
Lucille masih berlutut namun Tuan Horace masih kukuh dengan pendirian untuk memecat salah satu Dokter terbaiknya.
"Tuan Horace Saya mohon..." Detik berikut nya Dokter cantik itu menangis, kedua tangan betumpu di lantai, dengan air mata yang terus menetes, dirinya memiliki tanggung jawab yang besar yang ia emban di pundak nya.
Tuan Horace membawa turun tubuh nya untuk sejajar dengan Luci ia menepuk bahu itu untuk memberinya ketenangan. "Jangan Khawatir untuk perawatan Ibu mu Luci, sebagai ucapan trimakasih Rumah sakit, biaya akan di tanggung setengah oleh pihak Rumah Sakit seperti biasanya, meskipun kamu tak lagi bekerja di sini." Ucap Horace.
Kepala Lucille mendongak ke atas, Pria paruh baya yang menjadi atasan nya memang bijaksana, namun biaya perawatan ibunya sangat mahal, bahkah uang yang tiap bulan ia dapat sebagai gaji-nya hanya tersisa sedikit setelah membayar biaya perawatan.
"Kami akan menjaga nya.." Horace kembali menepuk bahu Lucille, Pria baya itu terus tersenyum melihat Wajah cantik Lucille.
Dan bersamaan itu, ponsel Luci berdering. Dahi nya mengekerut saat sebuah no ponsel yang menghubungi nya.
...----------------...
Sementara itu di tempat lain, Alesya sudah mendapat perawatan nya, Dokter pun mengatakan tidak ada hal serius yang berdampak pada kesehatan Alesya pasca operasi nya dulu.
Hanya saja dalam dua minggu ini, Alesya di larang aktivitas yang berat ia harus Bedrest total selama 1 minggu full, dan itu berarti Asher akan berpuasa kembali.
Sanggup kah Pria itu menahan Has-rat nya.
Asher duduk tepat di sebelah Alesya, ia menggenggan tangan mungiil itu dan beberapa kali mengecupnya. "Kau harus Bedrest selama 1 minggu Ale, itu kata Dokter.." Asher memberitahu.
"Lalu bagaimana dengan pernikahan Adikmu, itu akan berlangsung 3 hari dari sekarang, apa perlu adikmu menikah di sini agar kau bisa melihat nya..". Meskipun Asher membenci Celia karna memiliki darah seorang Clara, tapi demi Alesya apa boleh buat.
Apa-apaan Pria ini, Alesya sungguh tak paham padahal ia baik-baik saja kenapa dokter menyuruh nya untuk beristirahat total selama satu minggu dan 1 minggu berikut nya ia di larang melakukan aktivitas berat.
"Aku ingin melihat Adik-ku menikah Asher, Aku ingin hadir di hari bahagia Cecilia, lagi pula Aku baik-baik saja boleh kah Aku di rawat di rumah saja.." Alesya tidak menyukai bau rumah sakit, meskipun kamar yang Alesya tempati adalah kamar yang termahal.
"Jangan membantah..". Asher mengecup kembali kening Alesya. "Beristirahat lah.." Setelah mengatakan itu Asher beranjak dari tempat duduk dan beberapa saat kemudian tubuh nya menghilang di balik pintu.
__ADS_1
Di tempat lain tepat nya sebuah apartemen mewah di kota C bagian timur jauh, Cecila tengah mengenakan pakaiannya nya yang semalam, gaun hitam seksii sebatas paha dengan belahan da-da yang sangat rendah dan setelah itu ia menutupi nya dengan sebuah blazer.
"Kau sudah mau pergi Celia..". Seorang Pria yang cukup tampan, ia bangun dan bersandar di headboard, dengan menampilkan da-da bidangnya, ia melihat wanita yang ia dekati selama 1 munggu terakhir ini dan baru malam tadi ia dapatkan.
Sempat kecewa karna sudah tak pera-wan lagi, padahal yang ia dekati adalah gadis muda berusia 19 tahun, namun tubuh dan paras nya begitu cantik dan dewasa.
"Setelah ini kita masih bisa bertemu..". Celia mengeluarkan rambut indah nya yang tertutup oleh blazer.
Pria itu lagi-lagi terpesona, ia langsung menarik lengan Cecelia dan membuat gadis mudah itu jatuh ke pelukan nya lagi. "Jangan dulu pergi, bukan nya besok lusa Kau akan menikah, bagaimana jika kita melakukan nya sekali lagi.." Tangan Pria itu tak diam ia membuka pengait pakaian yang menutupi tubuh Cecilia.
