Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 30.


__ADS_3

Dalam dekapan seorang Pria yang saat ini masih menguasai sepenuh hatinya, Alesya melingkar kan kedua tangan nya.


Tatapan penuh cinta mereka terus beradu hingga wajah sang Pria semakin mendekat hingga deru nafas pun terdengar bersahutan,, tak ada satu inci pun jarak di antara mereka, bibir Revan sudah menempel dan memberi kecupan lembut.


Jantung Alesya begitu berdebar, selama mereka berpacaran ini kali pertama se-intens ini, saling bertukar saliva terus menerus, Wanita ini sudah tidak kaku, Asher telah mengajari segala nya untuk urusan ranjang.


Revan membaringkan tubuh Alesya, tampa melepas pagutan nya, tangan Revan menelusup masuk ke sela pakaian Alesya.


Wanita itu diam, Alesya tak melarang Revan untuk bebas menyentuh nya, Pria itu mengusap lembut punggung Alesya jemari nya terus naik dan melepas pengait bra.


Tangan nya kembali bergerak, ke arah depan dan berhenti tepat di gundukan kenyal milik Alesya, sudah lama ia ingin menyentuh kekasih nya Se-intiim ini, ia meremas nya bergantian, hingga pakaian atas Alesya di buat naik hingga batas leher.


Pakaian yang di kenakan adalah baju terusan, maka, sudah jelas Alesya setengah telan-jang saat ini, Dia tidak malu sama sekali, dan memang seharusnya ia memberikan nya kepada Revan, Pria yang amat ia cintai.


Bukan Asher, Pria pembunuh berdarah dingin. Oh tidak sempat-sempat nya Alesya memikirkan Pria itu, kenapa dalam bayangan adalah Wajah Asher yang kini menikmati tubuhnya. Padahal itu sangat jelas adalah Revan kekasih nya. seharus nya ia berhenti memikirkan Pria bejat itu.


Revan kembali mensejajarkan wajah nya dengan Alesya, bibir nya kembali melu-mat dengan dengan penuh perasaan.


"Alesya..." Nafas Revan semakin memburu. ia sudah tak bisa menahan gejolak asmaranya, dan ingin ber- cinta dengan Alesya. Ia terus meremas dan mengu-lum bagian kecil yang di puncak itu secara bergantian.


"Aaaahhhh....Ash___". Alesya membekap mulut nya, hampir saja ia menceploskan nama Pria gila itu, untung saja Revan tak mendengar.


Meskipun Revan sempat kecewa, Dia bukan lah Pria pertama untuk Alesya nya, namun ia ingin pertama kali ber-cinta dengan orang yang sangat ia cintai "Boleh kah Aku memasuki mu Alesya." Belum sempat Alesya menyetujui nya, telinga mendengar pintu itu di buka paksa dari luar.


...BRAKK...


...BRAKK...


Dengan wajah memerah, Pria itu berdiri dengan menodongkan senjata.. Revan langsung berdiri saat melihat Asher tepat di depan mata nya.


Alesya di buat kalang kabut, ia seperti tertangkap basah saat sedang berselingkuh, ia langsung membenahi pakaian nya yang berantakan, Dan Asher melihat Alesya dengan datar, Wanita nya sudah terjamah oleh Pria lain.


"Asher Aku mohon jangan membunuh nya..". Alesya langsung di buat panik ia berdiri dan langsung berlari untuk menghalangi Asher, ia tahu Revan tak akan selamat setelah ini.

__ADS_1


Namun Asher langsung menghempas tubuh itu, ia merasa jijik dengan Alesya bahkan bekas percintaan mereka terlihat jelas oleh mata, jika Asher datang terlambat barang semenit saja, mungkin Alesya sudah di tunggangi oleh Revan saat ia sampai, dan Itu bukan perkara yang baik.


Mungkin Asher akan membunuh ke-duanya, cukup di perjelas, Asher tak suka barang nya di sentuh oleh orang lain.


"Kau berani menyentuh Wanitaku HA.." Asher menembak sembarangan arah. Alesya langsung menjerit, ia langsung melihat Revan yang masih berdiri dengan tegak, artinya Pria itu dalam ke adaan baik.


"Dia Wanita ku, sebelum Kau Asher.." Revan tidak takut, dia memiliki kuasa sama sepertinya nya saat ini, hanya saja ia tak memiliki senjata.


"Wanita mu Kau bilang, lalu bagaimana dengan Adiknya, apa Dia juga Wanita mu, oh tidak Dia calon Ibu dari anak mu, jika Kau lupa.." Ucap Asher dan berhasil membuat Alesya bertanya-tanya. 'Apa kah Celia hamil anak Revan' itulah kesimpulan yang Alesya dapat.


