
Kau benar Edward, saat itu memiliki mimpi ya mimpi menjadi seorang balerina."
"Dan mimpi itu sekarang sudah terwujud."
"Kau hebat Clarissa, ya kau hebat."
Malam hari ini untuk pertama kalinya Edward memuji satu orang wanita.
"Kau juga hebat Edward."
Clarissa mengatakan hal tersebut sambil tersenyum dan sungguh senyum Clarissa sangat manis, hal tersebut yang pada akhirnya membuat Edward tak bisa mengalihkan pandangannya.
"Aku tidak hebat Clarissa."
"Kenapa kau mengatakan hal tersebut Edward?"
"Ya, aku hanya menjadi beban keluarga Chandradinata saat ini."
__ADS_1
Edward mengatakan hal tersebut sambil ke dua matanya menatap ke arah langit.
"Hei, kenapa kau mengatakan hal yang sangat negatif seperti itu?"
"Aku baru saja menyelesaikan pendidikan ku di Paris, saat aku kembali ke Negara W dan memulai masuk ke dalam Chandrawinata Corp, semuanya terasa asing bagiku."
Edward terdiam sejenak dan tidak melanjutkan perkataannya.
"Lalu? "
Clarissa yang sekarang sangat ingin mengetahui permasalahan Edward yang sebenarnya kembali bertanya.
Edward kembali terdiam setelah mengatakan hal tersebut.
"Setelah mengatakan hal ini, kau pasti akan mengira aku adalah laki - laki yang cengeng, ya aku memang berbeda dengan Richard, dia sangat pandai di dalam urusan bisnis, Chandrawinata Corp sangat berkembang pesat di tangannya, banyak hal yang sudah dia lakukan untuk Chandrawinata Corp."
"Malam hari ini saja Richard sedang berada di Jepang untuk bisnis baru dari keluarga ku, sedangkan aku sekali lagi hanya duduk di depan meja kerja menunggu hingga waktu jam kantor usai."
__ADS_1
Terjadi keheningan setelah Edward mengatakan hal tersebut di hadapan Clarissa.
Saat ini ke dua mata Clarissa menatap tajam ke arah Richard, ada beberapa hal yang ingin Clarissa katakan kepada Edward, namun Clarissa sedang berpikir darimana dia akan menyampaikan hal - hal tersebut.
"Edward dengarkan aku, semuanya itu ada porsinya masing - masing, memang saat ini aku adalah kekasih dari Richard, namun di dalam hal ini aku ingin bersikap netral kepada kau dari Richard."
Clarissa mengatakan hal tersebut dengan kembali tersenyum dan lesung pipit membuat Clarissa bertambah cantik saat tersenyum.
"Ya aku tau Clarissa kau pasti wanita yang bijak."
"Terima kasih Edward untuk pujiannya, satu hal yang harus kau tau, saat ini mungkin saja kau masih berada di dalam fase adaptasi, ya adaptasi dengan segala perubahan yang sedang terjadi dengan mu."
"Maafkan aku yang tidak pernah memasuki bangku perkuliahan, namun yang aku tau berada di sana juga tidak mudah bukan? dan pada saat pertama kali kau harus berada di posisi itu kau harus beradaptasi dan pada akhirnya kau bisa menyelesaikan dengan baik
"
"Dan hal ini juga pasti akan kau selesaikan dengan baik, hal pertama saja kau bisa berarti hal - hal selanjutnya juga pasti akan sama."
__ADS_1
Kini ke dua mata Edward masih memandang tajam ke arah Clarissa atas setiap penghiburannya yang bijaksana terhadap Edward.
"Clarissa terimakasih atas setiap perkataan mu yang menguatkan aku, tidak percuma pertemuan kita pada malam hari ini, dan tidak percuma aku mengenal mu."