Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 63.


__ADS_3

Di atas ranjang Aiden terus menjamah tubuh Alesya, ia mencium Wanita itu dengan buas, Pria ini begitu marah karna Alesya selalu menolak untuk di setu buhi padahal ia sudah lama menginginkan nya.


"Aiden Aku mohon hentikan.." Dan barulah Aiden sadar melihat Alesya menangis sesegukan, dan hatinya merasa sakit, akan penolakan itu lagi.


"Aku minta maaf, dan dalam waktu dekat Aku akan segera menikahimu" Setelah mengatakan itu Aiden pergi seraya memakai kemeja nya, meninggalkan Alesya dalam keadaan kacau, Alesya sudah telan jang bulat.


Boleh kah ia mati saja, kenapa menjadi dirinya begitu sulit, Wanita itu terus mengis meratapi nasib yang begitu kejam padanya, hingga tengah malam pun Alesya masih terjaga, dan ia baru ingat untuk memastikan Arthur memang berada di sanasana atau tidak.


Dan saat itu Alesya menjalankan misinya, entah keberuntungan atau apa yang ia dapat malam ini, Pintu bawah tanah yang biasa nya di jaga ketat kini tak ada satu pun pengawal yang berdiri disana.


 Hingga semua berjalan lancar sampai Alesya tiba di salah satu sel, mulut nya menganga saat melihat kondisi Arthur yang tidak terurus, bahkan Kaki Pria itu di pasung kenapa Aiden begitu tega pada Adiknya.


"Siapa disana apa itu Kau Aiden.." Arthur berbicara dan suara yang menggema di ruangan itu, ruangan itu begitu minin cahaya, wajar saja Arthur tak bisa melihat nya dengan jelas.


"Ini Aku.." Arthur mengenal siapa pemilik Suara.


 "Alesya tolong bantu lepaskan Aku dari Monster itu." Arthur tidak tahu diri sama sekali, ia meminta bantuan pada Alesya padahal hampir dua kali dirinya di perkosa dan baru tadi Kakak nya hampir berbuat yang sama.


"Tolong bantu Aku Alesya jika tidak Monster itu akan segera membunuh ku.." Bahkan Arthur pun menyebut Kakak nya seorang monster, apa Aiden memang sekejam itu.


"Dan setelah Aku bebas, Aku berjanji akan membebaskan Kau darinya.." Arthur terus memohon dengan segala tipu daya yang ia miliki, ia harus bisa kabur dan membentuk pasukan untuk menyerang Kakak nya.


" Tidak, Kau ingin menipuku bahkan Aku masih ingat jika Kau juga memfitnah ku, Kau tahu kita tak pernah tidur bersama sebelumnya bahkah hanya satu kali kita bertemu.." Ucap Alesya.


"Ya Aku minta maaf, Aku hanya ingin membuat Kakak ku merasa jijik dan melepaskan mu tapi kali ini percayalah, setelah ini Aku tidak akan mengganggu mu.." Lama sekali Alesya berpikir dan pada akhirnya Alesya membuka sel dengan kunci yang tersedia di dekat nya. Bahkan Alesya tak merasa curiga jika ini memang sudah di rencakan, oleh seseorang.


Saat melangkah masuk, ia mencium bau yang tidak sedap, dan bau itu berasal dari tubuh Arthur, ia membekap hidungnya,.rasa nya ia ingin muntah.


"Kenapa Kau bau sekali..". Alesya terus menutup hidung.

__ADS_1


" Dia tak membiarkan Aku mandi, selama sebulan ini.." Dan Alesya sudah tak ingin mendengar nya lebih jauh lagi. semakin lama menghirup udara semakin membuat perut melilit.


"Cepat pergilah..". Rantai yang ada di kaki sudah di lepas, Pria itu mencoba untuk berdiri dan Alesya melihat ia sangat kesulitan.


Mengingat perlakuan Arthur pada nya ia segera menjauh dari sel mencari sesuatu yang bisa jadikan pertahanan nya dari Pria itu, karna jujur ia tidak percaya Arthur tak akan lagi mengganggu nya.


"Jangan dekat-dekat, cepat pergilah.." Alesya memperlihatkan pentungan kepada Arthur.


