Sang Pelayan Tuan Muda Kejam

Sang Pelayan Tuan Muda Kejam
Bab 51.


__ADS_3

Tangan kekar itu mengangkat dagu hingga dengan bebas ia bisa melihat wajah Alesya, Suara debaran jantung seakan terdengar oleh telinga dan itu di rasakan oleh Aiden saat netra nya bertemu langsung dengan mata indah itu.


"Jika saat berbicara tatap lah lawan bicara mu..!. Apa Aku seseram itu di matamu.." Tanya Aiden.


Sementara Alesya masih terpaku di tempat nya, ia reflek membawa mundur untuk lepas dari tangan Aiden yang masih di dagu nya. "Maaf Tuan Saya tidak berani.." Kemudian Alesya melihat jam yang sudah menunjukan pukul sembilan malam.


"Ini sudah jam tidur Anda Tuan, sudah saat nya Anda kembali ke kamar untuk istirahat.." Alesya lekas berdiri tepat di belakang kursi roda, setelah itu ia mendorong nya hingga meninggal kan perpustakaan.


Tiba di kamar, Alesya membantu Aiden untuk mencuci kaki, ia membawa air hangat di dalam wadah Dan Wanita itu begitu telaten, Aiden tak pernah bosan memandangi wajah cantik Alesya.


Setelah selesai, kemudian ia membantu Aiden untuk pindah ke ranjang, dan ini bagian yang Aiden suka, dengan begini secara tidak langsung Alesya memeluknya, Pria itu tak berhenti tersenyum, jika pada akhirnya begini Aiden tidak akan menyalah kan adiknya untuk mencari pelayan yang cantik untuk nya.


"Tunggu, temani Aku.." Alesya sudah bersiap untuk pergi, namun tangan Aiden menahan nya.


"Apa Tuan muda membutuh kan hal lain, kudapan malam misal nya..!?". Ucap Alesya.


"Tidak, Aku hanya belum mau tidur, temani Aku disini.." Aiden menepuk sisi bagian ranjang yang masih kosong.


"Tidak Tuan, itu sangat tidak sopan Saya hanya seorang pelayan.." Alesya kembali menunduk ia benar-benar tidak suka situasi ini.


"Tidak, Karna Aku yang meminta. " Aiden sengaja berpindah sedikit ketengah agar ada ruang di sisi kirinya untuk Alesya.


"Kemarilah.." Aiden kembali menepuk kasur busa itu.


"Maaf Tuan Saya tidak bisa, Saya permisi kalau begitu..". Alesya menunduk hormat setelah itu ia benar-benar pergi meninggalkan Aiden.


"Baiklah, Aku tidak akan memaksa.." Aiden menghela nafas kecewa, sejujurnya ia ingin lebih mengenal Alesya, harus kan ia menyelidiki Wanita yang telah membuat jantung nya terus berdebar cepat.


Ke esokan pagi nya, saat Alesya tiba di bagian dapur semua orang tampak sibuk. "Mena, apa akan ada tamu agung yang akan datang..". Mena adalah salah satu pelayan yang sebaya dengan dirinya, dia teman Alesya disini, yah.. hanya Mena menyukai nya sementara yang lain membenci nya.


"Yang mulia Duke dan Duchess Rowena akan datang dan juga Tuan muda Arthur.." Jelas Mena memberi tahu.


"Emmp.." Alesya menganguk paham, dan yang Alesya tahu, Tuan muda Aiden hanya tinggal sendiri selama tiga bulan ini, sebenarnya Ada adiknya Arthur yang tinggal di sini, sementara orang tuanya tinggal terpisah padahal hunian ini sangat lah luas cukup untuk menampung mereka sekeluarga. terkadang Alesya tidak paham kenapa orang kaya selalu seperti itu.


Ngomong- ngomong soal Arthur kenapa nama nya begitu mirip dengan Pria yang ingin menukar nya dengan sebuah pulau ya.

__ADS_1


"Baik lah semangat.." Seperti biasa ia kedapur hanya untuk membawa sarapan untuk Aiden, setelah itu naik ke lantai tiga dengan menaiki lift.


 Dan Alesya lupa untuk mengetuk pintu, ini adalah kesalahan pertemanya dan saat masuk, Mata Alesya melihat sesuatu yang seharusnya tak ia lihat.


"Maaf Tuan muda, Saya lupa untuk mengetuk pintu.." Alesya merutuki kebodohan nya sendiri, ia langsung berbalik arah membelakangi Aiden yang tengah membuka kemeja.


