Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 56.


__ADS_3

Malam ini terasa lebih panjang dari biasanya, terutama bagi Alesya ia tak pernah menyangka jika kejadian nya akan seperti ini.


Tentu saja kejadian ini tak pernah ia duga sama sekali dan pasti nya Wanita itu di buat terkejut, melihat Seorang Lord Aiden bersimpuh di depan Duchess Rowena demi seorang Alesya yang notabene nya adalah seorang pelayan.


Yang harus di ingat, Mereka adalah keluarga bangsawan yang pastinya memiliki kriteria yang sesuai. Namun Aiden yang kukuh terhadap nya membuat sang Duchess mau tak mau menerima nya, dengan banyak syarat tentunya.


Hingga pada akhir nya ia bisa meninggal kan keadaan canggung yang di alami dengan Tuan muda yang sudah ia urus selama lebih dari 4 bulan itu.


"Huft Akhirnya..". Alesya bernafas dengan lega saat ia berhasil masuk ke dalam kamar nya, berterima kasih lah pada Rowena yang ingin menemani Putranya, dengan begitu ia bisa pergi tampa harus menjawab pertanyaan Aiden.


Yang sampai saat ini ia masih bingung harus menjawab apa, meskipun perbandingan nya antara 50%, tampak nama seseorang membuat ia masih ragu untuk berucap iya Aku bersedia.


Jujur saja ini terlalu mendadak bagi dirinya, haruskan ia menerima Pria itu, memang tak ada Pria lain yang sebaik dan selembut Aiden jika yang di khawatirkan adalah cinta yang ada di hati, sungguh Alesya merasa muak.


Namun sebisa mungkin ia menepis rasa itu jauh-jauh untuk Pria yang tak berhak mendapatkan cinta dan hati nya, mengingat betapa kejam nya Pria itu padanya.


" Apa Asher mengetahui Kau ada disini..!?". Jantung Alesya seakan berhenti berdetak saat mendengar suara asing di kamarnya, Ia takut sekaligus terkejut ada orang lain selain dirinya.


...Clek...


Jemari lentik itu, meraba saklar lampu dan sosok tampan ada bersama nya di ruangan ini, Dia adalah Arthur Dominic yang duduk dengan santai nya di atas ranjang, seraya tersenyum manis kepada nya, percaya lah senyuman itu begitu menakutkan meskipun terlihat sangat tampan, bagi siapapun yang melihat nya, kecuali Alesya.


"Tuan sedang apa Anda di kamar ku..!?" Alesya mencoba tenang dan tidak panik, meskipun ia tidak tahu untuk apa Pria itu masuk ke dalam kamarnya, tapi sudah jelas Arthur tidak berniat baik padanya. Apalagi hari ini adalah pertemuan pertama nya setelah beberapa bulan lalu, Saat Alesya bertemu dengan Arthur di pesta dan itu sekitar 5 atau 6 bulan, entahlah ia tidak terlalu ingat lagi pula Pria itu tidak lah penting bagi nya.


"Tentu saja, Aku ingin melihatmu Alesya.." Arthur terlihat seperti singa lapar yang ingin menerkam mangsa nya, Alesya harus cepat keluar dari kamarnya. Namun saat ingin membuka pintu, itu tak bisa dibuka.

__ADS_1


Sial pintu nya di kunci.


"Aku masih ingat, jika Kau meminta bantuan ku, untuk lepas dari tangan Asher, apa Kau masih memerlukan bantuan ku untuk lepas dari tangan Kakak ku Aiden, Dia Pria lumpuh dan tak bisa memuaskan mu di atas ranjang.." Pria itu terus berbicara, seraya memain kan remot kontrol dan itu adalah akses untuk membuka pintu.


Dengan sengaja ia memainkan benda itu di hadapan Alesya, seolah-olah ia baru saja mengatakan. Jika Kau tak bisa keluar dari tempat ini tampa seijin ku.


"Tuan tolong lepas kan Saya.."Alesya sudah ketakutan di tempat nya, tubuhnya semakin bergetar takut saat langkah Pria itu semakin dekat dengan dirinya.


'Tuhan selamat kan lah Aku dari Pria ini'.


