SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)

SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)
KITA PIKIRKAN


__ADS_3

Apakah tuan dan nyonya sudah mencoba untuk bertanya kepada Edward akan hal ini?"


"Kami belum berani untuk menanyakan hal ini dokter, karena kami harus mendapatkan bukti yang cukup kuat, saat ini para pengawal sudah tiba di Paris dan akan mencoba melacak para nona malam yang pernah kencan dengan Edward."


Tuan Adrian mengatakan hal tersebut sambil menganggukkan kepalanya.


Apakah anda yakin tidak ingin menceritakan sesuatu hal akibat dari apa yang dialami oleh Edward saat ini?"


Dokter Rena masih mengatakan hal tersebut dengan penuh tanda tanya, sementara itu tuan Adrian dan juga nyonya Tiara hanya bisa saling menatap.


"Untuk sementara ini, tidak dokter Rena."


"Boleh aku menanyakan satu hal kepada mu dokter?"


Nyonya Tiara pada akhirnya bersuara karena sejak tadi ada satu pertanyaan yang sangat mengganjal hatinya.


"Katakan saja nyonya Tiara."


"Apakah karena alasan Edward memiliki kelainan seksual anda menolak perjodohan dengan Edward?"

__ADS_1


Deg


Pertanyaan nyonya Tiara cukup sukses membuat dokter Rena harus memikirkan bagaimana cara menjawabnya.


"Maafkan aku nyonya, namun apa yang anda katakan itu betul, maafkan aku juga yang harus mengatakan kebenaran ini, karena meskipun aku seorang dokter dan aku mengerti akan kasus seperti ini, tetap akan sangat sulit bagi wanita untuk bisa menerima kelainan seksual yang masih ada pada diri Edward."


"Kami mengerti dan kami menerima keputusan mu dokter Rena, yang pasti anda tetap menjadi salah satu dokter pribadi keluarga Chandradinata."


"Pasti tuan Adrian, keluarga Chandradinata memiliki andil besar di dalam karir ku sebagai seorang dokter."


"Baiklah jika tidak ada hal lain yang perlu untuk di bicarakan, aku pamit undur diri terlebih dahulu."


"Senang bertemu dengan anda kembali dokter Rena, terimakasih pada akhirnya anda bersedia untuk menetap kembali di negara W dan membantu di rumah sakit milih Chandradinata."


Tuan Adrian mengatakan hal tersebut sambil menjabat tangan dokter Rena.


"Pasti tuan Adrian, dan pasti aku akan melakukan tugas ku dengan baik di dalam rumah sakit nanti, aku mohon undur diri terlebih dahulu."


Setelah mengatakan hal tersebut dokter Rena membungkukkan dirinya lalu berjalan menuju pintu keluar kediaman Chandrawinata.

__ADS_1


"Pa, bagaimana ini?"


Nyonya Tiara yang sudah melihat dokter Rena pergi, mulai mengatakan hal tersebut kepada suaminya yaitu tuan Adrian.


"Aku belum bisa mengatakan apapun sayang, namun sebisa mungkin aku akan menutup agar media sosial tidak mencium berita tentang Edward ini."


"Lalu bagaimana caranya."


"Duduklah, mungkin ini terkesan gila, namun untuk sementara hanya ini cara yang bisa kita lakukan saat ini."


"Katakan apa rencana mu Adrian?"


Nyonya Tiara yang masih penasaran kembali mengatakan hal tersebut kepada tuan Adrian


"Aku akan menempatkan pengawal bayangan lebih banyak di sekeliling Edward, aku bisa mengetahui gerak gerik Edward di luar sana."


"Sayang apakah ini adil? kita memakai pengawal bayangan, satu pasukan terlatih yang kita miliki untuk bertarung dengan banyak orang, namun kini engkau meminta mereka untuk mengawal anak kita, dan dia sama sekali tidak mengetahui rencana kita ini?"


Nyonya Tiara mengatakan hal tersebut dengan menggelengkan kepalanya, saat ini nyonya Tiara banyak sangat heran dengan pemikiran tuak Adrian yang selalu tidak dapat dia cerna atau penuh dengan kejutan.

__ADS_1


__ADS_2