Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 37.


__ADS_3

"Kalian sedang apa disana.." Suara seseorang menginterupsi dan itu Suara Dokter Brian.


Alesya dan juga Vivian sama-sama berdecak sebal, Pria itu datang di saat Antonio ingin berbicara penting.


"Aku akan datang ke kamar mu nanti malam.." Dengan berbisik Vivian tersenyum manis ke arah Antonio.


Jantung Antonio terus berpacu, mendengar kalimat dari Vivian, meskipun skandal ini sempat terjeda selama dua tahun, namun akan terus berlanjut dan tak pernah bisa di hentikan, seandainya ia tak memiliki rasa terhadap Wanita itu mungkin kejadian nya tidak akan seperti ini.


Dan ia menyesal telah memulai semuanya.


...Ceklek...


Pintu itu terbuka dari dalam, dan jantung Antonio seakan ingin lepas dari tempatnya, wajah cantik seseorang langsung memenuhi netranya, itu adalah Alesya.


"Aku mendengar semua nya...". Ucap nya singkat namun sangat bermakna dan memiliki arti yang sangat dalam, Antonio cemas dan takut secara bersamaan.


"Apa mau Anda Nona, Apa Nona mau Aku membantu Anda lari dari Tuan.." Tebaknya. Namun Alesya langsung menggelengkan kepala, pertanda bukan itu yang ia mau.


"Keinginan ku sama dengan yang Vivian ingin kan, dan Aku pun mengancammu dengan hal serupa..". Ok Antonio di keliling dua Wanita Tuan nya yang merepotkan, dan kali ini ia telah jatuh telak.


" Maaf, jika itu yang Anda mau Nona bisa bertanya langsung pada Tuan, Saya tidak ada kewenangan untuk menceritakan itu pada Nona, permisi.." Dan jawaban nya mencengangkan Alesya. Apa-apaan ini, sedangkan dengan Vivian Dia seperti nya mati kutu.


"Kau tidak takut, Aku membocorkan rahasia kalian.." Ancam nya.


"Tidak.."


'Ya Tuhan, perangai Pria ini kenapa datar sekali'. Dan detik berikut nya Antonio pergi meninggalkan Alesya.


Wanita itu mengehentakan kaki dengan kesal, ia masih penasaran dengan apa yang terjadi dengan Asher, harus kah ia bertanya langsung.


Dan yang di lakukan Alesya kali ini bertolak belakang dengan hati nurani nya, tangan nya sudah siap untuk mengetuk sebuah pintu bercat putih dan itu adalah kamar Asher.


Jantung nya terus berpacu saat suara terdengar menyuruh nya untuk masuk, namun mendadak ia merasa kecewa, Asher tidak sendiri Dia temani Vivian.


"Mau apa Kau kemari.." Vivian berucap dengan ketus, Wanita itu sudah memulai peperangan nya dengan Alesya, Asher hanya milik nya, sebaiknya kau enyah.


"Asher Aku ingin bicara dengan mu..". Baru saja ia mengutarakan keinginannya, Vivian langsung mendelik nya dengan sorot mata tajam.

__ADS_1


" Apa yang mau Kau bicara-kan.." Suaranya Pria itu benar-benar dingin, Alesya tidak menyukainya.


"Aku...". Mata Alesya melirik Vivian, ia tak suka kehadiran Wanita itu.


"Katakan, Apa yang mau Kau bicarakan..". Lagi-lagi Asher berkata dingin, bukan nya ia, bersikap manis belakangan ini, tapi sekarang kenapa..!?.


"Tuan sebenarnya Wanita ini siapa, bahkan Dia tidak sopan memanggil nama depan Anda dengan santai nya..". Vivian benar-benar geram dengan kehadiran Alesya, Dia ingin Wanita itu mati.


"Kau ingin tahu Dia siapa, Dia adalah anak Wanita murahan itu..". Alesya benar-benar di buat tercengang dengan perkataan Asher.


Vivian tersenyum penuh arti, ia tahu jelas siapa yang di panggil Wanita murahan oleh Tuan nya, hanya satu Wanita yang Asher benci yaitu Clara Florence seseorang yang telah membuat Ibunda nya Asher tiada.


"Jadi Dia tak lebih dari tawanan Anda Tuan..". Vivian terus mengembangkan senyum nya.


" Kau pintar..". Asher mengelus puncak kepala Vivian dengn lembut.


