SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)

SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)
HARUS TENANG


__ADS_3

Vinny gadis yang seusia dengan Clarissa dan merupakan sahabat dekatnya langsung menatap tajam ke arah Clarissa berusaha untuk mencari kebenarannya.


"Aku tidak yakin jika kau baik - baik saja, Clarissa apakah kau tidak mau membagikan beban mu ini kepada ku? ya setidaknya kau tidak memikirkan semuanya sendiri."


"Entahlah Vin, aku sendiri tidak tau harus menceritakan semuanya darimana."


"Kau bisa memulai semuanya dari sana."


Vinny menunjukkan satu tempat kopi di luar sanggar tari.


"Kopi?"


Dengan cepat Vinny langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya kopi, kata orang kopi adalah salah satu bahan terbaik untuk meredakan emosi."


"Tapi maaf ku tidak bisa menceritakan hal ini Vin."


"Kau yakin?"


Dan Clarissa langsung menganggukkan kepalanya, namun saat Clarissa berdiri, tiba - tiba saja sekelilingnya menjadi gelap, dan pada akhirnya Clarissa pingsan.


"Astaga Clarissa sudah aku katakan, tidak baik jika memedam semuanya seorang diri."


Vinny mengatakan hal tersebut sambil berlari meminta bantuan kepada banyak orang yang saat ini juga berada di dalam sanggar.


Dengan cepat Clarissa diangkat dan dimasukkan ke dalam ruang VVIP di dalam sanggar tersebut.

__ADS_1


"Rissa, apakah kau baik - baik saja?"


Vinny yang melihat Clarissa kembali sadar langsung memeluknya.


"Aku baik - baik saja Vin, ada apa dengan ku?"


"Kau pingsan Rissa, sungguh saat kau pingsan aku sangat khawatir."


"Ah maafkan aku, sebaiknya aku segera pulang saja."


Namun saat Clarissa mencoba untuk berdiri, Clarissa kembali kehilangan keseimbangannya.


"Rissa, sudahlah, istirahat lah disini, aku sudah mendapatkan izin dari pimpinan untuk bisa menggunakan tempat ini beristirahat."


"Jadi apakah kau tidak ingin bercerita apapun kepada ku?"


Tidak ada kata - kata yang keluar dari mulut Clarissa, kecuali hanya tangisan semata.


"Rissa, hei Rissa, apakah kau baik - baik saja?"


Vinny yang melihat Clarissa menangis dengan kencang kini sangat khawatir.


"Apa yang kau lakukan jika tunangan mu selingkuh Vinny."


Deg


Vinny langsung terdiam ketika mendapatkan pertanyaan tersebut.

__ADS_1


"Aku akan memutuskan hubungan kita, karena aku tidak ingin masuk dalam pernikahan dengan kebohongan."


"Apakah Richard selingkuh Rissa?"


Clarissa yang kembali mendapatkan pertanyaan tersebut kini hanya bisa terdiam.


"Bukan Richard yang selingkuh namun aku yang melakukan hal itu Vinny."


Vinny yang masih tidak percaya kini hanya bisa menutup mulutnya dengan ke dua tangan.


"Aku tidak percaya kau bisa melakukan hal itu Rissa, Richard begitu baik kepada mu, siapa laki - laki lain itu Rissa."


Clarissa kembali menangis histeris ketika Vinny menanyakan dengan siapa mengkhianati cintanya.


"Aku, aku melakukan hal itu, ya hal itu dengan sahabat baiknya sendiri, Edward Chandradinata."


Seketika itu juga Vinny kembali menutup mulutnya.


"Rissa, apakah kau sadar saat ini kau sedang bermain api? mereka berdua sama - sama berasal dari kalangan atas, sama - sama tuan muda dan semuanya dari keluarga Chandradinata."


"Aku tau Vinny, aku, aku"


Tidak ada kata - kata yang bisa Clarissa katakan kecuali hanya tangisan belaka, begitu berat mulutnya untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, karena memang sebenarnya Clarissa sama sekali tidak menghendaki perselingkuhan ini.


"Bagaimana jika aku melakukan karena di paksa?"


"Risssa tolong jangan kau ceritakan setengah - setengah, apa yang menyebabkan ini hal menjadi sebuah paksaan? Rissa, ayo ceritakan kepada ku, sudah tenangkan dulu diri mu."

__ADS_1


__ADS_2