
Sayang, aku tidak menyangka jika kau memiliki ide brilian seperti ini, sungguh aku sama sekali tidak pernah berpikir jika bisnis yang harus aku lakukan adalah kecantikan."
Edward mengatakan hal tersebut sambil terus memuji Clarissa.
"Lalu di dalam hal apa kecantikan yang harus aku buat?"
Clarissa terdiam dan kembali berpikir.
"Cosmetic, ya cosmetic semua wanita di muka bumi ini pasti akan menggunakan hal ini, dan ketika kita menjualnya dengan baik, pasti keuntungan yang kita dapatkan juga akan besar."
Dan seketika itu juga Edward langsung bertepuk tangan.
"Clarissa kau sungguh luar biasa, aku tidak menyangka jika kau memiliki ide seperti ini, terima kasih sayang."
Edward mengatakan hal tersebut sambil mengenggam tangan Clarissa.
"Baiklah mulai hari ini kita coba atur dari mulai sistem produksi, penjualan dan nama apa yang akan kita pakai untuk produk kita nanti, apakah kau mau membantu aku lagi di dalam hal ini? karena maaf aku sama sekali tidak mengerti tentang semua hal yang digunakan wanita untuk mempercantik dirinya."
__ADS_1
Dengan cepat Clarissa menganggukkan kepalanya.
"Aku pasti akan membantu mu Edward, sudah lama aku ingin memiliki usaha ini, namun aku yang bukan siapa - siapa tidak akan pernah bisa melakukan hal ini, saat ini aku begitu bahagia karena ternyata orang yang aku cintai mau melakukan hal ini, dan menyetujui semua ide - ide ku."
"Tentu saja aku setuju, karena ini adalah ide brilian yang aku dapatkan dari satu wanita yang sangat aku cintai."
Dan setelah mengatakan hal tersebut sepanjang hari ini Edward dan Clarissa banyak melakukan perencanaan untuk bisnis baru mereka.
Sementara itu menjelang sore Richard masuk ke dalam kediaman Chandrawinata.
"Pa, ma, kakek."
"Duduklah Richard, ada yang ingin kakek bicarakan terhadap mu."
Richard langsung duduk di samping nyonya Tiara.
"Kau tentunya sudah melihat berita pagi ini bukan?"
__ADS_1
"Ya pa, Richard sudah melihatnya, maafkan Richard pa, ma, kek."
Richard mengatakan hal tersebut sambil memandang ke arah mereka satu per satu.
"Richard, mama sebenarnya tidak ingin terlalu mencampuri urusan mu, namun untuk kali ini mama dan semua keluarga harus mengatakan dengan jujur apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu."
Nyonya Tiara mengatakan hal tersebut sambil mengenggam tangan Richard.
"Kami sekeluarga sangat mencintai mu Richard, tidak ada perbedaan antara kau dan Edward, ya sama sekali tidak ada perbedaan, bagi kami kalian berdua adalah anggota keluarga, dan bagi mama pribadi kalian adalah anak - anak mama."
"Sayang maafkan Edward, mungkin saat ini hati mu sedang terluka akibat apa yang telah Edward lakukan terhadap mu, bukan hanya kau saja yang terluka, namun kami semua juga terluka, dan mama sangat kecewa dengan semua keputusan yang telah Edward lakukan."
Setelah mengatakan hal tersebut nyonya Tiara terdiam, butuh keheningan beberapa saat untuk nyonya Tiara melanjutkan mengatakan semuanya.
"Ma, apakah mama sanggup mengatakan hal ini?"
Tuan Adrian yang melihat nyonya Tiara terdiam mencoba untuk membantunya.
__ADS_1
"Aku sanggup pa, aku akan mencoba mengatakan hal ini kepada Richard, aku yakin Richard adalah laki - laki dewasa yang bisa mengerti apa yang akan aku katakan ."
Dan tuan Adrian hanya menganggukkan kepalanya mendengarkan jawaban dari nyonya Tiara.