"Kita masih bisa bertemu, meskipun Aku sudah menikah Melvin. ...Ahhhhhk.... Kau nakal.." Cecilia tersenyum lagi-lagi bira-hi nya di pancing kembali padahal mereka melakukan nya lebih dari 1 kali malam tadi.
"Bukan nya kau..! yang nakal.." Melvin membawa tubuh Cecilia untuk naik di atas pahanya, tangan nya terus menelesup masuk ke dalam dres, memberikan usapan lembut membuat Gadis itu kembali melengguh nikmat.
"Tangan mu Aaahhhh...sangat nakal Melvin.." Cecilia kembali di buat melayang hanya karena Melvin menyentuh kulit belakangan nya.
"Aku ingin kembali ber-cinta dengan mu Honey.." Tubuh Cecelia sudah di buat polos, Melvin langsung memutar tubuh dan kembali mengukung Cecelia, dengan buas nya ia menikmati bibir Gadis muda itu. Sebenarnya Melvin bukan tipe orang yang menyukai gadia muda.
"Apa kau selalu melakukan nya dengan pengaman.." Tanya Melvin. saat ini pinggul Melvin bergoyang dengan sangat pelan.
"Tentu sa- ja...Ahhhhh...., selain Aku takut hamil, Aku juga takut kena penyakit Ahhhh Melvin lebih cepat emmmph.."
"Of course honey.." Dan detik berikut nya Melvin bergerak dengan lincah, rudal nya terus keluar masuk ke lubang kenikmatan miliki Cecilia yang terasa longgar itu. "Sejak kapan Kau melaku-kan ini.."
"Maksud- mu emmmmp Aahhhh ber-cinta." Buah da-da Cecil terus naik turun seiring hentakan yang di buat Melvin. "Emmmm Ahhhh lebih cepat lagi Melvin, Ahhh aku ingin Ahhhh...". Cecilia terus meracau tidak jelas.
" Tentu saja.." Bukan Melvin penasaran, tapi Dia cuman ingin tahu saja.
"Saat aku duduk di kelas 9, Aku melakukan itu dengan kekasih ku..".
__ADS_1
Waw... Melvin tak bisa berkata-kata lagi, Namun ini bukan suatu hal yang aneh di negara mereka memang biasa melakukan hal seperti ini.
"Boleh kah Aku tahu, Aku Pria ke berapa...??" Melvin bertanya kembali, kali ini lahar nya sudah keluar ia ingin mengganti pengaman yang baru.
"Apa sudah selesai..". Cecilia membuka mata dengan nada kecewa,, saat Rudal besar itu di tarik keluar. Namun detik berikut nya, Melvin kembali memasuki Cecilia dengan hentakan yang luar biasa.
" Emmmmmp Ahhhhhk Melvin, milik mu sangat Ahhhhk..."...Pria itu terus bergerak dengan liar, Bira-hi Gadis ini terus menggebu, di ingin lagi dan lagi di masuki benda berbatang besar ini.
Dan lengguhan itu terus berlanjut hingga matahari semakin turun dari beradapan nya.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku Celia.." Melvin mamatik sebuh korek api, dan membakar sebuah rokok yang saat ini berada di mulut.
"Yang mana..." Cecelia sudah mengenakan baju dengan lengkan dan bersiap akan pergi. Dia harus pulang.
"Aku Pria keberapa yang telah memasukimu.." Cecelia memutar mata nya, ia mencoba mengingat hingga ke sepuluh jari nya mulai menghitung dan yang lebih mengejutkan kesepuluh jari itu tidak lah cukup.
"Seperti nya Aku tidak ingat Melvin, tapi jujur saja milik mu itu sangat luar biasa, bahkan bisa membuat Aku mendapatkan kenikmatan yang sesungguhnya nya..".
Kaki nya melangkah lebih dekat, ke arah sofa dimana Pria itu berada, ia naik ke atas paha Pria itu lagi "Malam ini Aku ingin lagi, Tapi sayang nya Aku harus pulang..". Cecelia mengecup bibir itu sekilas, ia mamandangi wajah tampan Melvin.
"Aku akan datang ke kamar mu malam nanti..."
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be Contiuned.