SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)

SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)
KEBENCIAN CLARISSA


__ADS_3

Entah sudah berapa banyak wanita yang mengeluhkan hal ini, ketika kau membawa mereka semua kepada ku?"


"Kau tidak perlu ikut campur dengan masalah ku yang ini Ren."


"Ah tentu saja, aku tidak akan ikut campur dengan masalah mu yang ini, karena fantasi setiap orang berbeda, namun satu hal yang pasti kenikmatan yang dirasakan saat melakukan hubungan badan itu bukan hanya untuk mu saja, wanita yang kau setubuhi juga berhak mendapatkan kenikmatan itu."


"Dan satu hal lagi, semua orang disekitar mu saat ini menyangka kau adalah laki - laki yang bersembunyi di balik nama besar Chandrawinata, namun sampai saat ini mereka tidak mengetahui bahwa Edward Chandradinata yang sebenarnya adalah seorang laki - laki pencinta wanita dengan fantasi kekerasan seksual yang menakutkan."


"Tutup mu besar mu Rena, saat ini aku sedang membicarakan Clarissa, tapi kenapa kau malah memperlebar permasalahan ini!"


"Edward sebagai seorang dokter dan juga seorang wanita aku benci dengan apa yang kau lakukan, untuk itu aku meminta mu dengan sangat untuk segera bertemu Psikologi atau dokter Psikiater, jika kau memang butuh rekomendasi dengan senang hati aku akan merekomendasikan hal ini."


"Aku tidak butuh perkataan demi perkataan mu Edward, satu hal yang pasti jangan sekali - kali kau mencampuri urusan ku lagi, kita memang bersahabat tapi aku tidak sudi jika kau mencampuri urusan ku di dalam ini lagi."

__ADS_1


Dengan geram Edward mengatakan hal tersebut kepada dokter Rena, dan setelah mengatakan hal tersebut Edward bangkit berdiri dari tempat duduknya.


"Aku pergi, percuma saja aku berbicara dengan mu Ren."


"Pergilah, aku yakin suatu saat engkau pasti akan membutuhkan aku lagi."


Edward yang mendapatkan perkataan dokter Rena yang seperti itu tidak mengatakan apa -apa namun langsung meninggalkan dokter Rena begitu saja.


"Kau bodoh Edward, ya kau sangat bodoh!"


Sementara itu Edward masuk ke dalam mobil dengan amarahnya yang masih menyala.


"Kenapa semuanya jadi begini, aku ingin mendapatkan Clarissa tapi tidak dengan cara yang licik seperti ini, aku ingin bersaing secara sehat dengan Richard, arrrrh Rissa maafkan aku!"

__ADS_1


Edward mengatakan hal tersebut sambil memukul - mukul kemudinya


Dengan cepat Edward mengemudikan mobilnya karena sore nanti Edward dan Clarissa akan kembali ke Negara W.


Pagi yang telah berganti dengan siang, hari ini Clarissa lebih memilih berdiam diri di dalam kamarnya, sesekali Clarissa menatap ke arah cermin sambil berusaha menghapus tanda - tanda cinta yang diberikan Edward di lehernya.


"Aku jijik dengan ini, aku jijik dengan diriku sendiri."


Clarissa terus mengatakan hal tersebut sambil mencoba untuk membersihkan tanda cinta yang sejak tadi tidak bisa hilang.


"Sungguh aku tidak menyangka Clarissa jika peristiwa semalam membuat mu begitu terluka."


Edward mengatakan hal tersebut dengan perlahan, saat ini dengan diam - diam Edward melihat apa yang telah dilakukan oleh Clarissa dari balik celah pintu kamar.

__ADS_1


Sungguh hati Edward seperti di hantam oleh batu besar, ketika mengetahui bahwa apa yang telah dia lakukan ternyata membuat duka bagi hati Clarissa.


Ya wanita yang dengan diam - diam saat ini Edward cinta dan kagumi, peristiwa semalam sungguh sangat meninggalkan bekas di hati Clarissa, meskipun dengan kebahagiaan Edward melakukan hal itu, namun hal tersebut tidak terjadi dengan Clarissa.


__ADS_2