SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)

SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)
KEDATANGAN EDWARD


__ADS_3

Ya Richard, selama disana aku dan Clarissa banyak melakukan kegiatan sosial, maafkan Clarissa jika dirinya jadi sulit untuk di hubungi."


Edward yang mengerti kondisi Clarissa kini mencoba untuk membantunya.


"Sama sekali tidak masalah Edward, selama dia pergi dengan mu aku akan sangat tenang, karena aku yakin kau akan menjaga wanita yang aku cintai ini dengan sangat baik."


Richard mengatakan hal tersebut dengan tersenyum kepada Edward, sedangkan Clarissa hanya bisa memandanginya saja.


"Ayo Richard kita kembali, papa dan mama pasti sudah menunggu kedatangan kita."


"Ah ya kau benar Edward, terima kasih Edward."


"Terima kasih untuk apa Richard?"


"Terima kasih karena kau telah mengirimkan aku ke Alaska."


"Tunggu untuk apa kau mengucapkan terima kasih?"


"Ya karena setibanya aku disana, aku menemukan banyak hal yang sebelumnya belum pernah aku temui, aku bertemu dengan beberapa anak terlantar seperti diriku, dan sekarang aku akan berkomitmen menjadi orang tua asuh bagi mereka, seperti tuan Adrian yang melakukan hal itu terhadap ku dulu."


"Ya, ya syukurlah jika memang itu yang sedang kau pikirkan saat ini, aku bangga pada mu Richard."


Edward mengatakan hal tersebut sambil menepuk - nepuk bahu Richard.


Mereka pada akhirnya masuk ke dalam mobil dengan pengamanan tingkat tinggi milik Chandradinata.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Edward dan Richard lebih banyak bercerita, namun lain hal nya dengan Clarissa yang hari ini memilih untuk lebih banyak diam.


Sementara itu di Cambodia.


"Baik tuan Adrian, aku mengerti."


Satu orang wanita mengatakan hal tersebut kepada tuan Adrian di ponsel dan setelah itu berangkat dari tempat duduknya.


"Selamat datang negare W."


Senyum yang sangat mengembang terpancar dari wajah sang wanita tersebut karena hari ini dia akan kembali ke negara W.


Siang yang telah berganti dengan malam, ada satu laki - laki yang saat ini turun dari dalam mobil dan langsung ke satu apartemen.


"Halo Clarissa."


Clarissa yang sudah menggunakan baju tidur di buat kaget dengan kehadiran Edward.


"Ada apa Edward untuk apa kau datang kemari malam - malam?"


Dan tanpa permisi Edward masuk ke dalam apartemen tersebut, ke dua tangan Clarissa yang menghalangi tidak akan memiliki kekuatan seberapa.


"Aku hanya ingin memastikan keadaan mu Clarissa."


,

__ADS_1


"Aku baik - baik saja Edward."


"Apa kau yakin?"


Edward kembali mengatakan hal tersebut kepada Clarissa.


"Ya aku sangat yakin."


"Tapi bagaimana jika aku tidak seyakin dirimu sayang?"


Dan tanpa sadar kini posisi Edward sudah semakin dekat dengan Clarissa.


"Edward kita sudah terlalu dekat, jarak kita sudah terlalu dekat."


Clarissa mengatakan hal tersebut sambil mencoba untuk terus mundur dari Edward.


"Bagaimana jika hal ini yang sebenarnya memang ingin aku lakukan?"


Edward mengatakan hal tersebut sambil meraih pinggang Clarissa di dalam pelukannya.


"Aku tidak mau lagi Edward, lepaskan!"


Clarissa mulai meronta - meronta di dalam pelukan Edward, namun tenaga Clarissa yang tidak sebanding membuat dirinya tidak bisa berbuat apa - apa.


"Kau tau Rissa, sudah lama aku tidak mencinta wanita sampai seperti ini, jika aku mencintainya mereka tidak lain adalah pemuas nafsu ku saja, dengan kelainan seksual yang aku miliki."

__ADS_1


"Karena sudah lama sebenarnya aku tidak pernah percaya akan cinta lagi, dan entah mengapa saat aku melihat mu, rasa cinta ini kembali muncul."


__ADS_2