"Alesya jangan dengar kan Dia..". Revan memohon, jangan sampai Alesya tahu.


Alesya diam, ia mencoba mencerna atas apa yang Pria ini katakan, namun Asher melemparkan sesuatu ke arah nya, Alesya memungut itu di lantai ia tahu itu adalah sebuah undangan. Tertera nama Cecilia dan Revan di atas kertas itu.


"Jadi Kau yang menikahi Adik ku..??" Tangan Alesya bergetar, baru saja ia merasa bahagia saat kebersamaan nya dengan Revan namun detik berikut nya, ia langsung merasa sakit hati. Kenyataan ini tak mudah ia terima.


"Alesya, Aku bisa jelas kan.." Revan tak bisa berkata lagi, ini kenyataan Dia lah yang akan menikahi Cecilia besok, karna malam kesalahan yang tidak ia ingat.


"Jangan bunuh Dia, Aku tak ingin Anak yang di kandung Adik-ku kehilangan sosok Ayah..". Alesya sudah berada dalam dekapan Asher, ia mencoba menenangkan Pria itu dengan diri nya.


Namun Asher masih saja menodong kan senjata itu pada Revan. "Aku yang berkhianat, maka lebih baik Aku yang mati..". Alesya menepat kan sebuah pisau lipat yang selalu Pria itu simpan di balik jas dan menghunus kan nya ke leher, ia ingin mati sekarang juga.


"Kau Gila.." Asher menghempas pisau yang ada di tangan Alesya, ia tak ingin kehilangan Wanita itu, meskipun beberapa saat lalu ia merasa jijik dan ingin membunuh ke-dua nya.


"Lepaskan Dia, Aku mohon.."


"Kau memohon untuk nyawa nya.." Asher semakin gusar, ia maraung marah namun tak bisa menyakitkan Alesya nya.


Alesya tak menjawab, Dia memang memohon untuk nyawa Revan, meskipun hati nya saat ini benar-benar sakit karna pernikahan lelakinya.


"Becin-ta lah dengan ku sekarang juga, maka Aku akan melepas nya..". Asher menyeringai melihat wajah nanar Revan.


"Ok.. mari Ber_cinta..".Asher menarik pinggang itu dan langsung menabrak da-da bidang nya, ia meraih tengkuk dan melahap rakus bibir Alesya.

__ADS_1


Dan Revan diam mematung bagaimana Asher dan Alesya berciuman dengan panas di depan nya, dan parah nya Alesya membalasnya, hati nya berdenyut sakit. Dan Saat tubuh kekasih nya di bawa ke atas ranjang ia sudah benar-benar kehilangan Alesya.


"Kau masih berdiri disana, atau ingin melihat kami ber-cinta.." Asher menyeringai, dalam posisi mengukung Alesya, sudah jelas perbedaan di antara mereka, Tubuh Alesya adalah miliknya.


Asher tak peduli, ia kembali melanjutkan aksinya menyetubuhi Alesya, ia melucuti pakaian itu dan meremas benda kenyal itu bergantian.


Waniita melengguh lebih nikmat dan Revan mendengar nya dengan jelas.


Revan sudah pergi dengan hati yang amat hancur begitu pula Alesya yang semakin membenci Asher, ia terus mengutuk Pria ini di dalam hati, sementara mulut terus meracau ke enakan dengan permainan yang di buat Asher.


"Emmmmp ....Ahhhhhk .,.Asher ....Ahhhhk" Desah nya kembali lolos, Asher terus menggerayangi nya dengan lihai, hingga lidahnya bermain di bagian puncuk berwarna pink.


Asher melepas kasar kain terakhir yang menutupi bagian inti, ia buka lebar-lebar kedua paha Alesya dan melu-mat lalu menyesap nya.


Dan di saat Alesya semakin terbakar dan ingin segera di masuki, Asher menyudahi aktivitas nya, ia masuk kedalam kamar mandi untuk mendingikan kepala nya. Alesya berdecak sebal, Dia tinggalkan saat lagi panas-panas nya.


"Aaaaaaarrrrg....". Asher meraung dengan marah, ingatan masih jelas saat Pria lain menyentuh Alesya nya. Yang di lakukan tadi, hanya lah menghapus jejak tanda kepemilikan Revan pada Wanita nya.


Ia marah dan merasa kecewa namun semarah nha Dia, ia tak bisa menyakiti Alesya meskipun seujung rambut pun ia tak bisa.


"REVAN....AKU AKAN MEMBUNUHMU ..".


.


.


.


.


.


To Be continued.

__ADS_1


__ADS_2