
Kami berdua tidak menginginkan pesta yang mewah, kami hanya ingin pesta sederhana yang terbaik untuk kami, itu saja pa."
Tuan Adrian kini semakin tidak bisa mengatakan hal apapun lagi.
"Baiklah Edward papa akan mencoba untuk mengatakan apa yang menjadi keinginan mu saat ini."
"Terima kasih pa, Edward yakin jika papa bisa ada di tengah - tengah permasalahan ini."
"Edward pamit dulu pak."
Setelah mengatakan hal tersebut Edward berdiri dari tempat duduknya dan langsung keluar dari ruangan.
Ke dua mata Edward terbelalak saat di depan pintu tuan Adrian Edward bertemu dengan satu laki - laki yang dulunya sudah dia anggap sebagai saudara laki - laki terbaiknya.
Cukup lama mereka berpandangan di depan pintu masuk ruang kerja tuan Adrian.
"Apa kabar Richard semoga kau tetap baik -baik saja."
__ADS_1
Edward mencoba untuk tetap mengatakan hal tersebut kepada Richard, namun tidak ada respon apapun dari Richard kecuali hanya memalingkan wajahnya dan langsung masuk ke dalam ruangan tuan Adrian.
"Sudah aku duga, ternyata dia se terluka itu."
Edward mengatakan hal tersebut sambil melihat pintu ruang kerja tuan Adrian yang kini telah tertutup lagi.
"Dulu aku begitu hangat bersama dengan ke dua laki - laki yang saat ini ada di dalam ruangan itu, namun kini semuanya terasa asing bagi ku, ya sangat asing dan aku harus bersiap untuk menerima akan hal ini."
Setelah mengatakan hal tersebut Edward menarik nafasnya dalam - dalam dan langsung melangkahkan kakinya lagi, dan berusaha untuk tidak membawa perasaan apa yang sudah dia lihat saat ini juga.
"Richard ada apa? apakah kau bertemu dengan Edward?"
"Untuk apa Edward kemari pa?"
"Duduklah Richard papa ingin berbicara kepada mu."
Tuan Adrian yang mengerti isi hati Richard mencoba untuk mengajaknya duduk bersama dan membicarakan hal yang serius.
__ADS_1
"Papa akan menyampaikan satu kabar penting untuk mu, dan papa berharap kau bisa dengan lapang dada untuk menerima kabar tersebut."
"Katakan saja pa, ada apa?"
Richard mengatakan hal tersebut sambil duduk di samping tuan Adrian.
"Lusa Edward dan Clarissa akan menikah dan Edward datang hari ini untuk meminta restu kepada papa."
Seketika itu juga Richard terdiam, seperti petir yang menyambarnya di pagi hari.
"Richard papa yakin saat ini hati mu masih terluka atas apa yang telah Edward lakukan kepada mu, kalian berdua anak papa, dan papa sama sekali tidak pernah membedakan kalian."
"Papa tau bahwa apa yang saat ini kau alami adalah sesuatu hal yang sangat berat, mungkin jika kau tidak memandang papa dan mama , kakek, ada hal nekat yang bisa kau lakukan terhadap Edward."
Dan Richard hanya bisa menganggukkan kepalanya, karena apa yang dikatakan oleh tuan Adrian itu ada benarnya, jika bukan karena keluarga, mungkin saat itu Richard sudah menembak Edward.
"Ya papa tau Richard, namun di dalam kehidupan ada saatnya kita harus bisa menerima hal - hal yang tidak bisa kita terima, karena perjalanan hidup itu tidak ada yang sempurna."
__ADS_1
"Semua orang yang ada di dekat kita pun berpotensi untuk menyakiti hati kita."
"Termasuk Keluarga sendiri, saat ini tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali belajar untuk menerima sulit memang karena ini adalah proses."