"Tolong tutup dan kunci pintunya..". Titah Aiden.


Alesya langsung menutup pintu, dan setelah itu ia membelakangi Aiden, meskipun itu tugas nya, tapi ia merasa malu, karna jujur saja ini pertama kali untuk nya.


"Bisakah kau membantuku.." Aiden bersuara kembali. "Tangan ku terkilir tadi.."


Alesya langsung berbalik dengan panik, meskipun bagian da-da Pria itu terekspos bebas, ia harus bisa menghilangkan rasa malunya, Dia harus meyakinkan diri jika ini adalah pekerjaan nya.


"Apa yang bisa Aku bantu Tuan.." Alesya berdiri tepat di depan Aiden.


"Bantu Aku untuk mandi..". Mendengar itu, tenggorokannya terasa tercekat seakan pasokan udara mulai habis.


"Kenapa diam saja Alesya, bantu Aku.." Aiden bersuara lagi.


Selama tiga bulan bekerja, baru kali ini ia membantu Aiden utnuk membersihkan diri, biasanya saat Alesya mengantar sarapan Pria itu sudah rapi dan wangi, namun kali ini berbeda.


Jantung nya terus berdetak tak normal, apalagi saat ini Alesya membantu Pria itu meloloskan seluruh pakaian nya.


"Kau malu.." Saat ini Aiden sudah bertela-njang bulat di hadapan Alesya, sebenarnya ia sengaja melakukan ini, ia ingin lebih ber-interaksi lebih intim dengan Alesya.


Bohong jika Aiden tidak menyukai Alesya meskipun cinta nya masih untuk Calista, mendiang tunangan nya, namun cinta yang ia miliki hanya akan berjalan di tempat, Dia tak akan bisa bersama dengan Calista, karena Wanita yang di cintai nya sudah tak ada di dunia.


,Terlebih lagi semalam ia menyelidiki siapa Alesya sebenarnya. Pelayan Pribadi nya ini ternyata adalah seorang anak jendral polisi, bahkan Ayahnya mengenal baik dengan Jendral Edmond yang berasal di negara J. Jika Aiden ingin bersama pun tak akan jadi hambatan, Alesya bukan pelayan sembarangan.


Mungkin ia harus mencari tahu bagaimana bisa anak seorang jenderal polisi bisa menjadi pelayan di kediaman Putra dari seorang Duke.


"Lihat Aku.., Kenapa Wajah mu begitu merah, Kau sangat imut jika seperti ini.." Aiden menarik lengan Alesya membawa telapak tangan itu untuk menyentuh da-da nya.


"Kau merasakannya.." Alesya hanya diam, sungguh ini sangat membingungkan, Ia di buat tak berkutik dengan tingkah Tuan muda nya pagi ini.

__ADS_1


"Tuan muda jangan seperti ini.." Alesya mencoba menarik tangan itu, namun Aiden mencekal nya kuat.


"Panggil Aku Aiden kali ini Alesya.." Pinta Aiden, ia menatap penuh cinta ke arah Alesya.


"Tidak Tuan, itu sangat tidak sopan.." Alesya terus menunduk malu.


"Kalau begitu tolong bantu Aku masuk ke dalam air.." Aiden menunjuk bak mandi dengan mata nya.


"Baik Tuan.." Alesya begitu gugup, bahkan jantung nya tak berhenti berdetak dengan normal, ia memeluk Aiden dan membantu Pria itu untuk berpindah ke dalam Bedtup.


Namun saat Pria itu sudah masuk, tangan Aiden manarik pinggul Alesya untuk masuk kedalam air bersama nya, Alesya pum menjerit karna terkejut.


"Apa yang Anda lakukan Tuan.." Alesya benar-benar kesal kali ini tubuh nya sudah di buat basah kuyup.


"Bantu Aku menggosok.." Alasan nya.


Alesya mendengus kesal dan Aiden yang melihat nya merasa gemas hingga tangan nya terulur untuk menarik tengkuk Wanita itu, dan Aiden mengecupnya.


"Maaf wajah mu sangat imut saat tengah kesal.." Alesya di buat melotot karna tingkah Aiden yang sangat berani kali ini.


"Seperti nya tangan Anda baik-baik saja dan bisa mandi sendiri.." Alesya berdiri dan keluar dari Bedtup, ia memilih untuk keluar dari kamar mandi.


"Alesya...Jadi lah Wanita ku.".


.


.


.


.


.


.To be contiuned.

__ADS_1


__ADS_2