
Tak berhenti nya Alesya bergerak dengan gelisah, bahkan kali ini mata nya mulai terpejam merasakan sentuhan lembut yang terus menggerayangi setiap inci tubuhnya.
Asher membuat ia gila dengan segala sentuhan itu dan yang semakin membuat nya frustasi, Asher terus menyiksanya dengan tak memberi ia pelepasan.
"Sampai kapan Kau akan terus menyiksa ku Ahhhh.." Lagi-lagi desa-han itu lolos, dan tampak Alesya sadari Pria itu meringis menahan sakit.
Ini adalah hukuman untuk mu Ale.
"Kenapa, Kau ingin segera di masuki kalau begitu memohon lah..." Asher menyeringai, melihat Alesya tersiska seperti ini.
"Dalam mimpimu.." Ketus nya.
Asher meremas pinggul Alesya dengan kuat, wajah turun mendekati bagian da-da wanita itu, dengan lahap ia melu-mat dan menghisap.
"Ahhhhk..". Alesya kembali menjerit lagi-lagi p****g nya gigit, Pria ini benar bermain kasar kali ini, dengan jari yang terus keluar masuk mengoyak milik nya.
Jemari lentiknya meremas kuat rambut Asher entah dorongan dari mana, Alesya membenamkan kan kepala Asher di bagian da-da nya, mengisyaratkan jika ia ingin lebih.
Foreplay yang di lakukan nya terbukti berhasil, Wanita itu berada di puncak gai-rah tertinggi, namun Asher terus menyiksanya dengan tak memeberi pelepasan dengan menyatukan miliknya.
"Kau tahu ini adalah hukuman mu.." Cukup lama mereka dalam posisi ini, Alesya hanya bisa pasrah mendapat sentuhan yang membuat hati dan tubuh nya saling mengkhianati.
Alesya merasa frustasi, hingga pinggul nya bergoyang karna ingin mendapat pelepasan, namun pada akhir nya Dia di buat kecewa Asher mencabut jarinya.
Asher menyeringai, namun beberapa saat ia langsung meringis, luka di punggung nya benar-benar tak bisa ia tahan, meskipun ia sangat ingin memasuki Alesya nya. Ia rindu.
Pada akhirnya nya, Asher menyudahinya hukuman nya pada Alesya, ia harus segera minum obat untuk menghilangkan rasa sakit.
Pria itu bangun dari Alesya yang sudah di buat polos olehnya, tampa Asher sadari Wanita itu mendengus kecewa.
Namun saat melihat dengan jelas bagaimana perban yang berada di punggung Pria itu mengeluarkan darah, ada perasaan yang tak tega.. Sejati nya Alesya adalah Wanita yang baik,hati nurani nya terketuk untuk mengasihani meskipun ia sangat membenci nya.
Asher berjalan menuju nakas dimana obat pereda sakit nya berada, ia langsung meminum nya setelah ia membuka tutup kemasan.
Rasa sakit perlahan menghilang, tubuh nya berbalik hingga kini ia bisa memilih Alesya. "Kenapa Kau kasian.." Ucap nya dengan dingin.
"Tidak, Kau pantas mendapatkan nya.." Acuh nya. Jika Alesya tahu penyebab sakit nya Pria ini, mungkinkah kah ia akan acuh seperti ini lagi.
__ADS_1
"Benarkah.." Asher kembali mendekati Alesya yang masih dalam keadaan polos, bukan Wanita itu lari saat ada kesempatan malah diam sepertinya orang bodoh.
Dan Iya, Alesya nya memang Wanita yang naif.
"Ya.. itu hukuman untuk orang kasar seperti mu.." Alesya terus acuh, dan tak peduli tatapan menakutkan itu.
"Dan Kau tahu hukuman buat mu masih belum berakhir.." Alesya menelan saliva nya dengan kasar.
"Kembalilah, Dan tunggu Aku menghukummu, ingat jangan harap Kau bisa lepas dari ku..".Ancam nya.
...----------------...
Malam harinya Pria itu sudah mengenakan setelan berwarna hitam, Asher benar-benar menghiraukan nasihat dokter untuk beristirahat.
Di samping nya ada Vivian. Wanita itu kembali berperan menjadi asisten pribadi Tuan nya, setelah bangkit dari kematian, entah kemana Wanita itu selama dua tahun ini, hingga orang mengira jika Vivian telah tiada, dengan mengenakan gaun mewah bertali spageti, Vivian tampil sangat cantik dan sek-si malam ini.
