Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 14.


__ADS_3

Pagi Indah kini menyambut Alesya, tubuhnya merasakan rileks dan kali ini ia terbangun dengan pakaian lengkap, Asher tak mengajak nya ber-cinta malam tadi, biasa nya Alesya terbangun tanpa sehalai benang pun.


Dengan tanda merah yang memenuhi da**da dan juga leher. Kemana Pria itu pergi, setelah mengantarkan nya ke kamar ini, Asher tak kembali.


Maaf, Alesya tak merindukan Pria itu, jika ada kesempatan ia ingin pergi dari kehidupan Asher. Alesya adalah wanita terhormat, bahkan menuntaskan pendidikan nya hingga selesai, karna Asher juga lah ia saat ini menjadi Wanita yang terhina, selalu di setu-buhi tanpa ada nya hubungan dan kepastian.


Kaki nya menuruni ranjang, atensinya pun tertuju ke arah balkon. Dari atas ia bisa melihat hamparan bunga yang begitu indah, ini barulah sebuah hunian mewah yang sebenarnya, berbanding balik dengan Hunian milik Asher, memang mewah tapi suram.


Tak terhitung banyak nyawa yang melayang di tempat itu, terutama di sel ruang bawah tanah, Alesya pernah memasuki nya sekali dan belasan orang di bunuh di depan mata. Alesya bergidik ngeri, jika mengingat kejadian itu.


"Nona.." Suara seseorang mengejutkan lamunan Alesya.


Wanita itu berbalik, ia melihat seorang pelayan muda dan cantik. "Tuan muda mmemberi tahu Saya untuk membantu Anda bersiap ". ucapan nya dengan hormat, ini adalah kali pertama Tuan nya membawa seorang Wanita pulang.


"Tidak perlu, Saya bisa sendiri.." Tolak Alesya secara halus, Dia bukan seorang putri yang harus di layani.


"Kasihanilah Saya Nona, jika tidak Tuan muda akan marah besar..." Oh sudah lah, Alesya muak dan menurut saja. "Trimakasih Nona..".


30 menit berlalu, Alesya di bantu dari membersihkan tubuh hingga berpakaian, begini kah rasa nya di layani.??. " Siapa namamu..". Alesya salut dengan kepiawaian gadis muda yang enerjik ini.


"Nama Saya, Merilyn Nona bisa memanggil Saya Meri..". Yang di lakukan Meri kali ini adalah menata rambut Alesya.


"Kau terlihat masih muda Meri, berapa umur mu..".


"19 tahun Nona.." Wah mudah sekali, seumuran dengan Adik nya.


"Kau mengingat kan aku pada Cecilia adik ku Meri, dia sangat cantik seperti mu..". Meri masih diam, tak membalas ucapan Alesya, ia masih Berkutat menata rambut Alesya yang panjang.


Pintu di ketuk berulang, itu adalah suara Antonio.


"Jangan membuat Tuan menunggu mu lama Alesya". Antonio bersuara sangat dingin seperti Tuan nya.


Alesya memutar mata nya jengah. "Kalau Aku masih lama, Kau mau apa Antonio..?" Alesya mengibaskan rambut dan melewati Antonio, ia menuruni tangga yang terhitung banyak nya.

__ADS_1


Dari jauh Alesya melihat, di meja makan ada Asher dan juga Danielle, satu lagi yang berdiri seorang Wanita berpakaian glamor, tampak cantik.


"Maaf menunggu.." Sesal Alesya terutama pada Asher.


"Duduk lah.." Perintah Asher. Pria itu menunjuk kursi di sebelah nya.


"Asher kau tak ingin mengenal kan siapa Wanita cantik ini Nak.." Sejak kemarin Dia ingin bertanya, namun Putra nya tak kunjung memberi tahu.


"Yang jelas Dia bukan simpanan seperti Wanita yang ada di sebelahmu.."


'Melain kan budak ranjang' lanjut Alesya di dalam hatinya, namun sejak tadi anestesi nya tertuju ke arah Wanita baya yang masih sangat cantik, kenapa mirip sekali dengan Ibunya.


"Asher, jangan begitu Sayang, Tante kan calon Ibumu__.