"Kenapa, Kau begitu takut saat melihat ku, Aku tak jauh lebih tampan dari Pria gila itu dan juga Aiden, dan Aku pun bisa juga membuat mu menjerit lebih lama di atas ranjang Alesya, bahkan Aku jamin juka Aku lebih perkasa dari mereka..." Pria itu berdiri tepat di depan Alesya yang saat ini tengah bergetar takut. Wanita itu seakan terpaku di tempat nya, lutut nya seakan lemas tak bisa di gerakan


Tangan kekarnya terulur membelai rambut, sembari menatap dengan intens setiap keindahan yang ada di wajah Alesya.


Wajah yang selalu ia rindukan setiap malam, dan sangat ingin ia merengkuh tubuh kecil itu dengan tangan nya, menyembunyikan nya dari dunia luar dan hanya Dirinya lah yang bisa menikmati setiap inci tubuh nya bahkan ia rela mengorbankan apapun untuk seorang Alesya, termasuk mengambil paksa dari Kakak nya.


"Tuan tolong jangan seperti ini.." Alesya mulai menangis, ia benar-benar takut, padahal dulu ia sempat berharap bisa pergi dengan bantuan Arthur tapi saat melihat betapa seram nya Pria ini. Maka sudah jelas Aiden adalah yang terbaik.


Ada perasaan sesal yang di rasakan Alesya, dengan meminta bantuan Pria ini untuk lepas dari cengkraman Asher, secara tidak langsung dirinya mengundang Arthur untuk masuk kedalam kehidupan nya, dan ia merasa menyesal.


"Kau tahu, setelah hilang nya dirimu, Aku mencari mu ke setiap pelosok hanya untuk mendapatkan mu lebih dulu, dan ternyata Kau bersembunyi tepat di bawah mata ku, bahkan Aku sedikit terlambat karna Kakak ku yang mendapatkan mu lebih dulu.." Kata Arthur, Pria itu tak bisa berpaling dan memandangi wajah cantik Alesya nya.


Melihat bibir mungil yang semerah delima itu, Rasa nya ia sudah sangat tak tahan ingin melu-mat nya, sudah sangat lama ia mendambakan seorang Alesya yang ingin ia taklukan di atas ranjang.


"Pantas saja, Asher di buat gila karna mencari mu Kau tahu Pria itu sampai mengancam bisnis ku, karna mengira jika Aku ikut andil menyembunyi kan mu, Bukan kah Kau harus membayar ganti rugi.." Itulah alasan nya selama beberapa bulan ia tidak pulang, apa lagi berkunjung ke kediaman Kakak nya, selain mencari keberadaan Alesya ia pun di sibukan dengan bisnis nya.

__ADS_1


"Tuan Aku tidak mengerti maksud Anda?, dan tolong lepas kan Saya..!" Alesya mencoba melepaskan diri, namun pergerakan nya terbatas. Dirinya di kukung di sisi pintu dengan Arthur menghimpitnya, bahkan wangi tubuh Pria ini bisa tercium.


"Kau tidak paham atau hanya pura-pura, Asher membuat ku merugi sangat banyak dan itu karna hilang nya dirimu, dan ia menyalahkan ku, bukan itu sudah jelas.." Lalu apa yang menjadi masalahnya, Alesya rasa itu tak ada sangkut pautnya dengan dirinya.


"Lalu Tuan mau Aku mengganti nya, begitu.!?." Alesya sudah sangat sering dan hapal sekali mendapatkan perlakauan seperti ini dan ujung-ujung nya ia akan di manfaatkan, rasa nya ia sudah muak ternyata menjadi Wanita cantik itu tidak lah mudah.


"Tidak, Kau tak perlu menggantinya, Aku hanya ingin mewujudkan apa yang di tuduh kan Asher padaku, Yaitu menyembunyikan mu..!!" Dan kata-kata terakhir Arthur sukses membuat tubuh Alesya menegang, sinyal bahaya mulai berbunyi, Pria ini sangat berbahaya, dirinya harus lari tapi kemana?


"Tuan Aku mohon jangan lakukan ini padaku, kalau tidak Aku akan berteriak.." Ancam nya. Alesya susah tampak putus asa, Wanita ini mulai berteriak meminta tolong.


"Berteriak lah, namun itu tidak berguna sama sekali, suaramu akan teredam oleh ruangan ini jangan bilang Kau tidak tahu jika kamar ini kedap suara..".


Dan detik berikutnya..


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be contiuned.


__ADS_2