
Dengan dengan cepat Edward langsung menjawab.
"Aku akan tetap meminta restu kepada mereka, Rissa kau harus yakin kita mereka akan tetap memberikan kita restu, ya restu, kita akan tetap menikah dengan restu dari mereka."
Ya kali ini dengan yakin Edward mengatakan hal tersebut kepada Clarissa
"Edward apakah itu mungkin? "
Clarissa mengatakan hal tersebut dengan menatapnya tajam.
"Tidak ada yang tidak mungkin Rissa, kita belum pernah mencobanya bukan?"
Ingin Clarissa mengatakan bahwa tanpa aku mencobanya aku sudah tau apa yang akan terjadi dengan keluarganya, namun hal tersebut pada akhirnya tidak dikatakan oleh Clarissa karena dia menghargai Edward sebagai laki - laki yang sangat dia cintai saat ini.
"Jika kau percaya maka aku juga akan percaya Edward."
Clarissa mengatakan hal tersebut sambil menenggelamkan dirinya di dalam pelukan dari Edward
Tak dapat di pungkiri saat ini Edward mengajari banyak hal kepada Clarissa salah satunya adalah bisnis, dan karena hal tersebut lah yang membuat Clarissa menjadi semakin bahagia.
Malam harinya di tempat yang berbeda.
"Selamat datang tuan Lauren nona muda sudah menunggu di dalam ruangan."
Satu orang pelayan mengatakan hal tersebut saat tuan Lauren membuka pintu mobil.
__ADS_1
"Ya aku tau."
Seperti biasa jawaban pendek diberikan oleh tuan Lauren.
"Selamat malam nona Rena."
Dengan lantang tuan Lauren mengatakan hal tersebut kepada satu wanita muda yang sejak tadi sudah menunggunya.
"Kakek, apa kabar? maafkan aku jarang bertemu dengan kakek, pasien yang banyak membuat aku sulit untuk menemui kakek."
"Tak ada masalah Rena, aku sangat mengerti akan profesi mu, jadi apa yang akan kau katakan kepada ku hari ini? atau apakah ada berita terbaru tentang Clarissa?"
"Ada Kakek, coba lihat berkas ini."
"Perusahaan cosmetics E&C?"
"Ya ini adalah perusahaan baru yang didirikan Edward dan Clarissa."
Tuan Lauren langsung menganggukkan kepalanya dan membaca satu per satu berkas tersebut.
"Kepemilikan dari perusahaan ini?"
Tiba - tiba saja ke dua mata tuan Lauren membulat dengan setiap hal yang dia lihat.
"Betul, Clarissa adalah pemilik saham tunggal di dalam perusahaan ini, dengan kata lain, Edward khusus mendirikan ini untuk Clarissa, kakek bisa melihat grafik penjualan yang sejak dari kemarin terus naik dan tidak pernah turun, hal itu menunjukkan bahwa saat ini perusahaan cosmetics tersebut sedang maju dengan sangat pesat."
__ADS_1
"Apa yang akan kita lakukan dengan hal ini Ren?"
"Aku punya Rencana kek, namun aku harap kakek setuju dengan rencana ku."
"Katakan saja, aku tidak akan pernah meragukan rencana demi rencana hebat mu Ren."
Dan setelah mengatakan hal tersebut dokter Rena mulai mengatakan semua rencana gilanya terhadap tuan Lauren.
"Aku mengerti dan aku paham, namun alangkah lebih baik kau tidak ada di dalam cerita ini, karena untuk mencegah mereka mengetahui hal ini dengan mudah."
"Ya kek aku tau, aku akan berada di sisi lawan kita dan akan tetap di sana sampai situasi aman."
"Ya kau benar Ren"
"Dengan cara apa kakek akan bertemu dengan Clarissa?"
"Aku sudah memiliki rencana dan aku yakin ini akan berhasil."
"Ya aku percaya dengan kakek.
"
Dokter Rena mengatakan hal tersebut sambil mengambilkan tuan Lauren minuman.
"Mari kita bersulang untuk kehancuran Chandrawinata dan semua keturunannya."
__ADS_1