
Suara erangan dan rintihan nikmat terus menggema di salah ruangan Prudential suit room malam itu,
Seorang Pria tampan terus menggeram dan men-de-sah, seraya menikmati wajah penuh naf-su seorang Wanita, dengan p******a yang terus berguncang ke kanan dan kekiri seiring hentakan pinggul nya.
"Ahh... Kau sangat nikmat B***h..". Pria itu kembali menggeram, seraya menarik puncak berwarna pink itu, mengakibatkan sang Wanita terus merasakan ngilu bercampur nikmat, tak tahan dengan sentuhan gila itu, sang Wanita menjambak rambutnya seraya mengelengkan kepalanya kekanan dan ke kiri.
Tau partner ranjang nya akan mendapat pelepasan, Pria itu semakin gencar menggerakkan pinggul dengan brutal hingga menyebabkan bunyi yang sangat nyaring.
"Ahhhhh..." Tubuh Wanita itu melenting, dengan tangan yang masih meremas rambutnya, dengan kepala yang mengadah ke atas, akhirnya setelah pertempuran panjang ia mendapat klim-aks nya.
"Nikmat h'm..". Tanya nya. dan Wanita itu membalas jawabannya dengan mengangguk dengan tubuh yang masih melenting.
"Sekarang giliran ku.." Hentakan yang tadi dengan tempo pelan kini di percepat.
"Ahhh .. di situ Tuan Ahhhh, Aku---- ingin Ahhhh.." Racau nya tidak jelas, seperti Wanita ini akan kembali mendapatkan pelepasan.
"Kau menjepit ku dengan kuat B***h..". Tubuh Pria itu semakin basah dengan keringat, hentakan pinggul itu semakin kuat dan gila dan Sang Wanita sangat menyukainya setiap permainan yang di lakukan Tuan nya.
Keduanya terus melengguh hebat, milik mereka saling melayani dan menghantarkan kenikmatan hingga keduanya mendapatkan pelepasan entah yang keberapa kali.
"Dari dulu milik mu itu selalu menggigit.." Pria tampan itu mengelus rambut Wanita nya, setelah berjuang merengkuh kenikmatan bersama, mereka berbicang seraya berpelukan.
"Dan Tuan selalu bisa memuaskan ku..". Wanita itu masih saja bermain dengan benda perkasa yang sudah loyo itu, terasa lengket dan hangat, namun saat berdiri tegak benda itu selalu membuat ia melayang.
"Kau selalu menjadi ja-lang yang Aku sukai.." Pria itu mencium bibir Wanita nya, dan kini berubah menjadi sebuah lu-ma-tan.
"Tuan, masuki Aku lagi ku mohon..". Wanita itu kembali merasakan bi-ra-hi nya kembali naik, ia ingin kembali merasakan hentakan pada milik nya ini, padahal belum lama ini ia melakukan nya dengan Pria lain.
"Kau memang ja-la-ng yang professional.." Pria itu menyeringai. "Tapi sebelum itu bagaimana dengan misi yang Aku berikan, apa semua berjalan lancar..!?"
Wanita itu seakan tak peduli dengan pertanyaan Tuan nya, yang ia ingin kan saat ini adalah penyatuan kembali, dan saat milik Tuan nya sudah kembali tegak Wanita itu langsung duduk menunggangi Pria tampan dan nan gagah itu.
"Bicaranya setelah ini.. ". Dengan tak tahu malu nya, Tangan itu menuntun barang tak bertulang itu untuk masuk ke dalam milik nya.
__ADS_1
Dan beberapa saat kemudian, pinggul nya bergoyang dengan liar, dengan tangan yang terus berpaut dan Sesekali melu-mat bibir Tuan nya yang sek-si.
...----------------...
Di waktu yang sama dan juga tempat mewah yang sama pula.
"KAU MONSTER BIADAB..!!" Teriak nya. Alesya sudah benar-benar muak dengan kekuasaan yang semena-mena ini.
Mata nya langsung menggelap, hati nya merasakan ada yang aneh dan itu terasa nyeri dan ia tak menyukai julukan yang keluar dari mulut Alesya, meskipun kenyataan nya Dia memang monters, tak terhitung banyak nyawa yang melayang di tangan nya.
Namun sebagai mana pun Alesya memberontak dan menolaknya, seujung rambut pun Asher tak akan pernah melepaskan Alesya nya.
"Dan Kau akan terjebak selamanya dengan monster seperti ku..". Suara terdengar dingin dan dalam, Alesya di buat merinding namun tak sedikitpun ia merubah mimik wajah, Wanita itu masih berani menatap tajam.
