SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)

SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)
MULAI TERHIPNOTIS


__ADS_3

Kini ke dua mata Edward masih memandang tajam ke arah Clarissa atas setiap penghiburannya yang bijaksana terhadap Edward.


"Clarissa terimakasih atas setiap perkataan mu yang menguatkan aku, tidak percuma pertemuan kita pada malam hari ini, dan tidak percuma aku mengenal mu."


"Sama - sama Edward."


"Aku harap kau bisa menyimpan setiap rahasia pembicaraan kita pada malam hari ini, aku hanya tidak ingin Richard menjadi salah sangka dengan keluh kesah ku, karena bagaimanapun juga dia adalah saudara laki - laki ku terbaik, meskipun dia selalu mengatakan bahwa kita tidak di lahir kan di dalam rahim yang sama, namun aku tidak pernah peduli akan hal itu, bagi ku Richard tetap lah saudara laki - laki ku satu - satunya."


Clarissa langsung tersenyum dengan perkataan Edward.


"Dan ini adalah salah satu kelebihan yang kau miliki, kau sangat tulus Edward."


Wajah Edward bersemu merah ketika Clarissa memujinya, untuk pertama kalinya Edward di puji oleh satu wanita cantik yang sangat berkesan di hati Edward.


"Terim kasih Clarissa, kau juga wanita yang sangat bijaksana, Richard sangat beruntung memiliki kekasih seperti mu."


Clarissa hanya tersenyum dengan apa yang Edward katakan.


"Baiklah Clarissa hari sudah semakin larut lebih baik kita akhiri pertengahan kita pada malam hari ini."

__ADS_1


Edward mengatakan hal tersebut sambil memandang ke arah jendela.


"Ya kau benar Edward, aku akan membantu semua yang kau butuhkan, Cambodia adalah tempat kenangan terindah yang aku miliki, dan aku akan memberikan pikiran juga tenaga ku untuk tempat ini."


"Pasti, setelah ini kita akan lebih banyak bertemu untuk membahas Cambodia, apakah kau tidak ada masalah?"


Clarissa langsung menggelengkan kepalanya dengan kuat ketika Edward menanyakan hal tersebut.


"Tidak Edward, Richard juga sudah memberikan izin kepada ku di dalam hal ini, aku tau dia sangat sibuk, ya sangat sibuk, namun aku tidak boleh melakukan apapun tanpa keputusannya."


Edward menjadi terdiam dengan semua yang dikatakan oleh Clarissa, entah mengapa ada rasa yang aneh saat Clarissa membicarakan Richard di hadapannya.


"Pasti Edward."


"Ayo Clarissa aku antar kau pulang."


Dengan cepat Clarissa langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak perlu Edward, aku membawa kendaraan sendiri."

__ADS_1


"Ya aku tau kau mengendarai mobil saat menuju ke tempat ini, namun ini sudah malam, tak ada masalah dengan mobil mu Clarissa, aku akan menghubungi salah satu pengawal bayangan dan dia yang akan membantu membawa mobil mu kembali ke apartemen."


Clarissa yang sebenarnya tidak ingin merepotkan Edward kini hanya bisa memandang Edward.


"Tapi Edward..."


"Sssst, Richard sudah menyetujui dan percaya dengan mu juga aku, alangkah lebih baiknya jika aku juga menjaga kepercayaan Richard dengan cara menjaga mu."


Edward mengatakan hal tersebut dan memberikan satu penegasan kepada Clarissa.


"Baiklah Edward, maafkan aku yang membuat mu repot."


Clarissa mengatakan hal tersebut sambil menarik nafasnya dalam - dalam.


"Tak masalah Clarissa, ayo."


Setelah mengatakan hal tersebut Edward bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari ruang VVIP bersama dengan Clarissa.


Sepanjang perjalanan pulang Edward bertanya banyak kepada Clarissa, pertanyaan demi pertanyaan yang tanpa sadar membuat Edward semakin terhipnotis dengan kecantikan Clarissa.

__ADS_1


__ADS_2