SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)

SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)
PIKIRKAN


__ADS_3

Seketika itu juga Clarissa langsung mencoba kembali menghubungi Richard, namun semuanya terhenti ketika Clarissa sadar bahwa saat ini dirinya sudah tidak memiliki perasaan apapun terhadap Richard..


"Jika aku kembali menghubungi mu, maka kau akan berpikir jika aku baik - baik saja, jika aku masih mencintaimu."


Setelah mengatakan hal tersebut Clarissa terdiam sambil terus menatap ponselnya yang saat ini siap dia gunakan untuk menghubungi Richard.


"Maafkan aku Richard jika pada akhirnya aku harus mengatakan jika aku tidak akan menghubungi mu lagi."


Clarissa mengatakan hal tersebut dengan menarik nafasnya dalam - dalam.


Sungguh sangat berat mengambil keputusan ini, namun saat ini dirinya hanya bisa mengatakan hal tersebut kepada dirinya sendiri berjanji tidak akan menghubungi Richard lagi.


Sementara itu Edward yang saat ini telah sampai di Chandrawinata Corp, langsung menuju ke ruang komisaris yaitu ruangan tuan Adrian.


"Pa, ada apa? mengapa papa memanggil Edward sepagi ini?"


Edward mengatakan hal tersebut sambil membuka pintu ruang komisaris.


"Duduklah Edward papa ingin berbicara kepada mu."

__ADS_1


Tuan Adrian mengatakan hal tersebut dengan penuh ketenangan.


"Ada apa pa?"


Edward kembali menanyakan hal tersebut karena sampai saat ini tuan Adrian belum memberikan kejelasan kenapa dirinya di panggil sepagi ini oleh ayahnya sendiri.


"Katakan kepada papa dengan jujur apakah benar saat ini kau sedang menjalin hubungan yang spesial dengan nona Clarissa?"


Deg


Sesuai dengan perkiraan Edward ternyata memang benar dirinya sengaja di panggil untuk hal ini.


"Apakah aku harus menjawab dengan jujur pa?"


"Ya kau harus menjawabnya dengan sangat jujur."


"Ya pa saat ini aku dan Clarissa memang ada hubungan spesial dan itu karena kami saling mencintai."


Deg

__ADS_1


Hening seketika ruangan itu, ketika pada akhirnya Edward mengakui rasa cintanya kepada Clarissa, ketika Edward pada akhirnya mengakui bahwa dirinya memang menjalin hubungan gelap dengan Clarissa.


"Edward entahlah saat ini papa harus mengatakan apa kepada mu, namun apakah kau sadar apa yang telah kau lakukan ini?


"


Tuan Adrian mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya."


"Edward sadar pa, sangat sadar dengan apa yang telah Edward lakukan saat ini."


"Apakah kau tidak mengetahuinya bahwa apa yang kau lakukan ini salah? Edward Richard itu adalah saudara mu dan dia begitu percaya kepada mu, sekarang kau dengan sengaja ingin membunuhnya dari belakang."


"Dia memang saudara terbaik ku pa, dan aku sangat bangga memiliki saudara laki - laki seperti dirinya."


"Namun yang harus papa ketahui, meskipun dia saudara terbaik ku, namun di dalam cinta kita tetap berhak untuk bersaing."


"Saat ini baik aku dan Clarissa serta Richard posisi kami masih sama, meskipun saat ini Clarissa sudah menjadi tunangan Richard, namun di saat yang dia juga wanita yang belum sah di dalam ikatan pernikahan."


"Dan itu berarti, Clarissa masih bisa untuk aku dapatkan, aku tidak peduli lagi apakah dia tunangan Richard, atau tunangan siapapun, satu hal yang pasti aku akan tetap mengejar dan melakukan hal apapun untuk mendapatkan cintanya, ya cinta dari seorang penari cantik Clarissa."

__ADS_1


Tuan Adrian hanya bisa terdiam dengan semua hal yang telah Edward cerita kan kepada nya.


"Edward semua yang kau katakan itu ada benarnya juga, namun apakah kau sudah memikirkan apa yang akan dirasakan oleh Richard?"


__ADS_2