
Dengan permainan lembut Richard memainkan bibir yang seksi tersebut sambil pada akhirnya permainan berubah menjadi semakin panas dan tangan Richard mulai menjelajahi bagian - bagian sensitif Clarissa.
"Hentikan Richard, cukup hentikan!"
Clarissa mengatakan hal tersebut dengan mendorong Richard.
"Maafkan aku Rissa, sungguh maafkan aku."
Richard mengatakan hal tersebut dengan nafasnya yang tersengal, hasratnya yang sudah mulai naik terpaksa harus kembali dia tahan.
"Ada apa dengan mu Richard?"
Clarissa mengatakan hal tersebut diambil merapikan bajunya yang sudah mulai berantakan.
"Entahlah Rissa, mungkin karena aku terlalu merindukan mu sayang, maafkan, aku memang harus lebih bersabar untuk hal ini, maafkan aku sayang, sungguh aku tidak bermaksud sampai seperti itu."
Richard terus mengatakan hal tersebut kepada Clarissa berulang - ulang.
"Iya, aku tidak marah Richard, terkadang memang kita sulit untuk mengendalikan diri kita, sekarang pulanglah, sudah larut besok kau harus pergi pagi - pagi bukan?"
"Ya kau benar sayang, sekali lagi maafkan aku.
__ADS_1
Clarissa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Pergilah aku tidak kan marah ."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Clarissa melihat punggung Richard yang semakin menjauh.
Dengan cepat Clarissa mengunci pintu kamar dan pada akhirnya terduduk di depan pintu.
"Ada apa dengan mu Rissa? kenapa kau tiba - tiba mengingat laki - laki itu? sentuhannya, ciumannya, dan semua hal yang ada di dalam diri laki - laki itu tiba - tiba saja kau ingat ketika Richard mulai menyentuh mu."
"Arrrh Rissa, kau harus sadar bahwa laki - laki itu bukan laki - laki yang baik, untuk apa kau sampai seperti ini."
"Lebih baik aku tidur, semoga ini hanyalah halusinasi ku saja, dan semoga besok saat aku bangun, semuanya sudah selesai, dan ingatan ku tentang dirinya sudah hilang."
Setelah mengatakan hal tersebut Clarissa kembali bangkit dan masuk ke dalam kamarnya.
Malam hari ini Clarissa mencoba untuk memejamkan ke dua matanya yang saat ini sepertinya sangat sulit untuk terpejam.
Malam yang telah larut kini sudah berganti dengan pagi, cerita yang berbeda akan terukir di hari ini dengan sangat baik.
"Nona Clarissa ada yang ingin bertemu dengan anda."
__ADS_1
satu orang laki - laki berjubah hitam mengatakan hal tersebut kepada Clarissa yang siang ini telah pulang dari sanggar tari.
"Aku tidak mau karena aku tidak mengenal mu."
Seketika itu juga laki - laki tersebut memperlihatkan tanda pengenal yang berlapis emas.
"Pengawal bayangan keluarga Chandradinata?"
Laki - laki berjubah hitam tersebut pada akhirnya hanya menganggukkan kepala dan membawa Clarissa berjalan menuju satu mobil mewah.
"Ada apa Edward? mengapa kau ingin menemui ku di tempat seperti ini?"
Clarissa mengatakan hal tersebut setelah masuk ke dalam mobil Edward.
"Aku ingin melihat mu Rissa.
"
Edward mengatakan hal tersebut sambil mencoba untuk menyentuh rambut Clarissa, namun dengan cepat Clarissa langsung menepisnya.
"Sudah cukup Edward, aku tidak mau lagi ada scandal di antara kita, aku minta mulai saat ini kita berdua menjauh, apa yang telah kita lakukan berdua itu kesalahan besar Edward, apakah kau sadar akan hal itu? atau tidak?"
__ADS_1