SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)

SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)
KORBAN


__ADS_3

Setelah mengatakan hal tersebut di ruang tamu Edward melepaskan semua pakaian Clarissa dan mengikat Clarissa di kursi, menutup ke dua mata Clarissa dan langsung mencumbunya.


Hari ini Edward meluapkan semua kemarahannya dengan melakukan penyatuannya berkali - kali kepada Clarissa.


Karena hanya dengan hal ini Edward mendapatkan ketenangan.


"Aku mencintaimu Clarissa."


Edward mengatakan hal tersebut sambil melepaskan semua ikatan Clarissa, Edward menutup kembali tubuh telanjang Clarissa dengan sebagian bajunya dan langsung menggendong Clarissa..


Hari ini, ya hari ini pada akhirnya Edward dan Clarissa kembali menyatukan cinta mereka, ya cinta yang terlahir akibat kesalahan dari ke dua belah pihak.


Satu hari penuh Edward memilih untuk tinggal di dalam apartemen Clarissa, dan hubungan badan yang tidak lazim tersebut terus mereka lakukan tanpa peduli lagi apa yang terjadi selanjutnya.


Malam yang pada akhirnya berganti dengan pagi, hari ini satu laki - laki dengan tergesa-gesa turun dari dalam mobil, laki - laki tersebut langsung berlari ke arah pintu kamar apartemen dan membuka kunci pintu apartemen tersebut dengan paksa.


Satu alat canggih yang dia ciptakan berhasil membuka pintu apartemen tersebut tanpa suara.


Setelah pintu terbuka, dengan cepat laki - laki tersebut masuk ke dalam apartemen dan menembakkan pistolnya ke vas bunga yang ada di dalam apartemen tersebut.

__ADS_1


"Clarissa, Edward keluar kalian berdua!"


Dengan penuh amarah laki - laki tersebut berteriak memanggil -manggil nama Clarissa dan Edward secara bersamaan.


"Edward keluar kau, jangan sekali - kalinya kau menjadi laki - laki pengecut!"


Laki - laki tersebut mengatakan kembali hal itu dengan penuh amarah.


"Aku bukan laki - laki pengecut Richard, sekarang aku sudah keluar dan berdiri tepat di hadapan mu!"


Edward yang masih bertelanjang dada dengan tenang keluar dari dalam kamar.


Richard mengatakan hal tersebut dengan mengarahkan pistolnya ke kepala Edward.


"Kau tega, ya kau sungguh tega mengkhianati ku sebagai keluarga mu sendiri!"


Richard mengatakan hal tersebut dengan nafas yang tersengal-sengal menahan marah yang luar biasa.


"Hari ini juga aku yang akan membunuhmu dengan ke dua tangan ku sendiri."

__ADS_1


"Hentikan Richard."


Deg


Tatapan mata Richard langsung beralih pada satu wanita yang sangat dia cintai.


Saat ini wanita tersebut sedang berdiri di samping Edward hanya dengan tubuhnya terbungkus selimut tebal.


"Kalian binatang, ya kalian binatang!"


Air mata yang bercampur amarah kini telah beradu menjadi satu di dalam diri Richard


Entah mengapa hatinya begitu sakit saat melihat wanita yang dia cintai, wanita yang selama ini mati - matian dia jaga, tapi wanita tersebut seakan - akan tidak peduli dengan apa yang telah Richard berikan selama ini.


"Rissa, tak ku sangka kau mau melepaskan kegadisan mu dengan Edward, sekian lama aku menjaga mu, dan aku menahan untuk tidak melakukan hal itu, namun dengan gampang sekali kau meruntuhkan nya."


Clarissa yang saat ini melihat betapa hancurnya Richard, betapa kecewanya Richard dan betapa terlukanya Richard, Clarissa hanya terdiam dan terdiam...


"Aku yang bertanggung jawab untuk hal ini Richard, aku yang merayu Clarissa, aku yang sudah tidur dengannya, aku yang telah melakukan hal itu dengan wanita yang sangat kau cinta dan kau jaga, jadi jika kau ingin menyalahkan, salahkan aku, jangan kau salahkan lagi Clarissa, dia adalah korban dari semua hal yang saat ini terjadi."

__ADS_1


__ADS_2