Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 66


__ADS_3

Suasana malam yang begitu romantis masih berlangsung di aula dansa, terlihat begitu banyak pasangan yang menikmati momen mereka dengan pasangan nya.


Alunan musik yang terus mengiring langkah kaki, begitu pula dengan Alesya, padahal ia tidak tahu wajah Pria ini, namun entah kenapa ia merasa nyaman terlebih lagi jantung nya terus berdebar tak karuan.


"Aku ingin melihat wajahmu Alesya.." Sudah sangat lama ia tak melihat wajah Wanita tercinta nya, yang sering melintas di ingatan, dan juga mimpi. Hingga tangan itu terulur naik untuk melepas pengait topeng yang di kenakan Alesya.


"Tidak..." Alesya menggeleng. Bukan ia takut jika nanti terpergok Aiden dan membuat Pria itu marah dan kecewa namun Dia lebih nyaman dengan seperti ini.


 Namun terlambat, Asher berhasil melepas topeng yang ia kenakan.." Kau sangat cantik.." Asher tersenyum. Akhirnya ia bisa melihat wajah Alesya nya lagi.


"Tuan, Anda.." Alesya segera memakai nya kembali, ia begitu gugup dan malu. Tapi kenapa.


Dan jantung Alesya semakin berdebar saat Pria itu memeluknya dengan erat. "Kau tahu seberapa gilanya Aku mencarimu!!.." Asher memeluk Alesya nya dengan kuat. "Setelah ini Kau hanya akan menjadi miliku..."


"Tuan, Anda.." Alesya berontak meminta lepas, namun Pria ini begitu kuat memeluk nya.


"Apa Kau masih tidak mengenali suaraku, perlukah ku buat Kau menjerit kembali di atas ranjang agar Kau bisa mengingat nya." Asher berkata lagi drngan suara yang lebih sensual.


...Deg....


"Asher.. Kau.." Alesya tergagap. kenapa ia bisa bodoh tak pernah berpikir jika orang yang tadi mengajak nya berdansa adalah Asher Pria gila itu, padahal sudah jelas jika Aiden menyebutkan nama Asher tadi.


Dari suara, wangi tubuh bahkan pelukan nya, Kini Alesya ingat, namun untuk lari rasanya sudah sangat terlamabar, Atau kah ia harus berteriak untuk minta tolong.


Namun sebelum ia berteriak suara lain mendahului nya. Setelah itu pengacau masuk deretan Pria berseragam melancarkan banyak tembakan, membuat semua orang menjerit panik


Sudah jelas jika ke kacauan itu ulah Asher, tak peduli jika ini adalah pesta sahabat nya, salah sendiri kenapa menyembunyikan Wanita nya, yang ia cari seperti orang gila.


Banyak orang yang berteriak saat ke kacauan itu terjadi, mereka pada berlarian untuk menyelamatkan diri melawati pintu belakang.


Kepanikan pun merajai mereka yang belum siap bertemu dengan kematian, begitu pula dengan Alesya, Wanita cantik itu bergetar takut saat ada peluru yang nyasar ke arah nya, dan Asher refleks membawa tubuh Alesya ke dalam dekapan nya.


"Kita pergi dari sini..". Alesya menurut saja. Wanita itu berlari mengikuti langkah Asher, menghindar dari serangan yang di tunjukan kepadanya, tidak tahu saja jika ke kacauan ini terjadi karena Asher sendiri, begitu pula dengan peluru yang nyasar.


Pria itu ingin menciptakan ketegangan terhadap Alesya di tengah ke kekacauan kemudian dirinya lah yang akan menyelematkan si cantik.


Sungguh licik.

__ADS_1


...Trangk...


...Trangk...


Bunyi tembakan terus beruntun menembaki langkah mereka, sementara Alesya terus saja menjerit takut mengikuti langkah Pria yang saat ini membawa nya masuk ke dalam lift.


Tampa ba bi bu lagi, A'sher langsung memojokan Alesya di dinding lift, Pria itu membuang topengnya dengan sembarang begitu juga milik Alesya.


Kini kedua netra itu saling pandang dengan irama jantung yang mendominasi, Asher langsung menyatukan bibirnya dengan Alesya, tak peduli dengan pemberontak Wanita nya, Pria itu terus melu-mat hingga Lift tiba di lantai paling atas.


...Cup...


"Aku sangat merindukanmu.." Di akhiri dengan sebuah kecupan di dahi Pria itu menarik lengan Alesya untuk keluar dari Lift.


