SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)

SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)
DOKTER RENA


__ADS_3

Ah baiklah, aku akan segera bersiap - siap Edward, kau tau kan jika wanita memerlukan waktu lebih lama daripada pria untuk bersiap-siap, jadi aku ingin melakukan hal itu terlebih dahulu, apakah kau tidak berkeberatan jika aku tinggalkan?"


"Pergilah Clarissa."


Edward mengatakan hal tersebut sambil ke dua matanya tak lepas untuk menatap tajam ke arah Clarissa..


"Maafkan aku Richard, namun sepertinya aku mulai tertarik dengan tunangan mu, kalian belum menikah, dan aku masih memiliki hak untuk berkompetisi dengan mu."


Edward mengatakan hal tersebut sambil mengambil ponsel Clarissa yang tergeletak di meja kecil di dekatnya, dengan perlahan Edward memblokir nomor Richard lalu menghapus nomor tersebut dari ponsel Clarissa.


"Kita bersaing dengan sehat Richard."


Edward kembali mengatakan hal itu sambil meletakkan kembali ponsel Clarissa.


Hari itu Edward dan Clarissa pergi ke rumah sakit dan melakukan penguatan terhadap anak - anak penderita penyakit langka.


"Ini untuk mu."


Edward memberikan air mineral dingin kepada Clarissa saat mereka beristirahat di kantin rumah sakit.


"Terima kasih Edward."

__ADS_1


"Ada apa dengan mu Clarissa? aku perhatikan wajah mu murung?"


Edward mengatakan hal tersebut dengan menatap tajam ke arah Clarissa.


"Tidak ada yang perlu di khawatir kan Edward, aku baik - baik saja."


Clarissa mengatakan hal tersebut sambil mencoba tersenyum di hadapan Edward.


"Aku tidak akan pernah percaya kata - kata seorang wanita ketika melihat wajahnya yang murung dan dia mengatakan aku baik - baik saja, saat itu dikatakan kondisi wanita akan menjadi sebaliknya.


Clarissa kembali tersenyum dengan perkataan Edward.


"Aku tidak menyangka bahwa kau ahli di dalam masalah wanita Edward, k


Edward langsung tertawa mendengarkan perkataan Clarissa.


"Ya, ya Richard pasti akan mengatakan hal itu kepada mu, semuanya tidak sepenuhnya salah, karena di Paris hal itu yang terus aku lakukan."


"Satu hal yang saat itu aku pikirkan, kau mau tau kenapa aku termasuk laki - laki yang tergila-gila akan belajar?"


Clarissa yang mendapatkan pertanyaan itu langsung menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Beritahu aku mengapa kau seperti itu."


"Karena aku adalah putra pertama keluarga Chandradinata, suatu saat Chandrawinata Corp akan berada di bawah kepemimpinan dari ku, aku hanya ingin menjadi pemimpin yang bijaksana bukan hanya untuk keluarga, namun juga untuk seluruh karyawan ku."


"Kau tau semua orang yang bekerja kepada kita adalah aset, dan aku akan merawat mereka dengan sangat baik, karena majunya sebuah perusahaan selain dari pemimpin juga dari para karyawan yang memiliki loyalitas tinggi terhadap perusahaan yang kita pimpin."


"Kau hebat Edward, jalan pikiran mu sungguh di luar dugaan."


"Ya dugaan bahwa aku adalah laki - laki manja yang tidak bisa apa - apa dan hanya berlindung di balik nama besar keluarga ku sendiri."


Edward mengatakan hal tersebut sambil tersenyum.


"Ah maafkan aku Edward bukan maksud ku mengatakan hal itu."


"Sudah lah aku terbiasa dengan kata - kata itu."


Edward mengatakan hal tersebut sambil tersenyum.


"Halo Edward aku mencari mu kemana - mana."


Satu wanita muda sederhana dengan menggunakan jas putih layaknya tenaga kesehatan tiba - tiba saja menghampiri Edward dan juga Clarissa.

__ADS_1


"Ah Rena, kemana saja kau? sejak tadi aku dan Clarissa berada di rumah sakit dan belum melihat mu sama sekali."


Edward mengatakan hal tersebut kepada satu wanita yang sejak tadi memandang tajam ke arah Clarissa.


__ADS_2