
Asher duduk dengan menyilang kaki, punggung nya ia sandaran-kan di busa yang empuk itu dengan terus terseyum layak nya orang gila, seraya menghisap cerutu.
Seperti yang Antonio bilang, Tuan nya memang sudah tidak tertolong lagi, atau Hati nya sudah terjatuh telak untuk Alesya, namun mulut Pria itu belum pernah mengatakan cinta.
Asher bahkan tak pernah tahu apa arti cinta yang sebenarnya, tak ada yang pernah mengajari-nya termasuk ke-dua orang tua nya.
Sejak kecil, ia didik dengan penuh otoriter oleh kedua orang tua, selalu menuntut untuk melakukan segala sesuatu dengan sempurna, dengan begitu Asher tumbuh menjadi orang yang dingin, bahkan sulit bergaul.
Sementara Alesya, Dia duduk di sudut mobil, dengan mendelik kesal, seraya memegang erat sebuah mantel milik Asher.
"Kenapa, Mau memaki ku lagi..!" Asher membalas tatapan tajam itu, ia tahu Alesya nya kesal, karna sudah ia telan-jangi.
Namun Wanita itu memilih Diam, tangan nya masih mencengkram erat mantel itu. "Lain kali Aku akan menghukum-mu lebih dari ini Alesya ". Cukup puas Diri nya menghukum Alesya dengan cara yang tak biasa.
Asher tersenyum saat melihat ke sepuluh jari-jari nya, ia kembali mengingat kejadian beberapa jam lalu, dengan buas nya ia menggerayangi Alesya, hingga Wanita itu terus melengguh dan mengumpati nya secara bersamaan.
Pakaian nya pun, di buat sobek oleh nya, jika ia tak mengingat Alesya nya baru sembuh, mungkin cerita nya akan berubah menjadi sangat panas.
Tak hanya jari nya yang mencelup sesuatu yang basah, namun yang di bawah yang selalu meronta ingin di puaskan, mungkin bisa menanam benih unggul nya.
Alesya tetap memilih diam tak menjawab, dengan wajah melihat kesamping, kendaraan masih terus melaju hingga 1 jam, terlalu lelah mengutuk Asher di dalam hati, Akhirnya Alesya tertidur hingga sebuah tangan membawa kepala nya untuk bersandar di sebuah bahu.
"Kau sangat cantik Alesya.." Asher mengelus kepala Wanita itu, hingga Akhirnya Pria itu ikut tertidur.
Langit berubah gelap saat netra kembali melihat, apa ini sudah malam, Alesya celingukan saat terbangun ia hanya sendiri dengan berselimut tebal, tak ada Asher di samping nya hanya satu set pakaian yang di sediakan khusus untuk nya.
"Dimana ini.." Alesya kebingungan, saat kepala menyembul keluar. Dirinya berada di tempat asing.
"Ini akan menjadi tempat baru kita Ale.., Aku akan membangun sebuah Istana di tempat ini.." Asher lah yang menjawab, ia kembali memberi mantel nya untuk Alesya.
"Apa Kau suka..". Alesya tak menjawab, ia begitu malas untuk menanggapi omongan Asher yang menurutnya tidak penting.
Apa nya yang tempat baru kita!, tinggal saja sana sendiri, di istana yang mau kau bangun itu, ngga usah pake kata kita segala...
Tempat itu ada di sebuah bukit, di atas sini ia bisa melihat indah nya di malam hari Kota C, sangat menyejukan, namun saat malam seperti ini sangat lah dingin. Samar-samar sedikit kilasan balik berputar di ingatan nya, anak lelaki yang imut menangis tersedu di pundak nya.
__ADS_1
Entah kenapa, ingatan itu berputar saat Asher berjalan ke arah nya..!?.
Dan malam itu terus berlalu meskipun Asher telah merelakan mantel hangat nya ia tetap merasakan dingin. "Haaa acuh..". Alesya bersin hingga berkali-kali.
"Masih dingin.." Asher memeluk Wanita nya dari belakang, semua pengawal sigap mengalihkan perhatian nya ke tempat lain, ini adalah privasi Tuan nya.
"Jangan se-enak nya memelu-ku brengsek..". Alesya melepas rangkulan itu, ia lebih baik mati kedinginan dari pada mencari kehangatan di tubuh Pria itu.
Melihat Alesya terus menolak-nya, Asher mengalah. Ternyata menahan amarah dan sabar itu sangat lah susah dan dirinya merasa tersiksa cara membuat Alesya untuk menurut padanya.
"Kau tahu Adik mu akan menikah di tempat ini.." Alesya masih diam, namun ia mendengar kan apa yang di ucap kan Asher.