"Lalu kenapa Dia berpakaian seperti itu, seharusnya nya memakai seragam pelayan seperti yang lain, bahkan menempati kamar di sebelah Tuan..".Protes nya tak terima.


"Aku akan memindahkan nya ke tempat yang seharusnya..". Ok Vivian sekarang senang mendengar nya.


Nafas Alesya semakin memburu, bahkan wajah nya sampai merah padam, ia benar-benar muak mendengar pembicaraan Tuan dan ja-lang nya itu.


"Aku akan bicara, Jika kau suruh ja-la-ng mu itu keluar.."..Sarkas nya.


"Siapa yang kau panggil ja-la-ng HA.." Vivian maju, ia langsung menjambak rambut Alesya dengan kuat. Alesya meringis menahan sakit saat rambutnya di tarik seperti itu namun Wanita itu tak diam begitu saja tangan nya langsung membalas perbuatan Vivian.


Dan terjadi lah aksi tarik menarik antara Alesya dan Vivian. "Kau kira Aku takut pada mu Ha, pada Asher pun tidak.." Tatapan itu begitu tajam menusuk .


"Hentikan kalian berdua.." Suara itu terdengar dalam dan berat, Vivian orang pertama yang melepaskan tangan nya, namun milik Alesya masih setia di kepala Wanita itu.


"Tuan tolong Aku.." Vivian meringis, kali ini Dia berperan menjadi Wanita yang tersakiti, berharap Tuan nya menolong nya.


Alesya memutar mata nya jengah, Ia langsung menghempaskan tangan nya begitu kasar membuat kepala Vivian mendapatkan pusing yang amat sangat.


"Kenapa sakit..." Alesya mencemooh.


"Dasar Wanita murahan.." Vivian balas menghina.

__ADS_1


"ANTONIO.." Teriak Asher. Membuat keduanya tersentak kaget.


Pria berperangai datar itu langsung lari saat mendengar teriakan Tuan nya. "Bawa Alesya keluar dari sini.." Dan mendengar itu Vivian tersenyum penuh kemenangan.


"Berani menyentuh ku.." Alesya mendelik tak suka ke arah Antonio.


"Maaf Nona, Anda harus keluar.." Tegasnya.


Melihat situasi yang tak kondusif Alesya mengehela nafas berat, tadinya ia ingin menanyakan bagaimana kabar Asher, namun keinginan itu langsung berubah saat Pria itu bersikap seperti dulu bahkan kata hinaan pun kembali keluar dari mulut yang sebelum nya berkata dengan lembut.


"Lepas kan Aku Asher, Kau tahu kau tak berhak mengurung ku disini.." Dan ini lah yang Alesya utarakan, ia ingin hidup normal kembali meskipun sekarang sudah tak ada Revan.


"Kau ingin pergi dari ku, jangan mimpi.." Kali ini Pria itu menuruni ranjang, tak memperdulikan rasa sakit yang mendera di punggung nya.


"Kau harus membayar semua yang di lakukan Ibu mu pada Bundaku..".Tangan Pria itu mencengkram dagu Alesya, menatap lamat-lamat wajah cantik yang selalu ia rindukan.


Namun dengan kuat Alesya menepis nya, kebencian mulai menguasai diri nya kembali. "Sekarang Kau berani menatap ku dengan tajam seperti itu, Apa Kau tahu hukuman apa yang pantas bagi pelayan yang tak menghormati Tuan nya.."


"Kau inginkan di hukum seperti yang Kau lihat di ruang bawah.." Tatapan Pria itu masih datar dan tubuh Alesya langsung merasakan takut yang luar biasa.


Ia tak perlu lupa bagaimana kejadian di ruang bawah tanah, bahkan ia tak tahu nasib Wanita itu selanjutnya.


"Antonio bawa Vivian keluar..!". Titah Asher tampa memutus kontak mata yang masih terjalin dengan Alesya nya.


"Baik Tuan..". Namun Vivian tak terima, seharusnya Alesya lah yang di bawa oleh Antonio buka dirinya, dengan berat hatii ia meninggalkan Tuan tercinta nya dengan wanita murahan itu.


Dalam sekejap tubuh Alesya sudah di dorong hingga terjerembab di atas ranjang king size milik nya. "Mau Apa Kau..!". Alesya berusahan menjauh dari jangkauan Asher, kali ini ia benar-benar takut, Pria ini akan membunuh nya.


"Kau Wanita murahan..".


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continued.


__ADS_2