Tepat nya di atas rottop, sebuah helikopter sudah menunggu mereka. "Kau mau membawa ku kemana.." Alesya memberatkan tubuhnya hingga Asher berhenti dan melirik nya kebelakangan.


"Ke istana kita tentu nya..". Pria itu tak lagi menyeret Alesya, tapi dengan memangku nya Ala bridal style.


"Asher Kau gila, turun kan Aku.." Alesya memberontak, namun Asher tetap membawanya hingga masuk ke dalam pesawat.


Asher melepaskan mantelnya, kemudian meletakkan nya di bahu Alesya, pakaian Wanita nya begitu minim dan sedikit terbuka.


Pria itu kembali diam, namun di dalam hati Pria itu seakan melompat-lompat setelah sekian lama, Akhirnya Alesya nya kembali.


...----------------...


Tampak di udara sebuah pesawat helikopter mulai mendaratkan dirinya di sebuah lapangan luas berumput hijau, namun saat Alesya mulai menurunkan kakinya, ia begitu asing dengan tempat ini.


Bahkan hunian besar nan megah yang terlihat seperti istana itu, membuat ia bertanya-tanya. Rumah siapa ini..!?.


Wanita itu terus melangkah maju, berniat kabur pun Alesya tak tahu harus kemana, apa lagi harus terjebak dengan Pria penguasa lagi, Ia begitu muak.


Sementara Asher, Pria itu tengah mendapat sembungan telpon dari Sahabat nya. "Apa Kau yang membawa Alesya ku..!!". Di sebrang sana Aiden berteriak sangat marah, bagaimana tidak pesta pertunangan nya hancur berantakan, begitu pula dengan bisnis, di tambah lagi calon Istri nya di bawa kabur oleh Sahabat nya sendiri.


Adakah orang yang tak marah jjka semua kekacauan ini terjadi dalam semalam.


"Dia Alesya ku, sebelum menjadi Alesya mu Aiden.." Asher tak peduli sebagaimana mereka dekat, namun untuk Alesya dia tak akan lunak, Asher sudah siap mengibarkan bendera perang.

__ADS_1


"Kau pikir Aku percaya HA, cepat kembalikan Alesya ku Asher, atau Kau akan jadi musuh ku.!!." Aiden meraung marah, ia sangat menginginkan Alesya nya kembali.


"Kau pikir Aku mau bersahabat lagi dengan mu, setelah menyembunyikan Wanitaku selama ini. Sebaiknya berhenti mengharapkan Alesya ku, apa hadiah dariku masih kurang cukup.." Kata Asher dengan dingin.


"Jadi semua ini adalah ulahmu Asher.." Di seberang sana wajah Aiden begitu merah, ia melepaskan dasi dengan kasar kemudian melempar nya.dengan asal.


"Tentu saja, tunggu saja hadiah lain akan datang menyusul, dan sebaiknya Kau bisa menjadi Pria yang penurut saja.. " Setelah itu Asher mematikan panggilan itu secara sepihak,


Di tempat lain Alesya di layani layak nya Ratu, banyak pelayan mengelilingi nya, membantu ini dan itu hingga Alesya kini sudah duduk di tepi ranjang dengan pikiran yang begitu rumit.


Kenapa kehidupan nya selalu di kelilingi Pria penguasa, Dia ingin tenang dan nyaman apakah tidak boleh.


Tiba-tiba pintu kamar nya terbuka dan menyembulah seorang Pria tampan dengan langkah yang begitu lebar.


"Apa Kau lapar.." Asher tersenyum seraya membawakan 1 troly penuh makanan, ia ingat Alesya tidak makan sejak di persta tadi.


"Apa Kau pikir Aku babi, makan sebanyak itu.." Ucap Alesya dengan ketus, ia masih benci dengan Pria tirani ini, meskipun wajahnya sangat tampan.


"Apa Kau pikir seekor babi Aku ijinkan duduk di ranjang ku.." Jawab Asher dengan senyum manis dengan troly yang terus di dorong ke dekat ranjang.


Alesya bergidik, melihat senyumam itu. "apa dia sudah gila'.


" Makan lah, Aku tak ingin kamu sakit.." Di Akhiri dengan usapan lembut di kepala Alesya, Pria itu kembali ke luar, baginya sudah cukup hanya bisa melihat Alesya baik-baik saja, Dia ingin memberikan ruang untuk Alesya nya.


Sementara Alesya di buat binggung dengan tingkah Asher yang begitu manis, setelah hampir 5 bulan tidak bertemu kenapa Pria itu bisa berubah.


.


.


.


.


.


To be continued.

__ADS_1


__ADS_2