"Lepaskan Aku,..".
Asher semakin menggelap, Pria itu mencengkram dagu Alesya lalu mendongakan kepala nya, agar Wanita tahu semarah apa Dia saat ini, menyatakan bahwa Kau tidak berhak meminta lepas darinya.
"Kau tak berhak mengurung ku Asher dan Aku tidak mau terjebak dalam lingkaran setan bersamamu..!?..". Teriaknya muak.
"Dan katakan kepada ku, bukan nya Vivian Wanita yang begitu berharga yang telah membuat seorang Asher murka dan membuat Aku sebagai sandera , bukan nya dia telah kembali, kenapa masih saat ini Kau tak bisa melepaskan Aku, Kenapa HA..!?.". Lanjutkan nya lagi.
" Karna Kau membut ku gila Alesya.." Ucap Asher seraya melumaat bibir Wanita yang sejak tadi terus mengoceh.
Ia terus melahap rakus bibir itu dengan buas tampa peduli setiap pukulan yang terus datang menimpa da-da nya.
...Plak...
Lagi-lagi Alesya menampar pipi Pria itu, mungkin Alesya telah mencetak rekor. Tak ada seorang pun Wanita yang berani menampar pipi dengan wajah bak dewa yunani itu, yang ada mereka selalu memuja dan mendambakan seorang Asher Drake Kharkov.
"Setelah ini, Aku akan mengurung mu, akan Aku pastikan hanya Aku yang akan melihatmu dan selalu menyentuh mu, bahkan cahaya matahari pun tak akan menyentuh kulitmu, bahkan tampa ijin ku Angin tak akan berani membelai rambutmu.." Kata Asher dengan intonasi rendah dan percayalah itu terdengar sangat mengerikan bagi Alesya.
"Kau gila dan tak waras Asher.." Sarkas nya.
__ADS_1
"Ya.. semua yang berhubungan dengan mu, membuat Aku gila, Kau hanya miliku..". Detik berikut, Asher merobek gaun yang di kenakan Alesya, Wanita itu menjerit dengan tangan yang mencoba yang menyilang mencoba melindungi dirinya.
Asher bak singa yang tengah kelaparan, dengan tangannya nya ia mencabik kasar seluruh pakaian yang di ke kenakan Alesya, dan pandangan nya semakin menggila saat melihat tubuh Wanitanya sudah polos.
"Jangan lakukan Aku mohon...!?". Kali ini tak ada tatapan tajam, Wanita itu sudah sangat terhina dengan perlakuan Asher padanya, ia menangis dan mengiba.
Namun Asher tak peduli, diri nya sudah di balut dengan gai-rah yang terus menggebu di campur dengan emosi yang kian meledak, namun sebisa mungkin ia tahan karna tak ingin menyakiti Alesya nya.
Pria itu mendorong tubuh Alesya ke atas ranjang, hingga tubuh polos itu sudah terletang tampa busana di atas busa empuk itu, sungguh sebuah pemandangan yang menggiurkan.
Kedua tangan Asher menarik kaki jenjang itu dan langsung membuka kedua paha nya, dan detik selanjutnya Asher mengukung Alesya.
Berulang kali Alesya terus memberontak dengan segenap kekuatan ia terus mencoba mendorong dan memukul da-da bidang itu, namun tenaga yang tak seberapa itu sama sekali tak membuat Pria itu pergi dari tubuh nya.
Kemudian Asher mengambil pakaian Alesya yang telah ia robek, dan menjadi pakaian itu tali dan mengikat kedua tangan Alesya ke atas.
"Lepas kan Aku berengseek.., ,Bajingan jangan sentuh Aku...Aku tidak sudi..". Alesya terus berteriak, hingga berulang-ulang hingga bibir nya terbungkam dengan ciuman Asher yang buas.
Di sela ciuman nya yang memaksa Karna Alesya terus saja menggeleng, dengan terpakasa ia semakin menekan kepala Alesya, dengan tangan yang mulai sibuk membuka kancing kemeja nya.
"Lepaskan Aku Bajingann..." Alesya kembali berteriak-teriak setelah mulut nya tak lagi di bungkam oleh bibir Asher, Pria itu tengah sibuk meloloskan pakaian nya sendiri hingga pada Akhirnya Ke-dua nya sudah polos.
"Tidak..Kau hanya miliku.., Dan setelah ini Akan ku tunjukkan bagimana cara menjinakkan Wanita seperti mu.."
.
.
.
.
To be continued.
__ADS_1