SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)

SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)
CERITA DOKTER RENA


__ADS_3

Tapi tuan muda, apakah tuan Adrian tidak akan bertanya - tanya dengan tugas yang anda berikan kepada tuan muda Richard?"


"Aku tidak peduli Don, semakin Richard jauh maka aku akan semakin cepat mendapatkan apa yang ingin aku dapatkan."


Edward mengatakan hal tersebut dengan penuh ambisi, ya ambisi untuk bisa memiliki satu orang gadis yang sangat di cintai oleh sahabat baiknya sendiri.


"Apakah kau mengerti dengan apa yang aku perintahkan kepada mu?"


Donny yang sebenarnya tidak setuju dengan perintah dari Edward kini hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Baik tuan Edward, aku akan melakukan hal itu."


"Bagus Don, kau memang bisa aku andalkan, sekarang pergilah, sebentar lagi aku akan pergi dengan Clarissa, kami akan makan malam di rumah Rena."


Edward mengatakan hal tersebut kepada Donny, dan meminta Donny untuk meninggalkan ruang kerjanya saat itu juga.


"Baik tuan Adrian."


Donny yang tiba - tiba menerima panggilan dari tuan Adrian langsung mengangkat ponselnya terpaksa berbohong dengan tuan Adrian.


"Sungguh aku tidak menyangka jika aku harus melakukan hal ini, ya hal - hal yang sebenarnya tidak sesuai dengan keinginan ku sendiri, ini jahat ya ini sungguh jahat."

__ADS_1


Donny mengatakan hal tersebut sambil berjalan dengan mengacak - acak rambutnya sendiri, beberapa perintah dari Edward yang di luar nalar mulai dia terima membuatnya harus bergelut dengan hatinya sendiri.


"Clarissa apakah kau sudah siap?"


Malam ini Edward mengatakan hal tersebut sambil mengetuk - ngetuk pintu kamar Clarissa.


"Ya Edward, aku sudah siap."


Clarissa keluar dengan dress biru sederhana, namun bajunya ini yang membuat kecantikan seorang Clarissa semakin terpancar.


"Luar biasa, kau sungguh sangat cantik Clarissa."


"Terima kasih Edward, ayo apakah kita berangkat sekarang?"


"Ah tentu saja Clarissa, ayo."


Edward segera tersadar dari lamunannya dan langsung menuju ke parkiran mobil bersama dengan Clarissa..


"Edward apakah kau sudah lama mengenal dokter Rena?"


Di dalam mobil Clarissa mulai mengatakan hal tersebut kepad Edward yang saat ini sedang berkonsentrasi dengan kemudinya.

__ADS_1


"Ya Clarissa Rena adalah teman masa kecilku, namun saat dunia perkuliahan aku memilih untuk melanjutkan ke Paris dan dia tetap di Negara W, ada apa? mengapa kau menanyakan tentang hal ini?"


"Entahlah Edward, tapi mungkin ini hanya perasaan ku saja, namun aku melihat dokter Rena memiliki pandangan yang berbeda terhadap ku saat kita bertemu di kantin rumah sakit tadi siang."


Edward langsung tersenyum begitu mendengar perkataan Clarissa.


"Ya, ya dia memang akan selalu seperti itu terhadap semua teman wanita ku."


"Apa yang kau maksudkan Edward?"


"Sebagai seorang sahabat terkadang memang Rena sedikit berlebihan terhadap ku, Rena akan selalu memandang tajam kepada setiap wanita yang berada di samping ku."


"Meskipun aku adalah tunangan dari Richard?"


"Ya, tanpa terkecuali, terkadang aku berpikir kenapa Rena seperti itu terhadap ku, tapi seiring berjalannya waktu, aku tidak akan membuat diri ku pusing hanya karena hal - hal kecil seperti ini saja."


Clarissa terdiam dengan semua penjelasan Edward, terbersit beberapa perkataan yang ingin dia katakan, namun semua hal tersebut harus di simpan rapat - rapat oleh Clarissa..


"Sudah sampai, ayo kita turun."


Edward mengatakan hal tersebut sambil mematikan mesin mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2