
Sayang apakah ini adil? kita memakai pengawal bayangan, satu pasukan terlatih yang kita miliki untuk bertarung dengan banyak orang, namun kini engkau meminta mereka untuk mengawal anak kita, dan dia sama sekali tidak mengetahui rencana kita ini?"
Nyonya Tiara mengatakan hal tersebut dengan menggelengkan kepalanya, saat ini nyonya Tiara banyak sangat heran dengan pemikiran tuak Adrian yang selalu tidak dapat dia cerna atau penuh dengan kejutan.
"Ya aku tau ini akan sangat terkesan tidak adil untuk Edward, namun cara ini lah yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan para wanita - wanita di luar sana atas kebiasaan buruk yang bisa Edward lakukan kepada mereka."
"Ya sayang, semoga kita bisa menemukan cara yang lebih efektif selanjutnya."
Nyonya Tiara yang sebenarnya tidak menyetujui cara tuan Adrian, terus mengatakan hal tersebut.
Sementara itu siang hari ini di salah satu restoran di pusat kota.
"Sayang, maafkan ku jika kau lama menunggu."
Clarissa datang mengatakan hal tersebut sambil memeluk erat Richard.
"Cukup lama, tapi baiklah aku memaafkan mu Clarissa, sebagai calon suami yang baik harus mencoba untuk lebih mengerti lagi wanitanya."
Tidak ada kata - kata yang di lontarkan oleh Clarissa selain hanya senyuman manisnya saja.
__ADS_1
"Duduklah sayang, aku akan memesan makanan yang hangat untuk mu, cuaca kali ini sangat dingin dan kita perlu makanan demi makanan yang seperti ini."
Richard mengatakan hal tersebut sambil menarik kursi untuk Clarissa bisa duduk.
"Terima kasih Richard."
Clarissa mengatakan hal tersebut sambil duduk dan mencoba untuk menikmati makan siang ini dengan baik.
Selama makan, Clarissa sama sekali tidak banyak bertanya, hatinya sedang bercampur aduk menjadi satu, rasa bersalah dan rasa aneh juga kini ada di dalam hati dan pikiran Clarissa.
"Katakan kepada ku, apakah kau begitu menyukai syal ini?"
Richard mengatakan hal tersebut sambil mencoba untuk menyentuh syal yang saat ini dipakai oleh Clarissa.
"Ah ya sayang aku sangat menyukai syal ini, karena kau yang membelikannya untuk ku."
Clarissa terpaksa berbohong agar Richard tidak semakin menarik syalnya lebih lagi, karena jika tidak maka semua tanda cinta berada di leher Clarissa akan dengan gampang terlihat.
"Tapi syal ini sudah jelek sekali, ayo aku bantu lepaskan, setelah itu aku akan membelikan mu syal baru."
__ADS_1
"Tunggu Richard, tunggu, aku sedang kedinginan jika aku memaksa untuk membuka syal ini maka aku akan beku."
Dengan sekuat tenaga Clarissa menahan Richard untuk tidak membuka syalnya dengan lancang.
"Kau baik - baik saja Rissa?"
Richard yang sangat heran dengan tingkah lalu Clarissa, terus mencobanya berkali - kali.
"Ah baiklah jika memang aku tidak boleh melepaskan syal mu ini, tapi aku berjanji akan membelikan syal untuk mu lebih banyak lagi karena kau sangat menyukainya.
Tidak ada kata - kata lagi yang dapat Clarissa ucapkan selain senyuman manis.
"Terima kasih Richard, sekarang katakan kepada ku, kenapa aku memanggil ku siang seperti ini? karena biasanya kau memanggilku ku di malam hari."
"Ah aku hampir melupakan sesuatu, lihat ini."
Richard langsung memberikan satu album untuk Clarissa.
"Untuk apa ini Richard?."
__ADS_1
"Bukalah dan coba lihat di dalam album tersebut berisi koleksi baju pengantin dari negara - negara di Asia tenggara, aku ingin kau memilih satu untuk pesta pernikahan kita nanti."