
Edward apakah kau baik - baik saja?"
"Ah maafkan aku Richard, tentu aku akan membantu mu Richard, kau dalam saudara laki - laki yang aku miliki, tidak mungkin aku tidak akan membantu mu."
"Kau benar, sebagai saudara kita pasti akan tetap saling membantu, dan tetap akan saling mendukung bukan?"
Richard mengatakan hal tersebut dengan penuh kebahagiaan, namun tidak dengan Edward yang saat ini otaknya mulai berpikir.
"Richard sebenarnya ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan dengan mu, namun aku tidak mengetahui apakah ini waktu yang pas dengan mu atau tidak."
"Katakan saja Edward."
"Saat ini bisnis farmasi di negara Barcelona sedang maju pesat, dan Chandrawinata merupakan salah satu perusahaan besar yang memasok obat - obatan tersebut."
"Lalu apa yang akan kau lakukan Edward?"
"Aku ingin sekali untuk melihat sendiri ke sana, namun jika aku pergi perusahaan ini akan terbengkalai, seandainya kau yang pergi apakah keberatan?"
Richard terdiam dengan perkataan dari Edward.
__ADS_1
"Berapa lama untuk aku harus berada di sana Edward?"
"Sekitar enam bulan Richard, bagaimana?"
Richard kembali terdiam dengan semua hal yang saat ini telah dikatakan oleh Edward, dari hati Richard yang paling terdalam, sebenarnya dia sangat enggan untuk kembali meninggalkan negara W, terlebih lagi kembali meninggalkan Clarissa.
"Baiklah, aku akan berangkat dan menetap di sana selama enam bulan."
"Richard maafkan aku, aku tau kau baru saja sampai dari Alaska, kau pasti sangat merindukan negara W, dan juga merindukan Clarissa, aku sangat paham akan itu, namun saat ini Perusahaan kita di Barcelona juga membutuhkan seseorang yang luar biasa untuk berada disana."
"Tak masalah Edward, enam bulan adalah waktu yang sebentar untuk aku berada disana, lagipula untuk Clarissa aku bisa tetap menghubunginya di ponsel, jika aku bisa membantu pasti akan aku bantu."
Edward yang mendengarkan perkataan dari Richard kini hanya bisa memaksakan senyumnya.
"Pasti Richard, semua apa yang kau inginkan terwujud, ayo Richard kita harus segera ke ruang rapat, sore ini sebelum kembali ke rumah kita harus bertemu dengan papa Adrian."
Edward mengatakan hal tersebut sambil berdiri dari tempat duduknya dan diikuti Richard.
Dua laki - laki keluar dari ruang kerjanya dan menuju ke ruang rapat, dua laki - laki yang saat ini sama - sama tidak mengetahui isi pikiran masing - masing.
__ADS_1
Dua laki - laki yang sampai saat ini tidak mengetahui jika mereka mencintai wanita yang sama.
Dan semuanya tinggal menunggu semuanya terungkap dengan konsekuensinya masing -masing.
Sementara itu di sanggar tari nampak Clarissa sama sekali tidak fokus di dalam setiap gerakan tariannya.
"Ada apa dengan mu Clarissa?"
Satu orang wanita cantik menghampirinya.
"Vinny, aku tidak apa - apa."
Vinny gadis yang seusia dengan Clarissa dan merupakan sahabat dekatnya langsung menatap tajam ke arah Clarissa berusaha untuk mencari kebenarannya.
"Aku tidak yakin jika kau baik - baik saja, Clarissa apakah kau tidak mau membagikan beban mu ini kepada ku? ya setidaknya kau tidak memikirkan semuanya sendiri."
"Entahlah Vin, aku sendiri tidak tau harus menceritakan semuanya darimana."
"Kau bisa memulai semuanya dari sana."
__ADS_1