
Sungguh hati Edward seperti di hantam oleh batu besar, ketika mengetahui bahwa apa yang telah dia lakukan ternyata membuat duka bagi hati Clarissa.
Ya wanita yang dengan diam - diam saat ini Edward cinta dan kagumi, peristiwa semalam sungguh sangat meninggalkan bekas di hati Clarissa, meskipun dengan kebahagiaan Edward melakukan hal itu, namun hal tersebut tidak terjadi dengan Clarissa.
"Clarissa ayo kita harus segera menuju ke bandara."
Edward pada akhirnya memberanikan diri mengetuk pintu Clarissa karena sore hampir tiba, dimana hari ini adalah jadwal kepulangan mereka untuk kembali ke negara W.
"Ya Edward aku sudah siap."
Clarissa membuka pintu kamar dan saat ini dengan jelas Edward dapat melihat wajahnya yang sangat sendu.
"Apakah kau yakin kau sudah bisa menenangkan diri? jika kau masih belum bisa, aku akan mengatur jadwal kita untuk kembali beberapa hari lagi."
Dengan cepat Clarissa menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Tidak Edward aku baik - baik saja, ayo kita berangkat."
Edward yang mendapatkan perkataan tersebut dar Clarissa kini hanya bisa memandangnya dengan tajam untuk mencari satu kebenaran, sungguh ke dua mata Edward tidak bisa di bohongi dengan tatapan duka dari Clarissa.
"Baiklah jika memang kau merasa sudah siap untuk kembali ke negara W, ayo kita berangkat, masuklah kedalam mobil bersama dengan ku, biarkan Donny yang akan mengurus koper - koper kita."
Clarissa hanya bisa menganggukkan kepalanya saat Edward mengatakan hal tersebut.
Selama perjalanan menuju bandara tidak ada satu patah katapun yang di ucapkan Clarissa kepada Edward, yang tampak hanya kebisuan semata dari apa yang telah terjadi diantara mereka berdua.
"Tenanglah, aku akan selalu ada di sisi mu Clarissa."
Edward mengatakan hal tersebut sambil mengenggam tangan Clarissa, masih tidak ada kata - kata yang diucapkan oleh Clarissa kecuali hanya pandangan kosong yang tertuju ke arah pesawat jet untuk melihat awan - awan.
Tidak butuh waktu lama pesawat jet tersebut pada akhirnya mendarat kembali di negara W, dengan cepat Clarissa segera turun dari dalam pesawat dan berharap itu semua hal mimpi.
__ADS_1
Namun mendadak langkah kaki Clarissa terhenti saat dirinya berada di tempat penjemputan penumpang eksklusif.
Nampak satu laki - laki yang kini tersenyum ke arahnya, ya satu laki - laki yang sangat dia rindukan, namun di saat yang bersamaan masih enggan dia temui.
"Sayang ku Clarissa, sungguh saat ini aku sangat merindukanmu."
Dengan cepat Richard meraih Clarissa ke dalam pelukannya dan mencium puncak kepala Clarissa.
"Kenapa kau tidak pernah mengangkat ponsel mu saat aku menghubungi? apakah kegiatan mu disana sangat sibuk sayang? kau tau aku seperti orang gila ketika setiap saat menunggu kabar darimu."
Richard mengatakan hal tersebut sambil terus menciumi puncak kepala Clarissa, Clarissa hanya terdiam dan perasaan bersalah semakin kuat saat Richard mengatakan hal ini.
"Ya Richard, selama disana aku dan Clarissa banyak melakukan kegiatan sosial, maafkan Clarissa jika dirinya jadi sulit untuk di hubungi."
Edward yang mengerti kondisi Clarissa kini mencoba untuk membantunya.
__ADS_1
"Sama sekali tidak masalah Edward, selama dia pergi dengan mu aku akan sangat tenang, karena aku yakin kau akan menjaga wanita yang aku cintai ini dengan sangat baik."