SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)

SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)
PERBINCANGAN


__ADS_3

Ya aktivitas yang kali ini dilakukan dengan keterpaksaan, karena saat ini Clarissa sudah tidak menghendaki akan hal ini.


"Edward, kenapa kau begitu jahat kepada ku."


Clarissa mengatakan hal tersebut dengan derai air mata dan dalam keadaan terikat.


Sedangkan Edward yang saat ini sudah berada di puncak gairah sama sekali tidak mendengarkan lagi Clarissa.


Beberapa kali Edward melakukan penyatuannya terhadap Clarissa, dan hal tersebut yang pada akhirnya membuat Clarissa tidak berdaya.


Di dalam keadaan masih terikat Clarissa hanya bisa pasrah dan terlelap di dalam tidurnya yang panjang.


Sungguh malam ini Edward sama sekali tidak mengizinkan Clarissa untuk terlepas dari belenggu ikatannya.


"Arrh tangan ku sakit sekali."


Malam yang telah berganti dengan pagi, Clarissa terbangun masih dalam keadaan telanjang, namun dengan ikatan yang sudah terbuka sepenuhnya.


"Sakit sekali tangan dan kakiku."

__ADS_1


Clarissa mengatakan hal tersebut sambil melihat ke dua tangan dan kakinya yang saat ini sudah sangat memerah.


"Ah rupanya aku masih telanjang."


Seketika itu juga Clarissa yang sudah sadar langsung mengambil selimut untuk menutup kembali tubuhnya yang kini dingin.


"Clarissa kenapa kau begitu bodoh, apa yang telah dia lakukan terhadap mu semalam adalah pemerkosaan, Clarissa apa yang akan kau lakukan sekarang? dia adalah sahabat dari calon suami mu sendiri, dan laki - laki itu berkuasa."


Clarissa mengatakan hal tersebut sambil mengacak - acak rambutnya yang hitam.


"Kau yang bodoh Clarissa, kenapa malam itu kau seperti pelacur yang memohon - mohon kepadanya untuk disentuh, mengemis - ngemis kepadanya, arrrh sekarang dia bisa melakukan hal apapun terhadap mu, termasuk kau harus menerima perlakuan kelainan seksual yahh membuat tubuh mu mengalami luka."


Clarissa mengatakan hal tersebut sambil menangis di atas tempat tidurnya.


"Ya Richard, ah makan siang?"


Terdengar suara Richard yang saat ini ingin keluar mengajaknya makan siang, hatinya hancur saat mendengarkan suara Richard.


"Ah ya aku baik - baik saja sayang, baiklah di tempat seperti biasa, kau tidak perlu menjemput ku, karena tempat itu dekat dengan apartemen ini."

__ADS_1


Setelah mengatakan hal tersebut Clarissa langsung menutup ponselnya.


"Maafkan aku Richard sayang, maafkan aku."


Clarissa mengatakan hal tersebut dengan air mata yang kembali mengalir, saat ini dirinya begitu merasa bersalah terhadap Richard yang tidak tau jika calon istri dan sahabat baiknya telah melakukan hubungan seksual.


Namun karena Richard sudah menunggu, Clarissa tidak bisa lagi berlama - lama, dengan cepat dirinya segera beranjak dari tempat tidurnya.


"Aku harus menutupi ini semua dari Richard, ya jangan sampai Richard mengetahui tanda - tanda ini."


Hal tersebut yang Clarissa katakan saat dirinya masuk ke dalam kamar mandi dan mendapatkan tanda cinta yang banyak terukir di lehernya.


Dengan sesegera mungkin Clarissa membersihkan badan.


Sementara itu di ruang kerja kediaman Chandrawinata saat ini nampak tuan Adrian dan juga nyonya Tiara sedang berbincang kepada seseorang.


"Bagaimana perjalanan mu hari ini dokter Rena? kami berharap semua pelayanan kelas satu bisa kau terima dengan baik."


"Terima kasih kepada tuan Adrian dan nyonya Tiara atas undangannya."

__ADS_1


Dokter Rena mengatakan hal tersebut sambil meletakkan gelas yang berisikan teh.


"Ada apa Keluarga Chandrawinata memanggil ku kemari? pasti ada sesuatu yang sangat penting sehingga kalian memanggil ku?"


__ADS_2