SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)

SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)
AKU MENJAGA MU


__ADS_3

Ya Edward sama sekali tidak masalah, aku sudah terbiasa tinggal di tempat sederhana, aku yakin sederhana yang kau maksudkan itu termasuk mewah bagi ku Edward."


Edward langsung tersenyum ketika Clarissa mengatakan hal tersebut.


"Terima kasih Clarissa, memang tidak salah jika Richard pada akhirnya memilih mu menjadi kekasihnya."


Di dalam mobil Edward mengatakan hal tersebut kepada Clarissa.


Di dalam perjalanan menuju penginapan, Edward dan Clarissa saling bercanda sehingga Clarissa tidak sadar jika sejak tadi ponselnya terus berbunyi.


"Tuan dan nona kita telah sampai di penginapan."


Mobil Chandrawinata dengan pengamanan tingkat tinggi kini telah memasuki satu pekarangan dengan rumah sederhana di dalamnya.


"Don, apakah disini kita akan tinggal? ini bukan hotel, ini adalah rumah sederhana."


Edward mengatakan hal tersebut sambil menatap ke arah Donny dalam - dalam.


"Maafkan saya tuan muda Edward, hanya ini penginapan yang paling dekat dengan rumah sakit, dan hanya ini yang tersisa."


"Terima kasih tuan Donny, bagiku ini sudah lebih dari cukup, Edward apakah kita bisa bisa segera masuk ke dalam rumah?"

__ADS_1


Clarissa mengatakan hal tersebut sambil tersenyum ke arah Edward dan sungguh senyumannya selalu bisa membuat hati Edward luluh.


"Ah tentu saja, kemarikan koper mu, biar aku yang mengangkatnya, saat di tempat seperti ini aku bukan lagi seorang tuan muda."


Setelah mengatakan hal tersebut Edward langsung menarik koper Clarissa dari tangannya lalu membawa koper tersebut.


Clarissa yang melihat semua hal itu hanya tersenyum.


"Richard seandainya kau melihatnya, Edward bukanlah tuan muda yang manja seperti yang sering kau ceritakan, dia tau bagaimana caranya menempatkan diri dengan baik."


Hal tersebut yang Clarissa katakan dan setelah mengatakan hal tersebut Clarissa melangkahkan kakinya untuk menyusul Edward masuk ke dalam ruang sederhana itu.


"Ada apa Edward?"


Edward mengatakan hal tersebut sambil melihat banyak bahan mentah yang masih belum di olah.


"Edward, apakah kau lupa jika memasak adalah pekerjaan seorang wanita? dan disini ada aku, jadi kau tak perlu takut kelaparan."


Clarissa dengan tenang mengatakan hal tersebut kepada Edward.


"Aku setuju jika memasak adalah pekerjaan wanita, namun bukan berarti laki - laki tidak boleh untuk membantu bukan? akan lebih baik jika semuanya di kerjakan bersama."

__ADS_1


Clarissa yang mendengarkan jawaban dari Edward langsung menganggukkan kepalanya.


"Kau benar Edward."


Sekali lagi Clarissa kagum dengan jalan pemikiran Edward yang jauh dari semua yang di ceritakan oleh orang - orang.


"Edward apakah rumah ini hanya satu kamar saja?"


Dan seketika itu juga Edward sadar jika memang ada yang berbeda dengan rumah sederhana ini.


"Ah aku baru sadar, maafkan aku Clarissa, kau tidurlah di dalam, aku tak akan masalah jika haru tidur di sofa ruang tamu."


Sejenak Clarissa terdiam dengan perkataan Edward, ke dua matanya melihat dengan tatapan ragu kepada Edward.


"Kenapa? kau tidak yakin jika seorang tuan muda seperti aku bisa tidur dan hidup dimana saja?"


"Ah maafkan aku Edward, tapi apa yang kau katakan itu benar, lebih baik kau saja yang tidur di dalam kamar, aku sudah terbiasa tidur di alam terbuka, dan dimanapun."


Dengan cepat Edward langsung menggelengkan kepalanya ketika mendengarkan perkataan Clarissa..


"Laki - laki sejati tidak akan pernah melakukan hal ini Clarissa, membiarkan wanita tidur di luar dan dirinya tidur dengan enak di dalam ruangan kamar, dan aku tidak akan pernah melakukan hal ini."

__ADS_1


"Tapi Edward."


"Sssst, aku harap untuk kali ini kau tidak menolak apa yang telah aku katakan."


__ADS_2