SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)

SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)
TUNDUK


__ADS_3

Aku, aku seperti bukan menjadi diriku sendiri, kau tau bagaimana rasanya menjadi aku?


"


"Kau tau rasanya ketika aku harus memerangi batin ku sendiri?


Clarissa mengatakan semua itu dengan berteriak histeris.


"Kau tau gejolak yang aku rasakan saat aku harus melanggar sumpah yang aku ucapkan sendiri?"


Clarissa terus mengatakan hal tersebut di dalam tangisnya kepada Edward.


"Maafkan aku Rissa, maafkan."


Pada akhirnya Edward hanya bisa memeluk Clarissa, ya Clarissa wanita yang pada akhirnya dia cintai saat ini.


"Kita telah melakukan hal yang salah Edward, sangat salah."


Di dalam pelukan Edward Clarissa terus mengatakan hal tersebut.


"Aku mengerti, ayo kita bertanggung jawab atas setiap hal yang kita lakukan."


Deg


"Apa maksud mu Edward?"


"Kita mengatakan keadaan yang sebenarnya, kepada Richard dan juga kepada keluarga ku."

__ADS_1


Dengan cepat Clarissa langsung menggelengkan kepalanya.


"Itu mustahil Edward, tidak mungkin, aku tidak akan sanggup untuk mengatakan semua hal ini kepada mereka."


Tangisan Clarissa semakin pecah ketika Clarissa mengatakan hal tersebut.


"Tenanglah, kau tidak akan menghadapinya sendiri, apapun keadaannya nanti aku jaminkan diri ku untuk terus bersama dengan mu sayang."


Edward mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Clarissa.


"Aku takut Edward."


"Semua akan baik - baik saja, tenanglah."


Edward mengatakan hal tersebut sambil mengangkat dagu Clarissa.


"Apa yang akan kau lakukan Edward?"


"Aku, aku.."


"Sssst, saran dari ku belajar lah menerima dan mengaku kepada perasaan mu sendiri Clarissa."


Dan saat itulah Clarissa terdiam dan pada akhirnya hanya menganggukkan kepalanya.


Dengan lembut Edward mulai kembali mencium bibir Clarissa, ciuman yang pada akhirnya berubah menjadi ciuman yang panas.


"Aku akan melakukan hal ini, namun jika kau tidak mau aku tidak akan memaksa mu."

__ADS_1


Edward mengatakan hal tersebut sambil mengeluarkan tali dari saku celananya.


"Lakukan saja Edward."


Clarissa mengatakan hal tersebut dengan menyerahkan ke dua tangannya kepada Edward, untuk pertama kali di dalam hidup pada akhirnya Clarissa mengakui jika dirinya juga ternyata penikmat hubungan seksual dengan gaya yang seperti ini.


"Ayo."


Setelah mengatakan hal tersebut Edward melepaskan semua pakaian Clarissa dan mengikat ke dua tangan dan kaki Clarissa di atas tempat tidur..


"Aku melakukan hal ini dengan lembut."


Edward mengatakan hal tersebut sambil membisikkan ke telinga Clarissa.


Clarissa yang sudah menikmati semua permainan ini hanya menganggukkan kepalanya.


Edward mulai mencumbu Clarissa, ya cumbuan panas telah Clarissa terima, tubuh Clarissa ternyata sangat menyukai hubungan seksual dengan cara yang seperti ini.


Clarissa mendapatkan kepuasan yang tiada tara dengan setiap hal yang telah Edward lakukan terhadap dirinya saat ini


Tidak ada lagi rasa malu atau rasa bersalah di dalam diri Clarissa saat Edward melakukan penyatuannya berulang - ulang dengan gayanya yang brutal.


Tidak ada lagi nama Richard di dalam hati Clarissa, dengan perlahan hatinya kini telah di isi oleh hati yang lain.


Ya hati yang lain, hati yang pada nantinya akan menjadi masalah besar diantara mereka berdua.


"Aku mencintaimu sayang, sayang mencintai mu."

__ADS_1


Edward mengatakan hal tersebut sambil melepaskan semua ikatan Clarissa.


Edward memeluk erat tubuh Clarissa yang telah lelah dia cumbu, di dalam kegelapan malam pada akhirnya Clarissa tunduk di bawah otoritas dari Edward, ya otoritas yang akan sangat melelahkan bagi dirinya nanti.


__ADS_2