"Jangan berkata apa pun Clara.."Ancam Danielle, jika ia tak terbujuk rayu nya Wanita ini, mungkin Anastasya dan Asher tak akan pergi meninggalkan.


"Maaf.." Clara menundukan kepala nya. 14 tahun ia bersama Danielle tapi, pria ini tak meresmikan hubungan nya apa lagi menjadi-kan dirinya Istri.


"Benarkah, apa Dia calon menantu ku, Putri dari keluarga mana Alesya..?" Danielle tampak berbinar, Putranya sudah berumur 31 tahun dan dirinya hanya memiki dua anak satu lagi bernama Ashley.


"Dia adalah Putri dari seorang Jendral polisi Edmond Beatrice apa Ayah mengenal nya.." Asher menatap Wajah Clara, ia tersenyum. Bagaimana jika Aku menikah dengan Putri mu Clara, kau pasti tidak akan pernah bisa menikah dengan Ayah ku.


"Uhuk- uhuk.." Clara langsung terbatuk saat nama mantan Suaminya di sebut, sebenarnya nya Clara tidak takut sama sekali, toh Alesya bukan Putri kandung nya.


Namun sial, ekpresi Clara yang biasa saja membuat Asher geram tak sadar kah yang di bawa nya adalah Alesya Putri kandung nya.


"Cepan minum, jangan mengganggu obrolan ku dengan Putraku Clara.." Danielle tampak tak suka.


"Menikah lah dengan nya jika Kau menyukainya, umur mu sudah lebih dari cukup untuk berumah tangga Nak, dan Ayah ingin cepat menimang cucu..". Pria baya itu menatap Asher dan Alesya, namun aneh dirinya tak melihat ada nya cinta di antara mereka.


Alesya hanya diam dan menikmati hidangan yang ada, suasana ini sangat membuatnya tak nyaman dan satu hal lagi, Dia tak ingin menikah dengan orang yang tidak ia cintai, terutama Asher.


Suasana menjadi hening kembali, Asher terdiam tak menanggapi, dirinya tak berniat untuk menjadi Alesya istrinya, tapi Dia pun tak ingin kehilangan Wanita penghangat ranjangnya ini.

__ADS_1


...----------------...


Suasan tampak mencekam saat Asher dan Clara berbicara empat mata, tentu saja janda cantik ini yang memulai.


"Kau sengaja membawa Alesya kemari, bahkan ia tak mengenali orang yang telah merawat nya.." Clara memang tahu, Putra Danielle ini tak menyukai nya, bahkan karna Anak ini juga, Danielle tak kunjung menikahinya, ia hanya di ijinkan tinggal dan menikmati kemewahan nya saja.


Asher berwajah datar, rasa nya ia ingin membungkan Wanita hina ini, atau perlu membunuh nya, tapi bukan nya kematian itu terlalu mudah.


"Hahahahaha.. " Clara tertawa, Asher melihat sekilas.Ada apa dengan Wanita ini, apa ada yang lucu. "Jika Kau ingin menikahi nya..!. Nikahi saja Dia, lagi pula Dia tak ada hubungannya dengan ku".


" Apa Maksud-mu ja-la-ng.." Sebuah kata tak ada hubungan membuat ia terusik, Asher mendelik tajam ke arah Clara.


Tatapan itu begitu menyeramkan, hawa dingin terus mencekam hingga menembus tulang, Clara bergidik, namun tetap ia ingin melanjutkan perkataan nya.


"Kau pikir Alesya adalah Putri ku, jika kedatangan mu kemari untuk menjadi kan Anak pungut itu sebagai Istrimu, silah kan lakukan Asher, setelah itu restui lah Aku menjadi Ibumu.." Di akhiri dengan sebuah gelak tawa, Clara pergi dengan bahagia.


Asher terdiam, Apa yang terjadi..?. Benarkah Alesya bukan anak kandung Wanita hina itu, segera ia mengambil ponsel.


" Selidiki, Siapa Alesya Beatrice Aku ingin datanya hari ini..!!!".


.


.


.


.


.


.


To be continued.

__ADS_1


__ADS_2