
Saat kami mendapatkan kabar jika Edward menjalin cinta dengan nona Clarissa di saat itu pula kami mendapatkan kabar yang sama bahwa nona Clarissa ternyata telah menyetujui permainan gila dari Edward."
Dan setelah tuan Adrian mengatakan semua hal tersebut, seketika ruangan menjadi hening, tidak ada yang berani berkata - kata di dalam ruang tamu yang besar itu.
"Arrrh kenapa semuanya harus menimpa ku, ya kenapa semuanya harus terjadi dengan ku."
Richard mengatakan hal tersebut dengan mengacak - acak rambutnya.
"Richard mama tau apa yang saat ini sedang kau rasakan, mama mengerti sayang, mama mengerti."
Nyonya Tiara mengatakan hal tersebut sambil memeluk erat putra kesayangannya.
"Ma, sebentar lagi aku akan menikah dengan Clarissa, ma dia adalah wanita yang aku puja, dia adalah wanita yang sangat aku cintai, aku tidak menyangka jika dia melakukan hal ini kepada ku."
Untuk pertama kalinya Richard menangis di dalam pelukan nyonya Tiara, pelukan hangat yang selalu membuat Richard merasa sangat nyaman untuk tetap berada di dalam pelukan tersebut.
"Sayang tenangkan diri mu, tenang kan."
Nyonya Tiara mengatakan hal tersebut kepada Richard berulang - ulang, sedangkan tuan Jaya dan juga kakek Jaya hanya bisa saling memandang dengan setiap hal yang saat ini sedang terjadi di depan ke dua mata mereka.
"Richard ada satu hal yang perlu kau tau tentang Clarissa yang ini hal yang sangat penting."
__ADS_1
Kakek Jaya yang sejak tadi diam kembali membuka suaranya.
"Ada apa lagi kek?"
"Lihat ini."
Kakek Jaya mengatakan hal tersebut sambil memberikan satu artikel lama yang saat ini sudah berada di tangan Richard.
"Keluarga Louis bangkrut dan mati bunuh diri?"
Richard yang masih belum paham mengatakan hal tersebut sambil kembali menghadap ke arah tuan Adrian dan juga tuan Jaya.
"Ya, Keluarga Louis, adalah saingan bisnis besar dari keluarga Chandradinata, beberapa tahun yang lalu, semua bisnisnya hancur lebur karena mereka semua tidak kuat bersaing dengan Chandrawinata Corp, dan oleh sebab itu mereka melakukan bunuh diri satu keluarga."
"Bacalah ini lagi."
Tuan Jaya memberikan satu artikel yang lainnya untuk Richard baca.
"Satu gadis kecil ditemukan selamat di antara darah yang mengucur di dalam ruangan itu."
Richard mengatakan hal tersebut sambil terus memandang mereka satu per satu.
__ADS_1
"Ya dan gadis kecil itu adalah nona Clarissa.*
Deg
Saat ini Richard begitu tercekat dengan perkataan dari kakek Jaya.
"Apakah ada bukti kuat yang mengatakan bahwa gadis kecil itu adalah Clarissa?
"
Richard yang seakan - akan tidak ingin percaya kembali menanyakan hal tersebut kepada sang kakek.
"Ini, ini adalah hasil tes DNA yang kami lakukan terhadap Clarissa secara diam - diam dan juga kepada DNA Keluarga Louis yang masih kami simpan jika sewaktu-waktu di perlukan."
Tuan Jaya mengatakan hal tersebut sambil menyerahkan satu hasil tes DNA.
"Hasilnya cocok?"
Richard seakan - akan tidak percaya dengan semua hal yang saat ini di dapatkan.
"Ya betul Richard, nona Clarissa adalah salah satu keturunan dari keluarga Louis yang saat ini masih tersisa."
__ADS_1
Richard kembali terdiam dengan semua hal yang kembali dia dengar.
"Jujur saat ini kakek sangat mengkhawatirkan Edward karena kita tidak pernah mengetahui apa motif dari nona Clarissa, dan apakah dia mengetahui masa lalu dirinya ini?"