SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)

SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)
TERJADI LAGI


__ADS_3

Clarissa mulai meronta - meronta di dalam pelukan Edward, namun tenaga Clarissa yang tidak sebanding membuat dirinya tidak bisa berbuat apa - apa.


"Kau tau Rissa, sudah lama aku tidak mencinta wanita sampai seperti ini, jika aku mencintainya mereka tidak lain adalah pemuas nafsu ku saja, dengan kelainan seksual yang aku miliki."


"Karena sudah lama sebenarnya aku tidak pernah percaya akan cinta lagi, dan entah mengapa saat aku melihat mu, rasa cinta ini kembali muncul."


Edward mengatakan hal tersebut sambil kening Clarissa.


"Lepaskan aku Edward, kau harus sadar apa yang telah kita lakukan itu adalah kesalahan besar, dan kita tidak boleh mengulanginya lagi."


Clarissa terus mengatakan hal tersebut sambil meronta - ronta di dalam pelukan Edward.


"Ya, awalnya aku mengira jika ini adalah sebuah kesalahan, sehingga pada akhirnya aku hanya berani mengagumi mu di dalam diam."


Dan peristiwa di Cambodia itu membuat ku berani untuk terus melangkahkan kaki ini.


"Edward aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi di Cambodia, namun itu betul - betul adalah sebuah kesalahan."


"Kesalahan ya kesalahan dengan kau begitu menikmati permainan ku di atas ranjang sentuhan demi sentuhan maut ku kau Terima dengan sempurna, kau puas dengan gairah mu sendiri."


"Dan aku bisa melihat dengan jelas dari wajah mu dan dari tubuh mu yang begitu menerimanya."

__ADS_1


Seketika itu juga Clarissa terdiam dengan semua hal yang diceritakan oleh Edward, karena apa yang dikatakan semuanya adalah benar, Clarissa betul - betul menikmati semua sentuhan dari Edward.


"Sudahlah, tidak baik jika kau berbohong dengan diri mu sendiri, karena semua sudah jelas - jelas terlihat."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Edward kembali mendaratkan ciuman dan melahap bibir Clarissa dengan sangat cepat.


Clarissa yang pada akhirnya meronta - ronta pada akhirnya kembali menerima semua hal tersebut.


"Jangan kau lakukan ini lagi Edward!"


Clarissa terus mengatakan hal tersebut sambil dengan dirinya sudah pengendalian diri.


"Aku tidak akan pernah berhenti untuk memiliki mu sayang."


"Apa yang akan kau lakukan Edward?"


Clarissa mengatakan hal tersebut, karena melihat Edward memegang tali di dalam kedua tangannya.


"Kita akan bersenang - senang dengan dengan ini, dan malam ini kau akan menjadi milik ku seutuhnya."


"Aku tidak mau melakukan hal ini lagi Edward!"

__ADS_1


Clarissa mencoba berlari untuk menuju pintu keluar, namun tangan Edward lebih cepat menyambar tubuhnya.


"Tapi aku menyukai hal ini, dan kau harus tunduk dengan ku malam ini."


"Lepaskan, aku tidak mau lepaskan!"


Seketika itu juga Edward menampar Clarissa beberapa kali, dan tamparan Edward tersebut pada akhirnya membuat Clarissa pada akhirnya tak berdaya, diatas tempat tidur.


"Sudah aku katakan jangan melawan ku."


Edward kembali mengatakan hal tersebut dengan melucuti semua pakaian Clarissa.


Dalam keadaan telanjang Edward kembali mengikat ke dua tangan dan kaki Clarissa.


Malam hari ini Edward kembali melakukan aktivitasnya.


Ya aktivitas yang kali ini dilakukan dengan keterpaksaan, karena saat ini Clarissa sudah tidak menghendaki akan hal ini.


"Edward, kenapa kau begitu jahat kepada ku."


Clarissa mengatakan hal tersebut dengan derai air mata dan dalam keadaan terikat.

__ADS_1


Sedangkan Edward yang saat ini sudah berada di puncak gairah sama sekali tidak mendengarkan lagi Clarissa.


__ADS_2