
Saatnya aku menjemputmu cucu ku tersayang, tak seharusnya kau berada di dalam cerita ini, karena kau layak untuk bahagia, ya bahagia bukan bersama dengan laki - laki itu, karena mereka bukan untuk kau bahagiakan, tapi mereka untuk kau bunuh!
Tuan Lauren mengatakan hal tersebut dengan peluh dendam dan amarah, cerita masa lalu yang kembali teringat dengan sangat jelas kini kembali teringat dan akan terus teringat.
"Aku menginjakkan kaki ku disini untuk hal ini dan aku berjanji akan melakukan hal apapun agar aku bisa membunuh semua orang yang telah menyakiti keluarga ku, ya apapun itu akan aku lakukan untuk keluarga ku!"
Malam hari ini tuan Lauren baru saja melenyapkan satu anak manusia yang tidak mengetahui kesalahan apa yang sudah dia lakukan.
Malam hari ini tuan Lauren telah melakukan pembunuhan kejam yang tidak diketahui oleh orang lain.
Dan semuanya akan terus berlanjut sampai pada akhirnya tercapai semua hal yang diinginkan.
"Selamat pagi ma."
Pagi ini di kediaman Chandrawinata tuan Adrian, tuan Jaya dan juga nyonya Tiara sedang berkumpul untuk sarapan pagi.
"Dimana Richard pa?"
"Ah sudah sejak pagi tadi Richard berangkat ke kantor ma."
Tuan Adrian mengatakan hal tersebut sambil memberikan ciuman sayang untuk nyonya Tiara.
__ADS_1
"Apakah ada yang perlu aku tau ma?"
Dengan cepat tuan Adrian mengatakan hal tersebut.
"Tidak ada papa, aku hanya sedang mengkhawatirkan kondisi kejiwaan Richard, apakah dia baik - baik saja?"
"Ya ,ya kita semua pasti akan mengkhawatirkan Richard."
"Adrian, Tiara coba lihat berita hari ini."
Begitu tuan Jaya berbicara semua mata langsung terpaku pada layar televisi yang saat ini berada di depan mereka.
Sungguh saat ini wajah nyonya Tiara terlihat tidak suka dengan apa yang telah dia terima.
"Sepertinya mereka melakukan bisnis bersama Tiara,nya Edward dan Clarissa melakukan hal itu."
"Apakah mungkin akan berhasil pa?"
Tuan Adrian kali ini serius menanyakan apakah bisnis yang akan di rintis oleh Clarissa dan juga Edward akan berhasil..
"entahlah Adrian, aku juga bisa mengatakan hal itu, namun satu yang pasti keturunan Chandrawinata semuanya mahir di dalam berbisnis, oleh sebab itu keberhasilan akan selalu ada di tangan Chandrawinata Corp."
__ADS_1
"Dan Edward juga telah mewarisi hal - hal seperti ini, dia juga sudah mulai memiliki jaringan para pengusaha di berbagai negara, jadi keberhasilan yang dia dapat juga akan besar."
Tuan Adrian hanya menganggukkan kepalanya saat mendengarkan penjelasan dari tuan Jaya.
"Ya aku sangat mengetahui hal ini pa, namun yang tidak aku sangka Edward melakukan bisnis ini dengan Clarissa yang sampai ini belum mengetahui tentang motivasi nya."
Tuan Adrian mengatakan hal tersebut sambil menganggukkan kepalanya.
"Jadi apa yang akan kita lakukan selanjutnya?"
Tuan Adrian kembali menanyakan hal tersebut kepada tuan Jaya."
"Tidak ada pilihan lain kecuali menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya Adrian, yang terpenting adalah saat ini Edward cucu kita baik - baik saja."
"Ya pa semoga apa yang papa katakan itu benar."
Ya Adrian mari kita berharap kepada Tuhan saja atas apa yang akan dilakukan sekarang.
Dan pada akhirnya keluarga inti Chandrawinata mengatakan hal tersebut dengan melanjutkan kembali sarapan paginya.
Sementara itu ada yang memandang dengan nanar berita pagi ini.
__ADS_1