SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)

SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)
CAMBODIA


__ADS_3

Clarissa langsung mengernyitkan dahi ketika Edward mengatakan hal tersebut.


"Edward ini bukan mimpi kan? kau memanggilku karena ada hal yang ingin kau bicarakan, dan tiba - tiba saja sekarang kau mengajakku ke Cambodia?"


"Ini bukan mimpi nona Clarissa, aku sengaja mengundang mu kemari untuk mengajak mu ke Cambodia karena pagi ini kita akan mengunjungi anak - anak tersebut untuk mengetahui secara spesifik apa kebutuhan mereka."


"Namun jika saat ini kau tidak bersedia atau kau masih sibuk aku juga tidak berkeberatan jika kau sampai menolaknya."


Dengan cepat Clarissa langsung menggelengkan kepalanya.


"Edward, aku pernah menceritakan betapa Cambodia adalah satu negara yang sangat membekas di hati ku, mana mungkin aku akan menolaknya."


Edward yang seakan - akan sudah mengetahui jawaban dari Clarissa langsung tersenyum dengan penuh arti.


"Baiklah, jika seperti itu tidak ada yang perlu kita tunggu lagi bukan, ayo kita berangkat."


Setelah mengatakan hal tersebut Edward dan juga Clarissa keluar dari ruang kerja Edward menuju parkiran mobil.


Dengan mobil pengamanan tingkat tinggi Edward mengajak Clarissa untuk pergi ke bandara, karena mereka akan pergi ke Cambodia dengan jet pribadi milik Chandrawinata.

__ADS_1


Sementara itu di ruangan yang lainnya.


"Pengawal boleh aku tau untuk apa nona Clarissa hari ini datang ke Chandrawinata?"


Tuan Adrian yang masih berada di ruang kerja mengatakan hal tersebut sambil melihat CCTV di meja kerjanya.


Dari CCTV yang sedang di pantau, tuan Adrian melihat Clarissa dan juga Edward keluar dari ruang kerja.


"Tuam Donny mengatakan jika tuan Edward sengaja mengundang nona Clarissa untuk mengajaknya ke Cambodia."


Tuan Adrian langsung mengernyitkan dahi ketika mendengarkan penjelasan dari salah satu pengawal yang saat ini masih berdiri di hadapannya.


"Ya aku tau jika nona Clarissa terlibat proyek sosial Edward, namun ini masih terlalu pagi untuk berangkat ke Cambodia."


Sejenak tuan Adrian langsung bermain dengan pikiran demi pikiran sendiri, namun semua pikiran tersebut langsung di singkirkan karena tuan Adrian tidak ingin masuk terlalu jauh di dalam pemikiran demi pemikiran buruknya.


"Kalian boleh pergi."


"Baik tuan Adrian."

__ADS_1


Kini tuan Adrian hanya bisa terdiam dengan memandang ke arah kaca jendela ruang kerjanya.


"Semoga itu tidak terjadi."


Dengan menarik nafasnya dalam - dalam tuan Adrian mengatakan hal tersebut.


Menjelang sore pesawat jet pribadi milik Chandrawinata mendarat dengan sempurna di bandara Cambodia.


"Silahkan tuan muda Edward, silahkan nona Clarissa."


Begitu Edward dan Clarissa turun dari dalam pesawat jet, Donny segera mengiring mereka untuk masuk ke dalam mobil pribadi.


"Jadi kapan kita akan ke rumah sakit untuk mengunjungi mereka Don?"


"Esok hari tuan muda, untuk malam ini saya akan mengantarkan tuan dan nona ke penginapan yang letaknya tak jauh dari rumah sakit tersebut."


"Ah baiklah, aku serahkan kepada mu Don, Clarissa kau tidak berkeberatan bukan jika kita akan menginap di penginapan biasa? karena setau aku penginapan di dekat rumah sakit bukanlah penginapan mewah."


Clarissa yang mendapatkan pertanyaan itu langsung tersenyum dan memandang Edward.

__ADS_1


"Ya Edward sama sekali tidak masalah, aku sudah terbiasa tinggal di tempat sederhana, aku yakin sederhana yang kau maksudkan itu termasuk mewah bagi ku Edward."


Edward langsung tersenyum ketika Clarissa mengatakan hal tersebut.


__ADS_2