SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)

SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)
TIDAK SETUJU


__ADS_3

Dan itu berarti, Clarissa masih bisa untuk aku dapatkan, aku tidak peduli lagi apakah dia tunangan Richard, atau tunangan siapapun, satu hal yang pasti aku akan tetap mengejar dan melakukan hal apapun untuk mendapatkan cintanya, ya cinta dari seorang penari cantik Clarissa."


Tuan Adrian hanya bisa terdiam dengan semua hal yang telah Edward cerita kan kepada nya.


"Edward semua yang kau katakan itu ada benarnya juga, namun apakah kau sudah memikirkan apa yang akan dirasakan oleh Richard?"


Tuan Adrian mencoba untuk terus mengatakan hal tersebut kepada Edward.


"Bagaimana jika posisinya di balik kau yang menjadi Richard bagaimana perasaan mu Edward?"


Sungguh saat ini ucapan tuan Adrian masuk ke dalam relung hati Edward yang paling terdalam.


"Aku tidak akan pernah membayangkan sesuatu hal yang tidak perlu aku bayangkan pa."


Deg


Tuan Adrian tersentak dengan ucapan dari Edward.


"Untuk apa aku harus memikirkan hal itu, jika memang hal itu saat ini sedang tidak terjadi dengan ku? semua pikiran yang ada pada kita tidak perlu sampai yang seperti ini pa."


Dan di saat inilah tuan Adrian baru menyadari jika putranya memiliki sifat yang sangat egois.

__ADS_1


"Jadi keputusan mu apakah akan tetap mempertahankan nona Clarissa?"


Untuk terakhir kalinya tuan Adrian menanyakan hal tersebut kepada Edward.


"Ya pa, aku akan tetap bersama dengan Clarissa sampai kapanpun dan tidak peduli apa yang akan terjadi selanjutnya aku akan tetap bersama dengan Clarissa."


Tuan Adrian kini hanya bisa memandang tajam ke arah putranya tersebut.


"Edward kau tetap tidak boleh bersama dengan wanita itu!"


Surat nyaring terdengar dari satu laki - laki paruh baya yang tiba - tiba saja membuka pintu ruang kerja tuan Adrian.


"Kakek,!"


"Aku meminta mu saat ini untuk meninggalkan nona Clarissa, ya Edward secepatnya!"


Tuan Jaya mengatakan hal tersebut dengan wajahnya yang merah padam karena marah.


"Apa - apaan ini, kakek datang dan mengatakan hal ini kepada ku!"


Untuk pertama kalinya Edward berani menggunakan nada tinggi terhadap sang kakek.

__ADS_1


"Aku tidak bisa mengatakan kepada mu apa alasannya sekarang, namun aku minta kau untuk tinggalkan nona Clarissa!"


Tuan Jaya kembali mengatakan hal tersebut dengan nada yang sangat tinggi.


"Sampai kapanpun, sampai apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkan Clarissa, jika aku harus melawan kalian satu per satu demi Clarissa aku akan tetap melakukan hal itu!"


"Pergi kau dari ruangan ini sekarang juga!"


Tuan Jayad dengan berani mengatakan hal tersebut kepada Edward dan seumur hidupnya Edward sama sekali tidak pernah melihat sang kakek begitu marah seperti sekarang ini.


"Pa, sabar pa."


Tuan Adrian yang melihat suasana menjadi semakin tidak terkendali mencoba untuk menenangkan tuan Jaya.


"Aku tidak akan tenang untuk hal ini Adrian!"


Tuan Jaya mengatakan hal tersebut dengan menarik nafasnya dalam - dalam.


"Edward pergilah, kondisi disini sudah semakin tidak kondusif."


"Tanpa di minta pun aku akan pergi sekarang juga pa, satu hal yang papa harus ingat aku bisa melepaskan segala apapun yang aku miliki untuk Clarissa, dan aku akan mantap untuk melakukan hal itu."

__ADS_1


Setelah mengatakan hal tersebut Edward langsung pergi dan meninggalkan keluarganya, ya Edward pergi dalam keadaan marah.


__ADS_2