SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)

SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)
PERTEMUAN


__ADS_3

Tidak terlalu buruk ketika memiliki asisten pribadi, semoga saja Dony bisa di percaya."


Edward mengatakan hal tersebut sambil kembali duduk di kursi yang kini menjadi tempat duduknya di setiap pekerjaan.


"Selamat malam tuan Edward, mari tuan mobil sudah saya siapkan."


Malam ini setelah Edward menyelesaikan semua pekerjaannya, sang asisten pribadi kembali menghampiri..


"Malam Don, baiklah, semuanya sudah kau siapkan bukan?"


"Sudah tuan muda Edward."


"Bagus ayo kita pergi."


Edward mengatakan hal tersebut lalu masuk ke dalam mobil pengamanan tingkat tinggi yang dimiliki oleh Chandrawinata Corp.


"Aku sengaja tidak memakai supir pribadi untuk bertemu dengan Clarissa, jadi aku minta kau yang mengemudikan mobil ini."


"Baik tuan Edward."


Doni mengatakan semua hal tersebut kepada Edward dengan tenang dan mengemudikan mobil dengan tenang.


Sepanjang perjalanan Edward menetap ke arah luar kaca jendela mobil, beberapa pikiran gila mulai terlintas di dalam diri Edward.


"Tuan muda kita sudah sampai."

__ADS_1


Dan seketika pikiran itu langsung hilang, tak kala Doni sang asisten pribadi sudah memarkirkan mobilnya di area khusus parkir VVIP di ruang parkir cafe tersebut.


"Ah baiklah."


Edward mengatakan hal tersebut sambil membuka pintu mobil dan mulai melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam cafe yang sudah dia pesan untuk pertemuannya dengan Clarissa pada malam hari ini.


"Selamat datang tuan muda Edward."


Sesampainya di ruangan yang sudah di pesan, rupanya Clarissa sudah menunggu, Clarissa mengatakan hal tersebut dengan membungkukkan badannya.


"Selamat malam nona Clarissa, rupanya anda sangat tepat waktu, maafkan aku yang terlambat sepuluh menit dari waktu yang telah di tetapkan."


Edward mengatakan hal tersebut sambil ke dua matanya tak henti - hentinya menatap ke arah Clarissa.


"Tidak masalah tuan muda Edward, anda pastilah orang sibuk dan aku akan sangat mengerti keadaan anda."


"Ayo duduklah, tak akan enak kita berbicara di dalam keadaan berdiri seperti ini."


Edward mengatakan hal tersebut dengan mempersilahkan Clarissa untuk duduk di sampingnya.


"Terima kasih tuan muda Edward."


"Nona Clarissa sebelum kita akan berdiskusi dengan beberapa hal boleh aku meminta satu hal kepada mu?"


"Katakan saja tuan muda Edward."

__ADS_1


"Aku tidak ingin kau memanggilku dengan sebutan tuan muda, panggil saja nama ku Edward."


"Tapi tuan muda hal tersebut kurang pantas untuk ku."


"Sssst, aku tidak ingin kau mengatakan hal tersebut di hadapan ku lagi."


Edward mengatakan hal tersebut dengan meletakkan ke dua jari ke bibirnya.


"Kau adalah calon istri dari saudara ku Richard, aku dan Richard adalah saudara yang tidak dapat dipisahkan, dan siapapun yang akan menjadi pendamping kita nanti haruslah kita perlakukan seperti saudara juga."


"Baiklah tuan muda, ah maksud ku Edward."


"Nah nama itu yang ingin aku dengarkan."


Edward mengatakan hal tersebut sambil tersenyum.


"Don, berikan setiap berkas kepada nona Clarissa."


"Baik tuan muda Edward."


Doni yang sejak tadi berdiri di samping Edward segera memberikan beberapa berkas kepada Clarissa.


"Baiklah nona Clarissa di dalam berkas tersebut terdapat beberapa foto tempat yang akan kita kunjungi."


Clarissa yang mendapatkan informasi tersebut langsung membuka berkas tersebut satu per satu dan ke dua mata Clarissa langsung terbelalak ketika mendapatkan satu tempat yang betul - betul dia kenal.

__ADS_1


__ADS_2