Siap menggoda para Pria yang melihat nya, terutama Asher, namun lagi-lagi Pria ini tampak acuh padanya, apa Dia tak menarik lagi. Pikiranya.
Sementara Alesya yang kini berada di atas balkon melihat kepergian Pria gila dan Wanita nya menaiki kendaraan mewah di ikuti Antonio yang duduk di depan.
"Wanita murahan..."Alesya seakan meniru ucap Asher saat menghina nya dan sialnya ia kembali mengingat kejadian tadi.
Alesya mengacak rambut nya, bagaimana dengan bodohnya ia terbuai dengan sentuhan Asher padanya, dan lebih gila nya ia ingin milik nya di masuki oleh Asher.
"Alesya kamu benar-benar sudah gila..". Wanita itu mengumpat, merutuki kebodohan nya sendiri, hingga tak sadar ia sudah berdiri di sana sangat lama, saat tersadar udara malam semakin menusuk kulit dan saat melihat jam, ini sudah tengah malam.
Dan Pria itu belum pulang, dan Alesya tak peduli meskipun sedikit, ia merasa kesal.
Jauh di tempat lain, ternyata Asher berada di rumah sakit, ternyata Pria itu tumbang setelah satu minggu keras kepala tak mau di rawat, ia hanya tak mau terlihat lemah.
"Kau keras kepala.." Brian tak behenti menceramahi sahabat nya, saat ini Asher terkapar di atas ranjang rumah sakit setelah 2 jam lalu Pria itu pingsan tepat acara pesta memulai acara inti.
Pria tampan itu menarik selimut hingga batas leher, meninggal kan sahabat nya yang masih belum sadar akibat pengaruh obat.
"Setelah mengenal Wanita itu, Tuan mu benar berubah Antonio..". Brian membawa Antonio ke ruangan nya mereka mulai membicarakanmu Pria sakit yang keras kepala itu.
"Tuan ku memang sudah tak tertolong lagi, " Balas nya menimpali.
__ADS_1
"Lalu bagai dengan Vivian, kulihat Wanita itu kembali dari kematian yang menimpa nya dua tahun lalu, dan Kau tahu aku sangat terkejut..!?". Brian tahu sebagian besar kehidupan pribadi sahabat nya itu, begitu pula dengan Vivian.
" Kau pikir Aku tidak, Aku melihat nya terbakar hingga hangus.."
"Ku pikir Kau senang Wanita mu kembali..". Ejek nya.
"Jangan memulai, itu hanya cerita lama.." Elaknya, Antonio paling tidak suka kehidupan pribadi nya menjadi topik. "Dia Wanita Tuan, mungkinkah Kau lupa..".
"Ya dan Wanita memang mahluk yang menyeramkan..." Brian bergidik bagaimana sifat seorang Vivian, ia mengacuhkan cinta Antonio demi mendapat perhatian Asher.
"Kalian ternyata di sini...".Brian dan Antonio menoleh ke asal suara, ternyata Wanita itu memiliki umur panjang.
"Sekarang katakan, Siapa orang yang telah melukai Tuan ku.." Vivian mendesak keduanya untuk membuka mulut.
"Apa yang ingin Kau lakukan jika tahu siapa yang telah membuat Tuan seperti itu, membalas nya !?" Antonio menatap lamat Wanita cantik ini.
"Membunuh nya, namun sebelum itu Aku akan menguliti kulit nya.." Ucap nya dengan penuh keyakinan.
Brian yang mendengar itu, langsung bergidik ngeri, bagaimana Antonio menyukai Wanita sekejam Vivian, bahkan dengan enteng nya ingin membalas dengan cara membunuh.
Wajar saja jika Vivian seperti ini, ia di besar dengan kehidupan yang keras, sebelum di pertemukan dengan Asher, dan mempercayai dirinya menjaga Nyonya Anna.
"Kalau begitu, Aku tidak akan memberi tahumu.."
"Kenapa.." Tanya nya tak terima, bagaimana pun ia harus tahu siapa yang melakukan ini pada Tuan nya.
"Berhenti lah bertanya, sekarang giliran ku.. Kemana Kau selama dua tahun ini..".
.
.
.
.
.To be contiuned.
__ADS_1