SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)

SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)
RAHASIA PARA TUAN MUDA


__ADS_3

Tuan Jaya dan tuan Adrian kini hanya bisa saling berpandangan, tanpa tidak percaya jika karena cinta Edward yang terkenal realistis harus melupakan semuanya itu.


"Sudah lama aku ingin mengatakan jika Keluarga Chandrawinata itu terlalu ekslusif, dan aku tidak akan pernah mau lagi terlihat di dalam anggota keluarga ini, sekarang pergilah dari hadapan ku."


Dengan lantang Edward mengatakan hal tersebut kepada semua yang yang saat ini berada di dalam ruangan.


"Sudah cukup Adrian untuk kita membujuk Edward pulang, sepertinya dia sudah mantap dengan keputusannya."


Tuan jaya mengatakan hal tersebut kepada tuan Adrian yang sejak tadi berdiri sampingnya.


"Papa benar tidak ada gunanya lagi untuk membujuk Edward kembali karena saat ini dia sudah tidak peduli lagi terhadap semuanya."


"Ya kau benar, Edward semoga keputusan yang telah kau ambil untuk tidak lagi mau menggunakan fasilitas Keluarga Chandrawinata itu benar, kau sama sekali belum pernah hidup susah, dan kakek menyangsikan hal itu."


"Ayo Adrian kita pulang, aku muak berada di dalam apartemen sempit ini.*


Tuan Jaya mengatakan hal tersebut dengan menutup hidupnya.


Dan setelah semuanya selesai ini tinggal Edward dan Clarissa di ruang tamu.

__ADS_1


"Edward apakah kau serius dengan keputusan mu ini?"


"Aku serius Rissa, sudah aku katakan aku tidak akan pernah meninggalkan mu, ya aku akan tetap bersama dengan mu sayang, jika karena hal ini aku harus meninggalkan semuanya, aku akan melakukan hal itu, karena bagi ku uang itu bisa dicari namun tidak dengan kebahagiaan."


Edward mengatakan hal tersebut sambil mencoba untuk menghibur hatinya juga.


Saat ini Edward sama sekali tidak ingin menyakiti gadis yang dia cintai.


"Kau tenang saja dalam dekat aku akan mendapatkan usaha baru dan usaha itu akan bersaing dengan perusahaan Chandrawinata, kau harus percaya kepada ku.


"


"Iya aku percaya dengan mu Edward."


Clarissa mengatakan hal tersebut sambil menganggukkan kepalanya.


Sementara di tempat lain.


"Bagaimana hasil kerja ku hari ini?"

__ADS_1


Satu orang wanita mengatakan hal tersebut kepada satu orang laki - laki paruh baya.


"Semuanya sesuai dengan rencana, dan aku menyukai cara kerja mu, apa yang kau inginkan nona, berapa yang kau minta akan aku berikan."


Sang laki - laki paruh baya tersebut mengatakan hal itu dengan cara mengangkat minuman beralkohol yang saat ini masih ada di dalam genggaman tangannya.


"Aku tidak butuh uang mu tuan besar."


"Lalu apa yang kau butuhkan?"


"Yang aku butuhkan adalah cinta, ya cinta dari salah satu tuan muda yang saat ini berada di keluarga Chandradinata."


"Jika urusan hati, aku minta maaf tidak bisa membantu mu, namun satu hal yang pasti aku bisa mengajari mu untuk bisa lebih dekat lagi dengan salah satu tuan muda tersebut."


"Apa yang bisa aku lakukan untuk mendapatkan tuan muda tersebut tuan?"


"****, yah **** adalah satu hal yang paling disukai di keluarga Chandradinata, tidak ada yang akan menolak ketika bisa mendapatkan akan hal ini."


Dengan tersebut penuh kemenangan satu laki - laki paruh baya ini mengatakan satu rahasia yang selama ini di pendam.

__ADS_1


"Aku mengerti tuan, akan aku pikat mereka dengan tubuh ku yang indah ini, aku tidak akan pernah malu untuk melakukan hal ini jika memang menghasilkan."


__ADS_2