SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)

SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)
KEMARAHAN


__ADS_3

Edward pergilah, kondisi disini sudah semakin tidak kondusif."


"Tanpa di minta pun aku akan pergi sekarang juga pa, satu hal yang papa harus ingat aku bisa melepaskan segala apapun yang aku miliki untuk Clarissa, dan aku akan mantap untuk melakukan hal itu."


Setelah mengatakan hal tersebut Edward langsung pergi dan meninggalkan keluarganya, ya Edward pergi dalam keadaan marah.


"Ada apa pa sebenarnya? papa datang dan langsung dalam keadaan marah seperti ini?"


Tuan Adrian mengatakan hal tersebut kepada tuan Jaya yang sampai saat ini masih tersulut emosi.


" Ada satu besar yang harus kau tau dan juga Edward tau."


"Hal besar? apa maksud papa?"


"Ini lihatlah hasil penyelidikan dari pada detektif kita Adrian."


Tuan Jaya memberikan berkas - berkas tersebut kepada tuan Adrian.


"Kau harus membaca semuanya Adrian, nona Clarissa, ya tentang nona Clarissa dan masa lalunya."

__ADS_1


Tuan Adrian langsung membuka berkas tersebut dan ke dua matanya terbelalak dengan hal ini.


"Ini tidak mungkin pa."


Dengan cepat tuan Adrian langsung menggelengkan kepalanya.


Tuan Adrian sama sekali tidak percaya dengan apa yang telah dia dapatkan.


"Semua informasi yang kita terima ini benar adanya Adrian, dan salah ku ya salah ku yang terlalu menyembunyikan masa lalu ini dari keturunan ku sendiri."


Tuan Jaya mengatakan hal tersebut sambil menutup wajah dengan ke dua tangannya.


Tuan Jaya masih terus mengatakan penyesalan demi penyesalan yang dia diamkan.


"Pa tidak ada kata terlambat untuk mengatakan hal ini, setidaknya agar Edward bisa mengerti dan meninggalkan nona Clarissa secepatnya."


"Tidak gampang untuk hal ini Adrian, cucu ku Edward sangat mencintai wanita itu, dan dia rela kehilangan semuanya hanya demi wanita itu, apa yang akan kita lakukan akan semakin membuatnya membenci kita."


Tuan Adrian mengatakan hal tersebut dengan penuh ketenangan, sadar akan sesuatu hal yang tidak boleh tergesa - gesa dan harus dipikirkan dengan sangat baik - baik, maka dari itulah saat ini tuan Jaya sedang terus mencoba untuk berpikir.

__ADS_1


"Kita akan melihat situasi dan kondisi Adrian, untuk sementara kita akan fokus terhadap Edward dan Richard yang kini mencintai satu wanita yang sama, apa yang harus kita lakukan untuk ini."


Tuan Jaya mengatakan hal tersebut sambil mengetuk - ngetukan tangannya di meja.


"Baiklah jika memang ini yang harus kita lakukan, aku berharap ada titik terang yang terjadi."


Karena bagaimanapun mereka berdua adalah putra ku, aku sama sekali tidak pernah membedakan mereka berdua"


"Ya Adrian papa mengerti, ayo lebih baik kita kembali beraktivitas."


Tuan Jaya dan tuan Adrian pada akhirnya kembali ke ruangannya masing-masing


Sementara itu Edward saat ini mengemudikan mobilnya dengan sangat kencang ke arah jalan raya.


"Aku tidak akan pernah melepaskan Clarissa pa, aku akan melawan siapapun yang mencoba untuk memisahkan aku dengan Clarissa ya siapapun itu."


Hari ini Edward lebih memilih untuk kembali ke apartemen Clarissa dan tidak kembali melakukan pekerjaannya.


kemarahan Edward yang begitu besar pada akhirnya membuat dia tidak ingin untuk bekerja, Edward memilih untuk menenangkan pikiran dan memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

__ADS_1


"Aku tau pada akhirnya aku akan berhadapan dengan keluarga ku sendiri."


__ADS_2