
Tangan mu yang halus dan tubuh mu yang wangi, serta senyuman manis mu sungguh sangat membuatku terhipnotis."
Edward mengatakan semua hal tersebut sambil memandang ke arah luar jendela kamarnya, hati yang kini telah terpaut sejenak membuat Edward melupakan milik siapa Clarissa yang sebenarnya.
Pikiran Edward semakin melayang dengan setiap hal yang malam ini dia bayangkan dari tubuh Clarissa.
Tidak rasa bersalah sama sekali ketika Edward membayangkan hal tersebut.
"Kau tau Clarissa, selama belum adanya pernikahan antara kau dari Richard, maka kau masih belum menjadi milik siapapun."
Edward mengatakan hal tersebut di atas tempat tidurnya, terselip rencana demi rencana yang akan segera dia lakukan untuk mendapatkan apa yang dia mau.
Malam hari ini, Edward yang seakan - akan seperti laki - laki bodoh mulai menyusun banyak rencana dan langsung menghubungi Dony untuk membantu setiap hal yang sudah dia rencanakan pada malam hari ini.
"Selamat pagi tuan Edward."
Malam yang telah berganti dengan pagi, seperti biasa hari ini Dony menyapa Edward dengan cara membungkukkan badannya.
"Pagi Don, bagaimana apakah semuanya sudah beres, semua hal yang sudah aku perintahkan kepada mu?"
Edward mengatakan hal tersebut sambil masuk ke dalam mobil.
"Semuanya sudah beres tuan muda, hari ini tuan muda Edward akan melihat nona Clarissa berada di Chandrawinata Corp."
"Bagus Don, lalu bagaimana dengan Richard?"
"Tuan Richard saat ini sedang perjalanan menuju Jepang tuan untuk misi selanjutnya."
__ADS_1
"Bagus, terima kasih Don, semua sesuai dengan yang aku inginkan."
Edward mengatakan hal tersebut sambil tersenyum penuh arti, karena bagaimanapun juga semua rencana yang sudah dia susun berjalan dengan sempurna.
Di dalam perjalanan, tak henti - hentinya Edward terus membayangkan wajah Clarissa.
"Mari tuan muda."
Perjalanan singkat pada akhirnya membuat Edward sampai di kantor dalam keadaan lebih cepat.
"Dimana dia Don?"
"Saat ini nona Clarissa sedang menunggu tuan muda di dalam ruang kerja tuan muda."
"Ayo Don."
Edward mengatakan hal tersebut dengan berjalan cepat ke arah ruangannya.
Clarissa yang saat itu berada di dalam ruangan Edward ternyata sedang melakukan panggilan dengan laki - laki yang dia cintai.
"Kau tau, hampir setiap malam aku sangat merindukanmu, aku berharap kau segera kembali sayang, aku mencintaimu."
Dan di saat yang bersamaan dari balik pintu Edward mendengarkan semua hal tersebut.
Rasa panas terbakar mulai masuk ke dalam relung hati Edward yang paling terdalam.
"Tuan muda Edward, apakah anda baik - baik saja?"
__ADS_1
Dony yang melihat Edward terdiam di depan pintu ruang kerjanya kembali menegur.
"Ayo."
Dan Seketika itu juga Edward membuka pintu ruang kerjanya dengan sangat keras.
"Selamat pagi tuan muda Edward."
Seketika itu juga Clarissa menutup panggilan teleponnya bersama dengan Richard.
"Pagi nona Clarissa apakah anda sudah lama menunggu ku?"
"Belum terlalu lama tuan muda."
"Ah aku kira sudah cukup lama, sampai - sampai aku mendengar kau menghubungi Richard pagi sekali."
Clarissa langsung terdiam dengan semua perkataan Edward.
"Tuan muda maafkan aku."
Edward hanya tersenyum sinis dengan semua perkataan Clarissa.
"Clarissa sudah beberapa kali aku mengatakan panggil aku Edward saja bukan dengan sebutan tuan muda."
"Maafkan aku Edward, namun sungguh hal ini belum terbiasa buat ku."
"Iya aku mengerti, baiklah ayo kita pergi Cambodia."
__ADS_1
Clarissa langsung mengernyitkan dahi ketika Edward mengatakan hal tersebut.
"Edward ini bukan mimpi kan? kau memanggilku karena ada hal yang ingin kau bicarakan, dan tiba - tiba saja sekarang kau mengajakku ke Cambodia?"