
Clarissa yang mendapatkan informasi tersebut langsung membuka berkas tersebut satu per satu dan ke dua mata Clarissa langsung terbelalak ketika mendapatkan satu tempat yang betul - betul dia kenal.
"Ada apa nona Clarissa?"
Edward yang melihat mimik muka Clarissa berubah langsung menanyakan hal tersebut kepada Clarissa.
"Edward, ini adalah tempat dimana aku dibesarkan."
Edward yang mendapatkan pengakuan dari Clarissa langsung mengernyitkan dahi.
"Di Cambodia?"
Dengan cepat Clarissa menganggukkan kepalanya.
"Ya Edward, masa lalu ku."
Tiba -tiba saja Clarissa tidak melanjutkan perkataannya.
"Hei, its oke jika memang kau tidak bisa menceritakan hal itu kepada ku."
Edward yang melihat air mata Clarissa ingin keluar segera menggenggam tangan sang wanita cantik tersebut.
"Tidak Edward, kau adalah orang terdekat Richard, Richard sudah mengetahui semuanya, dan aku akan memberitahukan juga kepada mu."
__ADS_1
Clarissa berhenti sejenak dan menarik nafasnya dalam - dalam.
"Aku adalah gadis kecil yang dibesarkan di tempat penampungan di Cambodia, sejak kecil aku sudah tinggal di sana, aku tidak mengetahui siapa sebenarnya orang tua kandung ku, pengurus di tempat penampungan tersebut hanya mengatakan jika aku di buang oleh ke dua orang tua ku di tempat mereka."
Clarissa berhenti dan air mata mulai mengalir ketika dirinya mengingat semua kejadian di masa lalunya.
"Ini, gunakan ini ketika kau ingin menghapus air mata mu, aku sama sekali tidak akan melarang mu untuk menangis, namun kau hanya perlu menggunakan ini agar air mata mu tidak menutupi pandangan mata."
Edward mengatakan hal tersebut sambil memberikan sapu tangan miliknya kepada Clarissa.
"Terima kasih Edward, boleh aku melanjutkan cerita ku lagi?"
Dengan cepat Edward langsung menganggukkan kepalanya.
"Silahkan."
"Lalu bagaimana kau bisa menjadi seorang balerina terkenal seperti sekarang?"
"Di dalam tempat penampungan mereka melihat bakat ku sebagai seorang penari dari kecil, dan pada saat sanggar Balerina milik Chandrawinata sedang mencari para penari cilik berbakat, aku diikutkan di dalam lomba tersebut."
"Biar aku menembak, kau pasti menjadi juaranya?"
Dengan cepat Clarissa langsung menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Bukan aku Edward, saat itu aku persaingan di dalamnya sangat ketat, aku menemukan banyak gadis - gadis kecil seusia ku yang sangat pandai menari dan pada akhirnya mereka yang terpilih."
"Lalu bagaimana kau bisa berada di sini sekarang?"
"Nyonya Tiara Edward."
"Ibu ku? ada apa dengan ibu ku?"
"Pada saat itu nyonya Tiara masih seorang wanita cantik yang sangat terkenal di dunia hiburan, dan nyonya Tiara yang juga merupakan seorang penari melihat ke arah ku pada saat aku gagal."
"Dan nyonya Tiara lah yah pada akhirnya meminta ku untuk tetap bergabung dengan sanggar ini, dengan satu perjanjian."
"Perjanjian? perjanjian macam apa yang telah dibuat ibu kepada mu."
Edward yang kini semakin tertarik dengan kehidupan Clarissa mulai menanyakan hal itu lagi.
"Ya perjanjian untuk aku mau di latih dan didik di dalam sanggar ini."
"Dan kau langsung menyetujui permintaan ibuku bukan?"
Dengan cepat Clarissa langsung menganggukkan kepalanya.
"Kau benar Edward, saat itu memiliki mimpi ya mimpi menjadi seorang balerina."
__ADS_1
"Dan mimpi itu sekarang sudah terwujud."
"Kau hebat Clarissa, ya kau hebat."