya Gadis desa yang tak kalah cantik dengan Alesya, Gadis itu bernama Milea.


Dan pertanyaan yang sama di ajukan oleh Olivia Istrinya nya. "Siapa yang Kau bawa ini.." Olivia sangat tidak suka pada Alesya ia berpikir jika Wanita yang di bawa suaminya, adalah madu di rumah tangga nya.


"Dia ikut denganku, Aku menemukan nya di hutan, Dia bilang ada yang ingin membunuh nya.., dia sudah tidak ada tempat yang di tuju, jadi Aku membawanya " Jelas Philippe, itu nama supir baik hati yang telah menolong Alesya. Hanya saja setelah itu mereka bertengkar.


"Nyonya tolong jangan salah paham, Aku Alesya dari kota C di timur jauh, Suami Anda telah menolong saya dari orang jahat, Saya tidak bohong." Jujur nya.


"Dan Aku sangat berterimakasih untuk itu, dan jika tak ada tempat untuk ku di tempat ini, Aku akan pergi.." Pikir Alesya begitu buntu, ia tak tahu harus kemana, sementara dirinya begitu jauh dari tempat tinggal nya.


Yang jelas ia tak ingin kembali ke tempat di mana Pria itu berada, hanya akan membuat ia tersiksa dan frustasi, bisa-bisa gila ia jika terus tinggal disana.


"Baik lah kau boleh tinggal di sini makan dan tidur di tempat ini, namun tidak gratis Kau harus bekerja..". Ucap Olivia. Ia pun merasa tak tega dengan perwujudan Wanita ini, meskipun sangat cantik namun pakaiannya nya sangat kotor dan kumal.


" Trimakasih Nyonya.."


.


.


.


.


To be continued.

__ADS_1


__ADS_2