Mendengar derap langkah yang mendekat Arthur mau tak mau pergi meninggalkan Alesya, padahal ia sangat ingin membawa ikut serta Alesya bersama nya tak peduli bau nya Dirinya saat ini, ia tetap menginginkan Alesya.


"Trimakasih Sayang, Aku akan kembali untuk merebut mu dari Aiden.." Pria itu tersenyum lalu berbalik dan pergi karna ia melihat sosok lain yang datang dari arah tangga.


Alesya merasa menyesal telah mengeluarkan pria itu dari sana ternyata Pria itu masih terobsesi pada dirinya, padahal Alesya sudah menolongnya.


Dan saat berbalik sosok tampan yang selalu memperlakukan nya dengan lembut berdiri tepat di belakang nya. " Kau melepas kan Arthur.." Suara itu terdengar dalam dan berat, jujur saja Aiden merasa kecewa. " Tak tahu kah jika Dia sangat berbahaya Alesya.." Lanjut nya lagi.


"Tapi Dia adik mu Aiden, tak seharusnya Kau memasung nya seperti itu.." Bela Alesya. menurutnya ia tak membenarkan tindakan Aiden pada Arthur.


"Kau tahu jika Aku memberikan bukti konkrit atas kejahatan Arthur ke istana, bukan hanya hukuman pasung yang akan Dia dapat, Arthur akan mendapat hukuman pancung, Dia Adik ku dan Aku menyayangi nya, meskipun Dia berniat membunuh ku, tapi Aku tak tega melihat nya di hukum pancung.." Aiden berbicara panjang lebar.


"Dan karna itu lah Aku menghukum nya dengan cara ku sendiri, Aku ingin Dia sadar dan menyadari kesalahannya, apa itu salah.." Aiden benar-benar kecewa pada Alesya, ia berbalik pergi meninggalkan Alesya yang masih mematung.


...----------------...


Di tempat lain Asher tengah berdiri di sisi jendela besar, dengan tangan yang menjuntai kebawah seraya memegang sebuah undang pesta pertunangan yang akan di gelar minggu ini.


"Antonio, apa Kau berpikir sama sepertiku.." Tanya Asher tampa melihat lawan bicara nya.


"Iya Tuan, nama Wanita yang tertera di undangan sangat mirip dengan Nona Alesya..". Asher yang mendengar nya langsung tersenyum akhirnya Tuhan memberi nya sebuah harapan, meskipun kemungkinan nya kecil mengingat Nama Alesya Beatrice tak hanya satu di dunia ini.

__ADS_1


Bahkan Antonio pun mengingat kan agar Tuan nya tidak terlalu berharap banyak, jika seandainya Alesya yang menjadi calon Istri dari sahabatnya ternyata bukan Alesya yang di maksud.


Namun Asher tak pernah melewatkan kesempatan itu, tentu saja ia akan hadir dan jika benar yang bertunang dengan sahabat nya itu adalah Alesya nya bersiaplah untuk perang.


Pria itu menyeringai, semangat hidupnya seakan kembali lagi ke jiwanya, setelah berbulan-bulan terpuruk dengan rasa cintanya.


"Antonio persiapkan semuanya, jangan sampai ada kegagalan, dan jangan sampai mata-mata kita ketahuan itulah yang paling penting, Aku harus memastikan jika Alesya ku benar-benar disana..". Perintah Arthur.


"Baik Tuan, Saya pastikan semua berjalan dengan yang Tuan ingin kan.." Jawab Antonio dengan lugas.


"Bagus, Kau memang Asisten yang paling bisa di andalkan.." Asher menepuk bahu Antonio dengan bangga dengan senyuman yang merekah.


Antonio baru pertama kali mendengar pujian itu hanya bisa mengulum senyum apa lagi melihat senyum bahagia Tuan nya hanya mendengar kabar Alesya nya membuat Pria itu kegirangan, padahal Wanita itu akan bertunangan dengan sahabatnya sendiri.


Namun Antonio merasa senang untuk itu, kemungkinan sebentar lagi ia akan segera menghirup angin surga dimana akan ada senyuman yang terpencar dari wajah Tuan nya.


Berharap saja, jika Alesya yang tertera di dalam kertas undangan benar-benar adalah Alesya yang selalu di cari Tuan nya.


.


.


.


.


.


To be continued.

__ADS_1


.


.


__ADS_2