
Aku tidak akan pernah melepaskan Clarissa pa, aku akan melawan siapapun yang mencoba untuk memisahkan aku dengan Clarissa ya siapapun itu."
Hari ini Edward lebih memilih untuk kembali ke apartemen Clarissa dan tidak kembali melakukan pekerjaannya.
kemarahan Edward yang begitu besar pada akhirnya membuat dia tidak ingin untuk bekerja, Edward memilih untuk menenangkan pikiran dan memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya.
"Aku tau pada akhirnya aku akan berhadapan dengan keluarga ku sendiri."
Edward mengatakan hal tersebut sambil terus melajukan mobilnya dengan sangat kencang.
Sementara itu di tempat yang lainnya.
"Dokter Rena, silahkan."
Satu orang suster memberikan ponsel kepada dokter Rena.
"Terima kasih suster."
Setelah mendapatkan ponsel tersebut dokter Rena mengirimkan satu pesan dan satu video ke satu nomor yang sangat kenal.
"Sebentarnya aku sama sekali tidak ingin ikut campur di dalam masalah kalian, namun aku harus tetap melakukan hal ini, karena ...."
Tiba - tiba saja ucapan dokter Rena terhenti hanya senyum puas yang tersungging dari bibirnya saat ini.
"Aku akan menjadi penonton dan pendengar yang baik setelah aku mengirimkan ini semua."
Dan setelah mengatakan hal tersebut dokter Rena keluar dari ruang prakteknya.
__ADS_1
Sementara itu Edward yang telah sampai ke apartemen Clarissa langsung menuju kembali ke kamar Clarissa.
"Edward bagaimana apa yang terjadi?"
Clarissa membuka pintu dan melihat Edward dengan ke dua mata Elangnya penuh dengan kemarahan.
"Ayo duduklah dan cerita kan kepada ku."
Clarissa mengatakan hal tersebut sambil meminta Edward untuk duduk kembali di ruang tamu.
"Seperti dugaan kita Rissa, keluarga sudah mengetahui semuanya, ya hubungan kita, dan kau sudah pasti mengetahui apa reaksi papa dan kakek ku."
Seketika itu juga Clarissa terdiam, karena hal yang selama ini dia takutkan pada akhirnya terjadi juga.
"Apa yang aku prediksi akhirnya terjadi juga Edward."
Edward mengatakan hal tersebut sambil mengenggam erat tangan Clarissa.
"Aku percaya kepada mu Edward."
"Satu hal yang harus kita pikirkan adalah ketika pada nantinya kita harus berhadapan dengan Richard."
Edward kembali mengatakan hal tersebut kepada Clarissa.
"Aku sangat yakin Richard akan marah besar kepada kita Edward."
Dan Edward hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ya itu pasti, namun kita boleh lari dari semua ini Rissa, cinta kita yang kuat akan menjadi pelindung untuk kita.*
Tidak ada yang Clarissa katakan selain hanya anggukan kepalanya..
"Rissa boleh aku mengatakan sesuatu hal kepada mu?"
"Katakan saja Edward."
"Aku butuh untuk di tenangkan, amarah ku belum reda."
Dan seketika itu juga Clarissa mengerti apa yang harus dia lakukan.
"Jika kau menginginkan hal itu lakukan saja Edward."
Kali ini Clarissa mengatakan hal tersebut dengan penuh kerelaan.
"Terima kasih, aku berjanji akan memberikan kenikmatan untuk mu."
Setelah mengatakan hal tersebut di ruang tamu Edward melepaskan semua pakaian Clarissa dan mengikat Clarissa di kursi, menutup ke dua mata Clarissa dan langsung mencumbunya.
Hari ini Edward meluapkan semua kemarahannya dengan melakukan penyatuannya berkali - kali kepada Clarissa.
Karena hanya dengan hal ini Edward mendapatkan ketenangan.
"Aku mencintaimu Clarissa."
Edward mengatakan hal tersebut sambil melepaskan semua ikatan Clarissa, Edward menutup kembali tubuh telanjang Clarissa dengan sebagian bajunya dan langsung menggendong Clarissa..
__ADS_1