
Setelah mengatakan hal tersebut Edward bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari ruang VVIP bersama dengan Clarissa.
Sepanjang perjalanan pulang Edward bertanya banyak kepada Clarissa, pertanyaan demi pertanyaan yang tanpa sadar membuat Edward semakin terhipnotis dengan kecantikan Clarissa.
"Don katakan kepada ku apakah kau sudah lama bekerja di Chandradinata?"
Edward di dalam mobil mengatakan hal tersebut kepada Donny yang saat ini sedang mengemudikan mobilnya.
"Cukup lama tuan muda."
"Sebelum menjadi asisten pribadi ku, apa pekerjaan mu di Chandrawinata?"
"Aku adalah salah satu detektif yang mengawasi semua gerak gerik nyonya Tiara tuan muda."
Edward yang mendengarkan hal tersebut kini hanya bisa mengernyitkan dahi.
"Mama? untuk apa mama harus di awasi?"
"Karena musuh dari keluarga Chandradinata sangatlah banyak tuan muda."
"Ah jadi seperti itu, ada satu hal lagi yang harus aku tanyakan kepada mu Don."
"Katakan saja tuan muda."
__ADS_1
"Sebagai CEO apakah aku memiliki wewenang terhadap semua karyawan ku?"
"Tentu saja tuan Edward."
"Termasuk kepada Richard yang juga orang kepercayaan papa dan sudah dianggap anak oleh papa ku sendiri?"
"Tentu saja tuan muda Edward, meskipun saat ini tuan muda Richard akan memimpin perusahaan tuan muda Adrian yang lainnya, namun hal itu belum terlaksana."
"Ya aku mengerti, papa sangat sayang kepada Richard, sehingga papa sebenarnya berat untuk melepaskan Richard pergi dari Chandrawinata."
Edward mengatakan hal tersebut sambil menetap ke arah langit mobil.
"Namun aku punya satu permintaan kepada mu Don."
"Katakan saja tuan muda."
"Betul tuan muda Edward."
"Bagus, apakah saat ini ada pekerjaan di luar negara W yang sangat butuh untuk di tangani secara cepat?"
"Ada tuan, Chandrawinata Corp yang ada Hongkong saat ini sedang mengerjakan proyek bersama dengan pemerintah di dalam hal pusat perbelanjaan paling besar di sana."
"Ya aku tau proyek itu, Don, aku minta kau Kirimkan Richard untuk bertugas di Hongkong."
__ADS_1
"Tapi tuan muda, saat ini tuan muda Richard sedang berada di negara yang lainnya."
"Ya aku tau Don, namun setelah pekerjaan selesai, aku minta dia untuk langsung berada di Hongkong saja."
Donny pada akhirnya hanya bisa terdiam dengan perkataan dari Edward.
"Don apakah kau mendengarkan aku?"
"Ah baiklah tuan muda Edward akan segera di urus untuk keberangkatan tuan Richard selanjutnya."
"Bagus, lebih cepat lebih baik."
Donny pada akhirnya tidak bisa berbuat apa - apa selain mengikuti apa yang Edward mau, meskipun di dalam hati Donny terus bertanya sebenarnya apa yang di rencanakan oleh Edward, namun tidak ada yang bisa Donny katakan kecuali mengikuti apa yang tuan mudanya perintahkan.
"Baiklah Don, aku tunggu hasil kerja mu esok hari."
Edward mengatakan hal tersebut sambil keluar dari dalam mobil yang kini telah sampai di kediaman Chandrawinata.
Donny pada akhirnya hanya bisa menganggukkan kepalanya dan terus terdiam.
"Clarissa, ya Clarissa sepertinya aku tertarik ingin mengenal mu lebih lagi, bersama dengan mu beberapa jam seperti hanya beberapa menit saja."
"Tangan mu yang halus dan tubuh mu yang wangi, serta senyuman manis mu sungguh sangat membuatku terhipnotis."
__ADS_1
Edward mengatakan semua hal tersebut sambil memandang ke arah luar jendela kamarnya, hati yang kini telah terpaut sejenak membuat Edward melupakan milik siapa Clarissa yang sebenarnya.