"Kau akan terkejut saat melihat siapa yang akan di nikahi Adik mu itu..". Asher berkata lagi, namun Alesya nya masih diam.
"Kau tak penasaran..!?" Tangan nya ter-ulur membawa wajah cantik itu untuk menatap nya, namun Lagi-lagi mata yang selalu menampilkan kebencian selalu berpaling arah darinya.
"Tidak, selama Dia tak menikah dengan mu, Aku akan selalu bahagia dan memberi selamat untuk nya...".
" Benar kah...Hahahahha..." Asher tertawa mendengar itu, benarkah Alesya nya bahagia.ll
Alesya mendelik dengan kesal, kenapa Pria ini tertawa..?. Apakah ada yang lucu. Dan ini adalah kali pertama nya Alesya melihat seorang Asher Drake Kharkov tertawa.
"Apa Kau sebenci ini padaku karna memisahkan mu dari Pria itu.." Asher menarik Alesya dan mengukung Wanita nya di luar body mobil.
"Kau bodoh jika berpikir seperti itu..". Alesya kembali mengumpat. Apa Pria ini benar-benar lupa bagaimana kejam nya seorang Asher menganiaya-nya, bahkan kekejaman itu melebihi iblis.
"Berhenti lah meronta Alesya, kalau tak mau Aku telanja-ngi lagi.." Wanita ini benar-benar menguji kesabaran nya, hingga berkali-kali.
Namun sikap Alesya di luar dugaan, Wanita itu menyiku bagian sensitif Asher dengan kaki-nya., hingga Pria itu meraung menahan sakit.
"Apa Kau mau mati Alesya.." Asher sudah hilang ke-sabaran, Wanita ini ingin merasakan lagi bagaimana buas nya seorang Asher.
"ANTONIO BAWA WANITA INI.."
"Baik Tuan.." Asisten nya langsung berlari membawa Alesya jauh dari Tuan nya yang telah di buat murka oleh Alesya.
__ADS_1
"Lepas, Aku bisa sendiri.." Alesya di-seret hingga memasuki mobil, entah akan di bawa kemana di rinya.
"Kali ini Anda keterlaluan Nona.." Antonio mengucapkan itu sebelum menutup pintu mobil.
"Tunggu!!!., " Alesya tidak terima jika di sini ia yang di salah kan. "Yang keterlaluan itu Tuan mu, Antonio!!!. Apa Kau buta, Aku hanya menendang aset berharga nya, tak seperti Dia yang menghancurkan hidupku__"
Antonio diam, ia memilih tak menjawab, yang di katakan Alesya semua benar, Tuan nya memang keterlaluan, tapi menurutnya itu sudah biasa, malah menurut Antonio apa yang di lakukan Tuan nya, terbilang ringan.
Tak seperti tahanan yang lain, Wanita ini bahkan tidak merasakan rasa di setubuhi oleh para pengawal hingga mati. Itulah hukuman untuk Wanita yang tidak menghormati Tuan nya, Bukan nya Alesya adalah Wanita yang beruntung bisa mendapatkan hati Asher.
Alesya hanya di kirim kembali untuk kembali ke Mansion, berbeda dengan Asher, Pria itu mencari Wanita lain untuk melampiaskan emosi nya yang meledak karna Alesya nya.
"Kau Ja-la-ng...!. Lakukan itu dengan mulut mu.." Seorang Wanita dengan paras yang cantik, dia berjongkok di tengah selang-kangan Pria tampan yang malam ini jadi pelanggan nya.
"Baik Tuan..". Wanita cantik itu tersenyum merekah, sudah lama ia mendambakan seorang Pria tampan untuk ia layani meskipun hanya dengan mulut nya.
" Dasar tidak becus..!!!"Asher menendang dengan keras, hanya kembali mengingat sikap kurang ajar Alesya Dia kembali murka, padahal beberapa saat lalu ia mencoba untuk rilex dan menikmati service dari Wanita ini. Namun bayang-bayang Alesya terus menghantui pikiran nya.
"Kau tidak tahu diri Alesya ...! Aaaaarhg..."Asher melampiaskan kekesalan nya, pada Pe-la-cur yang tidak tahu apa-apa.
"Tuan apa salah Saya.." Mulut nya sudah pegal, karna melayani pelanggan nya, namun detik berikut ia di tampar bahkan di tendang.
Baru kali ini ia mendapatkan pelanggan gila seperti ini, Ia sangat cantik bahkan pelanggan nya membayar harga mahal hanya untuk menyewa jasa nya.
Lalu setelah mendapat kepuasan bukan sanjungan yang ia dapat-kan, malah makian dan tindak kekerasan.
"Alesya Kau membuat ku Gila.."
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continued.