
Aku mencintaimu sayang, sayang mencintai mu."
Edward mengatakan hal tersebut sambil melepaskan semua ikatan Clarissa.
Edward memeluk erat tubuh Clarissa yang telah lelah dia cumbu, di dalam kegelapan malam pada akhirnya Clarissa tunduk di bawah otoritas dari Edward, ya otoritas yang akan sangat melelahkan bagi dirinya nanti.
Sementara itu di lain tempat saat ini ada satu orang laki -laki yang terus memegang ponselnya.
"Arrh kenapa ini terjadi lagi? kenapa kau sangat susah untuk di hubungi Rissa, aku khawatir kepada mu."
Laki - laki tersebut pada akhirnya melemparkan ponselnya di atas tempat tidur, rasa lelah yang teramat sangat membuatnya begitu saja tertidur dengan hati yang sangat tidak menentu pada hari ini.
Sungguh saat ini Richard ingin kembali melihat sendiri keadaan Clarissa, namun sampai saat ini dirinya hanya bisa mengkhawatirkan keadaan Clarissa tanpa bisa mengetahui bagaimana keadaannya.
Malam yang pada akhirnya berganti dengan pagi, dengan segala kegundahannya di dalam setiap hati sanubari masing - masing.
"Tuan muda Edward ada yang ingin bertemu dengan anda."
Pagi ini Donny terpaksa masuk ke dalam apartemen Clarissa dan menyampaikan hal ini.
__ADS_1
Edward dan Clarissa yang sedang berada di ruang makan segera menatap Donny dengan tajam saat Donny masuk ke dalam apartemen tersebut.
"Siapa Don ?"
"Tuan Adrian memanggil anda tuan muda Edward, tuan Adrian meminta untuk anda segera menuju ke kantor."
"Naiklah Don, katakan kepada papa sebentar lagi aku akan berangkat."
"Baik tuan muda Edward."
Setelah mengatakan hal tersebut Donny membungkukkan badan lalu keluar kembali dari apartemen Clarissa.
"Firasat ku mengatakan jika papa Adrian sudah mengetahui apa yang telah kita lakukan Clarissa."
Clarissa yang saat ini sedang menikmati sarapan langsung menatap tajam ke arah Edward.
"Edward lali apa yang harus kita lakukan?"
"Kau tenang saja, aku akan selalu berada di depan mu, jika memang aku harus melawan keluarga ku sendiri aku akan melakukan hal itu demi untuk mu, jadi kau tidak perlu khawatir akan semua hal ini."
__ADS_1
Edward mengatakan hal tersebut dengan penuh ketegasan, tangannya meraih tangan Clarissa dan menggenggamnya erat -erat sebagai bentuk dukungan terhadap wanita yang saat dia cintai saat ini.
"Aku pergi dulu, jaga diri mu baik - baik."
Edward mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Clarissa.
"Hati - hati Edward.*
Clarissa mengatakan hal tersebut sambil memandang cemas ke arah Edward.
"Aku tidak tau apa yang akan aku hadapi bersama dengan Edward setelah ini, namun satu hal aku inginkan, aku hanya ingin bisa mempertanggungjawabkan rasa cinta ku yang salah ini."
Clarissa mengatakan hal tersebut sambil ponselnya yang sejak tadi tergeletak di atas meja.
Ke dua matanya memandang ke arah ponsel tersebut dengan sangat tajam, tak kala dirinya melihat Richard yang begitu banyak menghubungi namun panggilan tersebut tidak dia terima.
"Astaga Richard dari semalam rupanya kau telah menghubungi ku, maafkan aku."
Seketika itu juga Clarissa langsung mencoba kembali menghubungi Richard, namun semuanya terhenti ketika Clarissa sadar bahwa saat ini dirinya sudah tidak memiliki perasaan apapun terhadap Richard..
__ADS_1
"Jika aku kembali menghubungi mu, maka kau akan berpikir jika aku baik - baik saja, jika aku masih mencintaimu."
Setelah mengatakan hal tersebut Clarissa terdiam sambil terus menatap ponselnya yang saat ini siap dia gunakan untuk menghubungi Richard.