
Maafkan kami Edward apa yang dikatakan oleh kakek benar, kau harus berobat bukan mencari pelampiasan dengan wanita lain, apa yang kau derita saat ini pasti terjadi karena salah satu pengalaman masa lalu, dan ini perlu dokter, ya tenaga profesional."
Tuan Adrian mengatakan hal tersebut dengan tenang berbeda dengan tuan Jaya yang sejak tadi masih berapi - api jika menghadapi Edward
"Yang perlu kalian tau, dasar aku ingin bersama dengan Clarissa bukan hanya karena kebutuhan seksual saja, tapi aku mencintai Clarissa, terlalu picik jika kalian menilai aku dengan cara yang seperti itu, aku tidak menyangka!"
Edward yang mendapatkan banyak perkataan saat ini sangat marah dengan keluarganya sendiri.
"Aku menyesal telah datang kemari, niatku baik, aku sangat menghargai kalian, namun tidak aku sangka kalian seperti itu kepada ku!"
"Sudah, aku tidak perlu lagi berada disini seperti saat ini lagi, aku berjanji kepada diri ku sendiri tidak akan pernah menginjakkan kakiku di keluarga Chandradinata!"
Setelah mengatakan hal tersebut tanpa berpamitan Edward keluar dari ruang kerja tuan Adrian ayahnya sendiri.
Dan saat ini tuan Adrian dan tuan Jaya hanya bisa saling berpandangan ketika melihat Edward yang pergi begitu saja meninggalkan mereka.
"Bagaimana pa? apakah papa tau apa yang terjadi selanjutnya?"
Tuan Jaya tidak bisa memberikan jawaban apapun kecuali hanya menggeleng kepalanya.
"Entahlah Adrian, aku tidak tau lagi apa yang dilakukan oleh Edward, tidak ada yang bisa mengetahui apa rencananya nanti."
__ADS_1
"Semua perkataan tajam telah aku keluarkan untuknya, namun dia sama sekali tidak berniat untuk meninggalkan Clarissa, ya bagi Edward saat ini Clarissa mungkin seperti permata yang sangat berharga, jika kita semakin menekannya, maka Edward akan semakin menjauh dari kita."
Dan tuan Adrian pada akhirnya hanya bisa menganggukkan kepalanya
"Papa benar, lebih baik kita tunggu saja apa yang akan terjadi selanjutnya, Keluarga kita harus terus bersatu untuk menghadapi permasalahan kali ini."
Dan setelah mengatakan hal tersebut tuan Adrian dan tuan Jaya meninggalkan ruangan mereka untuk dapat penting dengan pada direksi.
Sementara itu di salah satu hotel mewah di pusat kota, saat ini satu laki - laki terbangun dari tidurnya.
"Apa yang terjadi semalam? kepala ku sakit sekali."
"Vinny!"
Deg
Richard mengatakan hal tersebut dengan penuh tekanan ketika melihat Vinny menangis di balik selimut putihnya yang tebal.
"Apa yang tuan Richard lakukan kepada ku semalam sungguh kejam!
"
__ADS_1
Vinny mengatakan hal tersebut dengan penuh air mata.
"Tunggu, apa yang telah aku lakukan dengan mu semalam?"
Richard mengatakan hal tersebut dengan memijat - mijat kepalanya.
"Apakah tuan muda Richard betul - betul tidak mengingat hal semalam."
Dengan segera Richard langsung menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak ingat Vinny.
"
"Semalam tuan Richard mabuk parah, di dalam tempat hiburan malam saat tuan Richard bertemu dengan ku, tuan memaksa aku untuk masuk ke dalam mobil dan memaksa aku untuk melayani nafsu tuan muda Richard."
Dan seketika itu juga Richard sangat tercengang dengan semua hal yang saat ini di depan ke dua matanya.
"Ini tidak mungkin Vinny, aku akui semalam aku memang mabuk dan aku bertemu dengan mu, namun setelah itu.
"
__ADS_1