
Ya beberapa jam yang lalu dengan lantang Clarissa mengatakan bahwa hatinya hanya untuk Richard, namun sekarang Clarissa yang sudah kehilangan kesadarannya begitu memohon kepada Edward.
"Baiklah apa yang bisa aku lakukan kepada mu?"
Dengan berpura - pura tidak tau Edward kembali mengatakan hal tersebut kepada Clarissa yang kini nafasnya semakin berat.
"Sentuh aku, ya aku mohon sentuh aku Edward, tolong aku, aku mohon."
Sungguh saat ini Clarissa sudah kehilangan rasa malunya, rasa malu yang tidak ada lagi di depan Edward.
"Kau yakin Clarissa?
Pertanyaan sederhana yang di lontarkan Edward kepada Clarissa.
"Sangat yakin, saat ini aku begitu menderita Edward."
"Baiklah aku akan melakukan hal itu untuk mu, namun kau harus mematuhi semua aturan yang akan aku buat untuk mu, kau setuju?"
Dengan cepat Clarissa menganggukkan kepalanya.
"Ayo kemarilah."
Edward mengajak Clarissa untuk menuju ke satu koper kecil miliknya.
"Ini."
__ADS_1
Deg
Seketika itu juga Clarissa tercengang dengan semua barang milik Edward.
"Aku adalah laki - laki yang memiliki kelain seksual, fantasi ku tidak akan terlepas dengan semua alat - alat yang ada di dalam koper kecil ini, sekarang aku kembalikan kepada mu, apakah kau siap melakukan hubungan badan dengan alat - alat yang aku miliki ini?"
"Ya Edward, aku siap, namun aku minta kau melakukan dengan perlahan, karena ini adalah hal yang pertama bagi ku."
Edward yang mendengarkan pengakuan dari Clarissa langsung tercengang.
"Jadi kau masih perawan?"
Dengan cepat Clarissa menganggukkan kepalanya.
"Kau yakin akan melepaskan untuk ku? bukan untuk Richard?"
Seketika itu juga Clarissa terdiam, saat ini gairah dengan cintanya dengan Richard sedang berperang dengan begitu hebat di dalam dirinya.
Dengan menarik nafas dalam - dalam pada akhirnya Clarissa memberikan sebuah keputusan.
"Aku siap Edward."
"Baiklah jika seperti itu, dengan pengakuan mu ini bisa menjadikan aku jaminan bahwa aku tidak memaksa mu, aku menolong mu, sekarang pejamkan matamu."
Clarissa yang sejak tadi sudah sangat menderita langsung memejamkan ke dua matanya.
__ADS_1
Dengan cepat Edward menyambar bibir Clarissa, memakan bibir seksi tersebut sampai ke dalam - dalamnya.
Terdengar ******* panjang Clarissa ketika kecupan demi kecupan telah Edward berikan kepada Clarissa.
Dengan cepat Edward membuka semua pakaian Clarissa dan menidurkan Clarissa di atas tempat tidur.
"Permainan baru akan di mulai sayang."
Edward membisikkan hal tersebut kepada Clarissa yang kini sudah berada di awan - awan.
Dengan cepat Edward mengambil tali dan mengikat ke dua tangan dan kaki Clarissa di atas tempat tidur.
"Nah bagaimana rasanya apakah sakit?"
Dengan cepat Clarissa menganggukkan kepalanya, sungguh ini merupakan hal yang sangat baru bagi Clarissa.
"Aku akan menutup ke dua mata mu dengan kain hitam ini, setelah itu baru aku akan memberikan sentuhan demi sentuhan luar biasa kepada mu."
Setelah mengatakan hal tersebut Edward menutup ke dua mata Clarissa.
Kini dengan jelas Edward dapat melihat tubuh Clarissa yang telanjang dengan ke dua tangan dan kakinya yang terikat.
Seketika itu juga gairah Edward meningkat, dengan cepat dia mengambil ikat pinggang dan mulai memukul pelan ke arah Clarissa.
Pukulan demi pukulan pun Mulai Clarissa terima dengan luar. biasa.
__ADS_1